Jokowi Telepon Paman Birin, TNI Terjunkan Kopaska hingga Puluhan Perahu Karet Kapolres Balangan Siap Salurkan Bantuan Adaro ke Masyarakat Terdampak Banjir Tiba di Kalsel, Panglima TNI Marsekal Hadi Tinjau Banjir di Objek Vital BPBD Kapuas Kembali Ingatkan Warga, Waspada Cuaca Ekstrem Bantu Warga Terdampak Banjir, Sekretariat PDIP Kalsel Disulap Jadi Tempat Pengungsian

Gempa Malut, BMKG: Belum Ada Laporan Korban Jiwa

- Apahabar.com Jumat, 15 November 2019 - 08:56 WIB

Gempa Malut, BMKG: Belum Ada Laporan Korban Jiwa

Foto-Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, TERNATE – Gempa bumi berkekuatan 7,1 magnitudo melanda sebagian besar wilayah Maluku Utara (Malut), Jumat (15/11) dini hari. Meski demikian, belum dilaporkan adanya kerusakan rumah atau infrastruktur dan korban jiwa pascagempa tersebut.

“Sejauh ini, belum ada laporan kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa pascagempa berkekutan 7,1 magnitudo di Malut, tetapi kami terus meng-‘update’ informasi terkini,” kata Sekretaris BPBD Malut, Ali Yau dikutip apahabar.com dari Antara, Jumat.

“Kami tetap mengimbau kepada masyarakat Malut, terutama di pesisir pantai untuk tetap waspada pascagempa dan jangan panik. Tetap tenang dan tidak terpancing dengan berbagai isu-isu yang disampaikan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.” lanjutnya.

Sementara itu, Pemprov Malut telah menginstruksikan kepada instansi terkait untuk turun ke lapangan melalui pengecekan pasca-gempa berkekuatan 7,1 magnitudo.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan sejauh ini belum ada laporan mengenai kerusakan rumah maupun infrastruktur dan korban jiwa.

Bahkan, sejumlah warga di pesisir pantai saat gempa yang mengguncang Ternate dan kabupaten/kota lainnya di Malut memilih menyelamatkan diri ke daerah ketinggian.

Di Kota Ternate misalnya, warga pesisir pantai di Kelurahan Gambesi, Sasa hingga Jambula memilih lari ke hutan maupun tempat di dataran tinggi seperti Kampus Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate maupun Unkhair, karena khawatir adanya tsunami.

Salah seorang warga Sasa Ternate, Jahra Muhammad ketika dikonfirmasi saat di lokasi pengungsian mengaku panik dan memilih mengungsi di Kampus Unkhair Ternate, karena khawatir terjadinya tsunami.

“Saya bersama tetangga lainnya bisa kembalu ke rumah setelah mendapatkan informasi resmi dari BMKG dan pemda setempat baru balik ke rumah, kendati masih diliputi kecemasan,” kata Jahra.

Di tempat terpisah, Petugas BMKG Ternate, Hermizal ketika dihubungi ANTARA mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Kami meminta agar warga kembali ke rumahnya masing-masing, karena gempa bumi magnitudo 7,1 telah aman dan peringatan dini tsunami telah berakhir,” kata Hermizal.

Sementara itu, berdasarkan pantauan ANTARA di lapangan, akvititas warga Ternate tetap berjalan normal, baik itu pusat perbelanjaan dan perkantoran maupun sekolah tetap dibuka.

Baca Juga: Gempa M 5,9 Selasa Pagi Getarkan Maluku Utara, Terasa hingga Manado

Baca Juga: Gempa 6,6 M Mindanao Terasa Sampai Sulawesi, BMKG: Dipicu Sesar Lokal

Sumber: Antara
Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Aturan Baru TBA, Garuda Susah Kejar Target Untung
apahabar.com

Nasional

Jokowi Ungkap Sederet Masalah Food Estate Penyelamat Pangan RI di Kalteng dan Sumut
apahabar.com

Nasional

Kondisi di Depan Bawaslu Sudah Kondusif
apahabar.com

Nasional

Beda Pandangan Soal Teriakan ‘Jokowi Wae’ Saat Prabowo di Surabaya

Nasional

Mengenang Mendiang Rozien, Santri asal Banjarbaru yang Tewas Ditusuk di Cirebon
apahabar.com

Nasional

Mengenal Cuncung Syafruddin H Maming, Dari Senayan Menuju Tanbu-1
apahabar.com

Nasional

Longsor Sukabumi, Sudah 15 Korban Ditemukan Tewas
apahabar.com

Nasional

Rekor, Kalsel Kembali Masuk 5 Besar Penambahan Kasus Covid-19 Terbanyak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com