Persiba Balikpapan Gasak PSIM Yogyakarta 2-0 Tarif Air Bersih Naik, Dewan Kotabaru Minta Pelayanan PDAM Ikut Membaik Indomaret Izin Masuk Barabai Bukan Pepesan Kosong Gaji ke-13 Sudah Cair Rp 8 Triliun, ASN Banjarmasin Sabar Dulu… Ratusan Anggota Polda Kalsel Naik Pangkat, Irjen Rikwanto Beri Wanti-wanti

Gunung Timang Kini Punya Cagar Budaya Rumah Singa Ngenuh

- Apahabar.com     Senin, 25 November 2019 - 13:24 WITA

Gunung Timang Kini Punya Cagar Budaya Rumah Singa Ngenuh

Bupati Barito Utara H Nadalsyah bersama tokoh adat Kecamatan Gunung Timang saat peresmian rumah budaya Singa Ngenuh, Minggu (24/11). Foto - Istimewa

apahabar.com, MUARA TEWEH – Kini masyarakat Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah, bisa berbangga pasalnya sejak Minggu (24/11) mereka mempunyai cagar budaya Rumah Singa Ngenuh yang diresmikan oleh Bupati Barut H. Nadalsyah.

Rumah Leluhur Singa Ngenuh diharapkan dapat menjadi Cagar Budaya sekaligus sebagai salah satu destinasi wisata di Barut.

Nadalsyah, mengharapkan peran dari seluruh elemen sehingga nantinya dapat mewujudkan Situs Rumah Singa Ngenuh sebagai destinasi wisata yang terkelola dengan baik.

“Jadikan Rumah Singa Ngenuh sebagai Situs Cagar Budaya dapat terjaga dengan baik dan dapat lebih dikenal secara luas. Pemerintah daerah juga mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga peresmian pada hari ini dapat berjalan dengan lancar,” kata Nadalsyah.

apahabar.com

Situs budaya Singa Ngenuh. Foto-Istimewa

Seperti diketahui, Singa Ngenuh merupakan tokoh masyarakat yang kharismatik khususnya bagi masyarakat Suku Dayak Taboyan/Tawoyan/Tewoyan di sepanjang Sungai Setalar.

Suku Dayak Taboyan merupakan salah satu penduduk asli di Barut, yang tersebar di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Gunung Timang, Teweh Timur dan Gunung Purei.

Selain itu, ada pula leluhur dan keturunannya yang bermukim di luar Barut berdasarkan aliran sungai atau daerah lainnya seiring dengan perkembangan jaman. Sedangkan Sungai Setalar saat ini dikenal dengan nama Sungai Montallat, di mana sepanjang DAS Setalar terdapat banyak desa.

Dari hulu ke hilir yaitu Desa Tongka, Siwau, Sangkorang, Pelari, Jaman, Payang Ara, Kandui, Majangkan, Baliti, Walur, Ketapang, Rarawa, dan Malungai.

Rumah leluhur Singa Ngenuh yang ada sebelumnya sudah tidak layak lagi karena termakan usia, sehingga pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dinas terkait, para tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama akhirnya sepakat untuk mengadakan prosesi peresmian dan pemindahan Rumah Singa Ngenuh tersebut.

Baca Juga: Korelasi Kuat Antara Ilmu Hadis dan Budaya Penelitian

Baca Juga: Penajam Jadi Ibu Kota, Wabup Hamdam: Budaya Lokal Wajib Bertahan

Reporter: Ahc17
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Cabai

Kalteng

Cabai Mahal, Disperindag Kalteng Sebut Stok Tetap Aman
Ali Ayam

Kalteng

Diduga Sering Transaksi Narkoba, Ali Ayam Ditangkap Polisi
apahabar.com

Kalteng

Kejaksaan Negeri Barito Utara Salurkan 100 Paket Sembako pada Warga
apahabar.com

Kalteng

Kotim Patenkan Empat Buah Lokal

Kalteng

HUT RI ke-76, Sejumlah Veteran di Kapuas Terima Bantuan dari Pemerintah

Kalteng

Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah di Kobar Diliburkan
apahabar.com

Kalteng

Geger Mayat Anak Tanpa Kepala di Kalteng, Diduga Korban Asusila
Karhutla

Kalteng

Mahasiswa KKN Unpar di Kapuas Dilatih Tangani Karhutla
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com