Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh Tampil di Moto2 2020, Mandalika Racing Team (MRT) Pilih Dimas Ekky Jadi Tembalap Tim, Diluncurkan Rabu LIBUR PANJANG, Bandara Syamsudin Noor Mulai Bersiap BNNP Kalsel Sukses Gagalkan Transaksi 1 Kilogram Sabu di Komplek Citra Garden Kabupaten Banjar Pejabat Terpapar Covid-19, Pjs Wali Kota Banjarbaru Minta ASN Pedomani Prokes

Gunung Timang Kini Punya Cagar Budaya Rumah Singa Ngenuh

- Apahabar.com Senin, 25 November 2019 - 13:24 WIB

Gunung Timang Kini Punya Cagar Budaya Rumah Singa Ngenuh

Bupati Barito Utara H Nadalsyah bersama tokoh adat Kecamatan Gunung Timang saat peresmian rumah budaya Singa Ngenuh, Minggu (24/11). Foto - Istimewa

apahabar.com, MUARA TEWEH – Kini masyarakat Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah, bisa berbangga pasalnya sejak Minggu (24/11) mereka mempunyai cagar budaya Rumah Singa Ngenuh yang diresmikan oleh Bupati Barut H. Nadalsyah.

Rumah Leluhur Singa Ngenuh diharapkan dapat menjadi Cagar Budaya sekaligus sebagai salah satu destinasi wisata di Barut.

Nadalsyah, mengharapkan peran dari seluruh elemen sehingga nantinya dapat mewujudkan Situs Rumah Singa Ngenuh sebagai destinasi wisata yang terkelola dengan baik.

“Jadikan Rumah Singa Ngenuh sebagai Situs Cagar Budaya dapat terjaga dengan baik dan dapat lebih dikenal secara luas. Pemerintah daerah juga mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga peresmian pada hari ini dapat berjalan dengan lancar,” kata Nadalsyah.

apahabar.com

Situs budaya Singa Ngenuh. Foto-Istimewa

Seperti diketahui, Singa Ngenuh merupakan tokoh masyarakat yang kharismatik khususnya bagi masyarakat Suku Dayak Taboyan/Tawoyan/Tewoyan di sepanjang Sungai Setalar.

Suku Dayak Taboyan merupakan salah satu penduduk asli di Barut, yang tersebar di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Gunung Timang, Teweh Timur dan Gunung Purei.

Selain itu, ada pula leluhur dan keturunannya yang bermukim di luar Barut berdasarkan aliran sungai atau daerah lainnya seiring dengan perkembangan jaman. Sedangkan Sungai Setalar saat ini dikenal dengan nama Sungai Montallat, di mana sepanjang DAS Setalar terdapat banyak desa.

Dari hulu ke hilir yaitu Desa Tongka, Siwau, Sangkorang, Pelari, Jaman, Payang Ara, Kandui, Majangkan, Baliti, Walur, Ketapang, Rarawa, dan Malungai.

Rumah leluhur Singa Ngenuh yang ada sebelumnya sudah tidak layak lagi karena termakan usia, sehingga pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dinas terkait, para tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama akhirnya sepakat untuk mengadakan prosesi peresmian dan pemindahan Rumah Singa Ngenuh tersebut.

Baca Juga: Korelasi Kuat Antara Ilmu Hadis dan Budaya Penelitian

Baca Juga: Penajam Jadi Ibu Kota, Wabup Hamdam: Budaya Lokal Wajib Bertahan

Reporter: Ahc17
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Pembangunan Pasar Pondopo Muara Teweh Dianggarkan Rp4 M
apahabar.com

Kalteng

Pemkab Barut Beri Kelonggaran Beribadah Berjemaah di Masjid
apahabar.com

Kalteng

Disetujui Kemenkes, Palangka Raya Segera Terapkan PSBB
apahabar.com

Kalteng

BKSDA Antisipasi Kemunculan Buaya Saat Pelaksanaan Mandi Safar di Sungai Mentaya
apahabar.com

Kalteng

Jemaah Haji Kapuas Terbanyak Se-Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Satgas Covid-19 IDI Kalteng Terharu Terima Donasi BI
apahabar.com

Kalteng

Calon Ibu Kota Negara, Dewan Riset Daerah Siapkan Konsep Penguatan Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Kelola Lingkungan, KLHK Diminta Kolaborasikan Kearifan Lokal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com