MPP Banjarbaru Bawa Angin Segar, Investasi Lampaui Target hingga 124 Persen Peredaran Rokok Ilegal Tinggi, KAKI Kalsel Geruduk Kantor Ditjen Bea Cukai Status Siaga Banjir di Balangan Berlaku hingga 12 Desember Waspada Banjir Rob, BPBD Tanah Bumbu Ingatkan Warga Pesisir Laut Puncak Harjad ke-56 Tabalong, Momentum Melanjutkan Estafet Pembangunan Lebih Maju

Harga Properti 2020 Diprediksi Naik 9 Persen

- Apahabar.com     Rabu, 13 November 2019 - 07:00 WITA

Harga Properti 2020 Diprediksi Naik 9 Persen

Ilustrasi properti. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA –  Pada 2020 pasar properti di Tanah Air cenderung positif. Itu setelah pertumbuhan tertahan di tahun ini.

Indeks harga properti diperkirakan akan mengalami kenaikan pada kisaran 6%-9% (y-o-y) pada akhir 2020.

Sementara indeks suplai properti hunian diperkirakan akan mengalami pertumbuhan pada kisaran 5% (y-o-y) pada akhir 2020. Hal yang perlu diantisipasi adalah Hari Raya Idul Fitri dan respons pasar terhadap situasi politik nasional serta ancaman ekonomi global.

“Kondisi ekonomi dan politik nasional tidak terlalu berpengaruh pada optimisme pengembang dalam hal penawaran harga. Sebaliknya, kedua hal tersebut tercermin dalam optimisme pengembang dari sisi suplai,” kata Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan.

Penjual sebaiknya fokus pada properti residensial kelas menengah dan menengah atas, dengan menonjolkan prospek investasi dan dukungan transportasi umum di sekitar properti.

Meski terjadi penurunan pada kepuasan terhadap iklim properti saat ini dibandingkan tahun lalu, secara umum kepuasan masyarakat masih tinggi. Sebanyak 55% responden Rumah.com Property Affordability Sentiment Index juga mengaku berencana membeli properti tahun depan.

“Meski demikian, berbelitnya proses pengurusan KPR, terutama untuk pekerja lepas, bisa menjadi penahan laju pasar properti nasional,” katanya.

Sementara itu, kebijakan Pemerintah melonggarkan Loan To Value (LTV) atau uang muka untuk pembelian rumah kedua serta pelonggan PPnBM untuk rumah mewah bisa meningkatkan dinamika pasar properti menengah atas dan mewah, yang sedang lesu.

Ike menjelaskan bahwa secara umum pasar properti Indonesia di tahun 2020 mendatang tidak akan begitu terpengaruh dengan keadaan politik mengingat situasi politik yang lebih kondusif.

“Pasar properti diperkirakan akan lebih bergairah dan menuju pemulihan, ini merupakan kesempatan yang tepat untuk membeli properti, baik untuk dihuni atau dipakai sendiri maupun sebagai sarana investasi,” katanya.

Di sisi lain, masyarakat mendominasi masih mencari hunian di bawah Rp500 juta, sementara lainnya mencari hunian pada kisaran di atas Rp500 juta hingga Rp750 juta. Jumlah ini hampir sama dengan tahun lalu.

Baca Juga: GAPKI Dorong Industri Hilir Minyak Sawit Kalsel

Baca Juga: Tiru Jakarta, Kaltim Andalkan Elektronik Retribusi

Sumber: Okezone
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Menhub Tak Ingin Garuda dan Sriwijaya Air Pecah Kongsi
apahabar.com

Ekbis

Ditopang Sentimen Eksternal Debat Capres AS, Rupiah Ditutup Menguat
Inflasi AS

Ekbis

Inflasi AS Masih Tinggi, Rupiah Diproyeksikan Melemah
Presiden Jokowi

Ekbis

Presiden Jokowi: PT Krakatau Steel Sudah Semakin Sehat
2021

Ekbis

Tahun 2021 Diprediksi Jadi Awal Kebangkitan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
apahabar.com

Ekbis

Jokowi Antisipasi Tekanan Ekonomi Berlanjut Sampai 2021
apahabar.com

Ekbis

Dikenakan Pajak 50 Persen, Hotel Aston Tanjung Berharap Ada Relaksasi
apahabar.com

Ekbis

Lebaran Idulfitri 1441 H, Trafik Data XL Axiata Melonjak Tajam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com