BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin Nasihat Umar bin Abdul Aziz Tentang Kematian

Heboh Kotak Putih Dikira Bom di Kalteng, Cek Faktanya

- Apahabar.com Rabu, 27 November 2019 - 12:38 WIB

Heboh Kotak Putih Dikira Bom di Kalteng, Cek Faktanya

Jajaran Intelkam, Polsek Arsel meninjau temuan kotak putih mencurigakan di kebun karet Desa Kumpai Batu Atas, Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Selasa malam. Foto Istimewa

apahabar.com, PANGKALANBUN – Warga Desa Kumpai Batu Atas, Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah dihebohkan dengan temuan sebuah kotak putih yang disangka bom.

Mulanya, Kapolsek Arsel AKP Rendra Aditia Dhani menerima laporan dari warga terkait benda misterius itu tadi malam, sekitar pukul 22.30.

“Setelah mendapat laporan dari masyarakat kami langsung ke lokasi, untuk melakukan pemeriksaan dan menurut informasi dari Agus warga yang setempat, benda misterius tersebut ditemukan di kebun karet milik Terimo,“ kata Rendra dikonfirmasi apahabar.com, Rabu (27/11).

Bikin penasaran, manakala kata Rendra keluar cahaya berkedip-kedip dari dalam kotak tersebut. “Karena warga setempat tidak mengenali benda tersebut, akhirnya curiga jangan-jangan Bom, akhirnya lapor ke Kami,” ujarnya.

Berdasar laporan tersebut, jajaran Intelkam Polsek Arsek turun melakukan penelusuran. Sempat dilakukan sterilisasi di lokasi temuan untuk menjauhkan masyarakat dari potensi marabahaya.

“Benda tidak dikenal dan mencurigakan ini tampak dari luar berbentuk kotak dari sterefom warna putih yang memiliki lampu kedip warna biru dan bertuluskan Modem M10,” kata dia.

Ternyata setelah diperiksa polisi, kotak misterius yang disangka Bom itu adalah sebuah alat untuk mengukur kelembaban cuaca. “Modem M10 dalam kotak putih itu alat yang digunakan untuk mengukur tekanan, suhu, kelembapan udara yang diterbangkan dengan balon udara,” jelas dia.

Setelah berkoordinasi pihak BMKG, kata Rendra turut membenarkan bahwa alat tersebut merupakan alat pendeteksi cuaca. “Ini yang biasa digunakan oleh pihak dan instansi yang berhubungan dengan kondisi cuaca di antaranya BMKG,” jelas dia.

Rendra turut mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan setiap temuan mencurigakan ke pihaknya. Selain itu, Rendra juga meminta warga untuk tidak menelan mentah-mentah informasi yang beredar luas di media sosial.

Baca Juga: Pasca-Bom Medan, Berapa Terduga Teroris yang Ditangkap?

Baca Juga: Kapolda Sumut: Tersangka Bom Medan Sempat Latihan di Tanah Karo

Reporter: Ahc16
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Polres Kapuas Siapkan 433 Personel Amankan TPS
Saat Covid-19, PDIP Palangka Raya Rutin Bagi Bapok

Kalteng

Saat Covid-19, PDIP Palangka Raya Rutin Bagi Bapok  
apahabar.com

Kalteng

KPU Palangka Raya Siapkan Fasilitas Tes CAT untuk PPS
transmigrasi kapuas

Kalteng

Program Transmigrasi Baru di Kapuas Terkendala Lahan
apahabar.com

Kalteng

Cegah Lonjakan Covid-19 Saat Libur Panjang, Dishub Kalteng Perketat Pengawasan Terminal Penumpang
apahabar.com

Kalteng

Kunjungi Desa Sei Asam Kapuas, Dinas P3A Tapin Belajar Banyak Terkait Perempuan dan Anak
apahabar.com

Kalteng

Berharap Jamkrida Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
apahabar.com

Kalteng

KNPI Kapuas Gelar Bakti Sosial Donor Darah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com