apahabar.com
Dentuman hebat di Tambak Padi sore kemarin tak cumah merusak sejumlah rumah warga. Foto- Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Tak cuma warga, pemusnahan bahan peledak di Tambak Padi ikut menimbulkan kerugian bagi polisi.

Kemarin, Tim Gegana Satuan Brimob Polda Kalsel memusnahkan sejumlah bahan peledak yang telah kedaluwarsa.

Selang kemudian, dentuman hebat disertai angin kencang terasa hingga radius tiga kilometer dari lokasi ledakan.

Getaran yang dihasilkan juga bikin geger warga Banjar dan Banjarbaru, terdengar dari Gambut hingga Liang Anggang.

Selang kemudian, polisi mendata empat unit mobil dinas milik Brimobda Kalsel, dan dua unit mobil minibus rusak berat.

Pun demikian dengan sejumlah rumah warga, gerai mobil, hingga minimarket.

Data terbaru, sejumlah sekolah dan tempat ibadah juga ikut terdampak.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol M Rifai memastikan polisi akan bertanggung jawab atas itu semua.

“Saat ini masih dilakukan pendataan terhadap bangunan atau rumah warga yang alami rusak,” terangnya, Kamis (28/11) pagi.

Adapun bahan peledak yang dimusnahkan berjenis dinamit. Sebelum diledakan dinamit itu dirusak terlebih dahulu.

Selanjutnya, dinamit itu dihancurkan dengan menggunakan baket dan dilindas oleh eksavator.

Kemudian direndam ke dalam kolam yang sudah terisi air dan dilakukan penututupan/penimbunan lobang gunakan tanah.

Pemusnahan berjalan selama dua hari, sejak Senin (25/11) hingga Rabu sore kemarin, di Desa Tambak Padi, Beruntung Baru, Kabupaten Banjar.

Rifai mengatakan jajarannya bakal melakukan evaluasi atas dampak yang ditimbulkan akibat ledakan.

Sementara, fokus saat ini antara lain adalah penanganan warga terdampak.

Tim Kesehatan Brimobda, kata dia, telah turun menjenguk warga yang pingsan akibat ledakan.

“Saat mendengar suara ledakkan, warga Salasiah pingsan dan dirujuk ke RS Idaman Kota Banjarbaru dan sudah kami jenguk,” lanjutnya.

Pendataan masih terus dilakukan sampai saat ini. Kerugian meliputi kaca pecah, TV pecah, bangunan/rumah retak yang berada di tiga desa, yakni Desa Guntung Ujung, Desa Kayu Bawang, Desa Guntung Papuyu. Semuanya masuk dalam wilayah hukum Polsek Gambut.

“Untuk laporan lengkap nanti menyusul,” ujar Rifai mengakhiri.

Baca Juga: Kabid Humas Polda Kalsel Ungkap Fakta Ledakan yang Sempat Menggegerkan Warga

Baca Juga: Dikira Gempa, Dentuman Hebat di Liang Anggang Rusak Rumah Warga

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Fariz Fadhillah