apahabar.com
Para bupati dan wali kota yang pernah menerima anugerah PWI pusat. Foto: istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2020, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menyiapkan penghargaan untuk kepala daerah yang melek terhadap media. Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tuan rumah HPN tahun ini.

“Tak cuma bagi bupati atau wali kota yang melek media, juga untuk mereka yang prokebudayaan,” terang Yusuf Susilo Hartono sebagai Pelaksana Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, dalam siaran persnya kepada apahabar.com, Senin (11/11).

Penghargaan atau Anugerah Kebudayaan PWI Pusat menjadi yang kali kedua digelar. Setelah, yang pertama digelar PWI pada 2016 di HPN di Lombok. PWI, kata dia, tak hanya mendorong peran pers sebagai pilar demokrasi ke-4 di bidang politik dan ekonomi semata, tapi juga kebudayaan yang dicita-citakan sebagai landasan pembangunan.

Pendaftaran kepala daerah yang pro-kebudayaan dan melek media tadinya ditutup 15 November 2019, kini diperpanjang hingga 30 November 2019.

“Untuk memberi waktu dan kesempatan pada bupati dan wali kota ikut acara ini dengan persiapan yang matang,” ujar Yusuf.

Nantinya, PWI bakal memilah mereka yang sepak terjangnya memberikan inspirasi dan edukasi tentang perlunya membangun kabupaten/kota berbasis kebudayaan yang berkemajuan, masyarakatnya berkarakter, melek media, dan bijak dalam memanfaatkan medsos.

Adapun kepala daerah yang pernah mendapatkan penghargaan ini pada 2016 lalu, antara lain Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Bupati Tegal Enthus Susmono (alm), Bupati Purwakarta Dedy Mulyadi, Bupati Wakatobi Hugua, dan Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf, dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Pendaftaran melalui email [email protected] Dengan melampirkan proposal yang di dalamnya berisi empat aspek. Pertama, Aspek pemanfatan media massa dan media sosial, untuk wahana penguatan kebudayaan lokal, dan alat komunikasi lokal-nasional dan global.

Kedua, Aspek Aspek Peraturan Daerah tentang kebudayaan (cagar budaya, pelestarian tradisi dan adat istiadat, bahasa, kesenian, museum, festival, pariwisata, kuliner, dll), dan bagaimana mengimplementasikannya sebagai sarana pembinaan karakter, ekspresi kreatif, mengukuhkan persatuan dalam keragaman, keadilan, dan kesejahteraan rakyat.

Ketiga, Aspek inovasi, berupa kebijakan, program hingga implementasi, yang mengarus-utamakan kebudayaan, sehingga mampu merevolusi mental masyarakat setempat, dalam mencapai kelestarian lingkungan, kemajuan, kesejahteraan (ekonomi) yang berkeadilan (hukum).

Dan keempat. Aspek pendukung pada aktualisasi nilai-nilai lokal yang berdaya nasional/global, berupa anggaran, even2, sarana/prasarana, SDM, dan publikasi/dokumentasi yang berkelanjutan.

Jika pada Anugerah Kebudayaan pertama memilih 7 Bupati/Wali kota, pada pelaksanaan kedua ini, direncanakan sampai 10 Bupati/Wali kota. Adapun Tim Jurinya dari unsur Wartawan Senior Kebudayaan, Budayawan/akademisi, Pengurus PWI Pusat, perwakilan Apkasi dan Apeksi.

Para Bupati/Wali kota terpilih, nantinya akan menerima trofi dan piagam Anugerah Kebudayaan PWI Pusat pada puncak perayaan Hari Pers Nasional di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 9 Februari 2020.

Penyelenggaraan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat yang kedua kalinya ini, PWI Pusat bekerja sama dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi ) dan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi). (*)

Baca Juga: Jelang HPN, SMSI Kalsel Dorong Verifikasi Media Online

Baca Juga: Wiranto Apresiasi Rencana HPN 2020 di Papua

Editor: Fariz Fadhillah