Dilaporkan Tim 2BHD, Bawaslu Kotabaru Rapatkan Barisan Bupati Anang Resmikan SAMTA, Sekolah Alam Perdana di Tabalong Warga Eks Bioskop Cempaka Geger, Pria Tewas Bersimbah Darah 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat!

Ingat! Pelihara Cucak Rowo Cs di Kobar Bisa Kena Pidana

- Apahabar.com Sabtu, 2 November 2019 - 21:11 WIB

Ingat! Pelihara Cucak Rowo Cs di Kobar Bisa Kena Pidana

Seorang petugas BKSDA SKW II Pangkalan Bun, Kobar, Kalteng, tengah memeriksa sejumlah burung diduga dilindungi. Foto-apahabar.com/Maman

apahabar.com, PANGKALAN BUN – Ingat, siapa saja yang menjual atau memelihara sejumlah jenis burung berkicau bisa kena pidana. Burung dimaksud, seperti Cucak Rowo, Cucak Ijo, Anis Buntet Kecil/Sainghe.

Sementara, pidananya sesuai dengan UU Nomor 5 Tahun 1990 KSDA yang diatur dalam Permen LHK.P.20/2018. Sedangkan, ancaman sanksinya tak main-main. Yakni, 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

“Informasi di atas, memang sudah lama tapi sejumlah masyarakat dan para pedagang Burung di Kota Pangkalan Bun, masih banyak yang belum tahu, mereka masih menjualbelikan dan memelihara burung tersebut,” keluh Dendi Sutiadi, Kepala Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA), SKW II Pangkalan Bun.

Siang tadi, BKSDA menggelar sosialisasi dan penyuluhan langsung kepada para pedagang burung, Sabtu (2/11).

Kata Dendi Sutiadi, burung berkicau lainnya seperti Murai Batu, Jalak Suren, juga tidak boleh dijualbelikan dan dipelihara.

Namun, nyatanya di lapangan BKSDA masih kerap mendapati masih banyak masyarakat yang memelihara.

“Bisa juga karena ketidaktahuan masyarakat bahwa hewan ini dilindungi,” jelas dia.

Dalam bulan ini, BKSDA sendiri intens melakukan penyuluhan dan sosialisasi. Terkait, perdagangan ke pemilikan satwa yang dilindungi kepada masyarakat maupun yang berjualan di Pasar Burung Panggung, Pasar Burung Misbar, Pasar Burung Sampit serta pedagang di Kumai. BKSDa turut melibatkan unsur TNI-Polri.

Dendi Sutadi mengimbau kepada sejumlah pedagang burung agar tidak menjual burung tersebut. Juga, masyarakat yang memelihara agar melaporkan ke kantor KKSDA dengan membawa KTP pemilik, dokumentasi atau foto burung, kemudian mengisi formulir yang sudah disediakan BKSDA.

Baca Juga: Masalah Kelangkaan Elpiji di Kalteng, Ini Penjelasan Dinas ESDM

Baca Juga: Nah, Banyak Wanita Muda Di Muara Teweh Pilih Menjanda

Reporter: Ahc26
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Wali Kota Palangka Raya Buka Rahasia Sembuh dari Covid-19
apahabar.com

Kalteng

Gerebek Napi, Ini yang Ditemukan Petugas di LP Muara Teweh
apahabar.com

Kalteng

DPD Hanura Kalteng Akan Pilih Ketua Baru, Heriadi Calon Kuat
apahabar.com

Kalteng

Dinsos Teweh Cuma Bisa Pulangkan 5 PSK Merong, Ada Apa?
apahabar.com

Kalteng

Kapuas Perpanjang Masa Status Tanggap Darurat Covid-19
apahabar.com

Kalteng

Dua Bulan Buron, Pelaku Pembobol Toko Obat di Kapuas Kalteng Akhirnya Diringkus
apahabar.com

Kalteng

Bulog Muara Teweh Luncurkan Program Bantuan Pangan Non Tunai
apahabar.com

Kalteng

Setelah Masker, Kini Antiseptik Menyusul Langka di Palangka Raya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com