Cara Ibnu Sina Respons Penolakan Asrama BKD Jadi Pusat Karantina ODP Miliaran Rupiah Menguap, Imbas Pembebasan Pajak Hotel di Banjar Update Corona di Kalsel: 3 Pasien Dipulangkan, 12 PDP Dalam Perawatan Asrama di Kayu Tangi Jadi Lokasi Karantina, Warga Ungkap Biang Penolakan Puluhan Warga Tolak Kawasan Kayu Tangi Jadi Lokasi Karantina




Home Hikmah

Minggu, 17 November 2019 - 07:00 WIB

Ini 3 Bentuk Kemuliaan yang Diajarkan Rasulullah SAW untuk Umat

nazmudin - Apahabar.com

Ilustrasi membaca Alquran. Foto – dream.co.id

Ilustrasi membaca Alquran. Foto – dream.co.id

apahabar.com, JAKARTA – Hidup adalah mencari kemuliaan baik di dunia atau akhirat. Rasulullah SAW mengajari tiga macam kemuliaan untuk umat, yaitu sikap rela memaafkan, rendah hati (tawaduk), dan memberi tanpa pamrih. Dan, ketiga sikap tersebut bersumber pada luasnya limpahan rasa kasih sayang beliau pada umatnya.

Rasulullah SAW memaafkan bukan karena terpaksa atau karena tidak mampu membalas, tapi karena kasih sayang dan keikhlasan yang sempurna. Menurut Imam al-Ghazali memaafkan yang hakiki adalah bahwa seseorang itu memiliki hak untuk membalas, meng-qishas, menuntut, atau menagih dari seseorang yang tertentu, tapi hak yang dimilikinya tersebut dilenyapkan atau digugurkan sendiri, sekalipun ia berkuasa untuk mengambil haknya itu.

Sikap rela memaafkan yang beliau contohkan bukan pula karena adanya paksaan dari orang lain, atau adanya pertimbangan keuntungan yang akan diperoleh, namun semata-mata dilakukan untuk mendapatkan rida Allah SWT.

Baca juga :  Kehilangan Tiga Personel, Nasib Seventeen Kini

Dalam suatu kesempatan Rasulullah SAW berpesan kepada para sahabatnya, “Rendah hati (tawaduk) itu tidak menambah seseorang melainkan ketinggian. Karena itu bertawadhulah, pasti Allah akan meninggikan derajatmu. Memberi pengampunan itu tidak menambah seseorang, melainkan kemuliaan. Karena itu, berilah pengampunan, pasti Allah akan memuliakan kamu semua. Bersedekah itu tidak mempengaruhi harta seseorang, melainkan akan semakin banyak jumlahnya. Karena itu bersedekahlah, pasti Allah akan memberikan kasih sayang-Nya pada kalian semua.” (Diriwayatkan ad-Dailami dan Ashfihani).

Diungkapkan pula, “Seutama-utamanya akhlak dunia dan akhirat adalah agar engkau menghubungkan tali silaturahim dengan orang yang memutuskan silaturahmi denganmu, memberi sesuatu kepada orang yang menghalang-halangi pemberian padamu, serta memberi maaf kepada orang yang menganiaya dirimu” (Diriwayatkan oleh Thabrani, Baihaqi, dan Ibnu Abi ad-Dunya).

Baca juga :  Kisah Hijrah Mohammad Ahsan

Dalam situasi zaman yang serba tak menentu ini-di mana individualisme, lunturnya kepedulian sosial, kesenjangan sosial, juga dendam yang diperturutkan-nilai moral yang dicontohkan Rasulullah tersebut layak dihidupkan kembali, minimal dalam kehidupan pribadi, keluarga, hubungan kerja, ataupun masyarakat sekitar.

Walau terlihat sepele, namun dampak yang ditimbulkannya akan sangat besar. Tentang hal ini, Gerald Jampolsky mengatakan, Kekuatan cinta dan kasih sayang serta sikap rela memaafkan dapat membuahkan keajaiban-keajaiban dalam hidup.

Baca Juga: Keistimewaan Zikir

Baca Juga: Buah Tin, Rahasia Sumpah Allah SWT dan Segudang Khasiat

Sumber: Khazanah Republika.co.id
Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Mengapa Nuzulul Quran Diperingati, Sementara Lailatul Qadar Dicari?
apahabar.com

Hikmah

Berikut Pesan Rasulullah SAW untuk Mereka yang Suka Tunda Pekerjaan
apahabar.com

Hikmah

Bogem Mentah Utbah untuk Abu Bakar dan Kecupan Rasulullah
apahabar.com

Hikmah

Imam Ibnu Hajar Diprotes Non Muslim Karena Kekayaannya
apahabar.com

Hikmah

Dahsyatnya Doa Ibu, Kisah Nabi Musa Jadi Buktinya!
apahabar.com

Hikmah

Simak Kisah Perlombaan Sedekah Umar Bin Khattab dan Abu Bakar
apahabar.com

Hikmah

Ketika Pahala Zikir Setimpal dengan Haji, Umrah, dan Jihad
apahabar.com

Hikmah

3 Alasan Mengapa Rasulullah SAW Melarang Aksi Adu Domba