CEK FAKTA: Covid-19 Jadi Ladang Bisnis RS di Banjarmasin? Duh, Zona Hitam Covid-19 di Banjarmasin Bertambah! Selama Pandemi, Biaya Operasional Bekantan Kalsel Kian Melonjak Belasan Warga Kalsel Terimbas Penyusutan Karyawan Lion Air KPK OTT Bupati Kutai Timur dan Istrinya di Jakarta




Home Kalsel

Jumat, 22 November 2019 - 16:00 WIB

Januari 2020, 128 Desa Di Batola Rawan Banjir

Redaksi - Apahabar.com

Seiring peningkatan curah hujan, banjir menjadi bencana alam yang mengintai Barito Kuala. Foto-Istimewa

Seiring peningkatan curah hujan, banjir menjadi bencana alam yang mengintai Barito Kuala. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Saat ini memang hujan belum merata. Namun diperkirakan sepanjang Januari 2020, hujan semakin intens dan berpotensi membanjiri ribuan hektare lahan di Barito Kuala (Batola).

Awal musim hujan di Batola hampir mendekati perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru. Tepatnya mulai akhir Oktober hingga awal November 2019.

Lantas dari sumber yang sama, curah hujan di Batola diperkirakan mencapai puncak sejak pertengahan hingga akhir Januari 2020.

“Diperkirakan curah hujan berkisar antara 101 hingga 150 milimeter atau termasuk kategori menengah,” papar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru, Goeroeh Tjiptanto, Jumat (22/11).

Berada dalam kategori menengah, Batola justru berisiko tinggi mengalami banjir, berdasarkan Dokumen Kajian Risiko Bencana dengan besaran potensi luas bahaya sebesar 294.142 hektare, serta berdampak terhadap 94.320 jiwa.

Penyebabnya adalah bentuk morfologi Batola yang merupakan dataran rendah dengan ketinggian 0,2 hingga 3 meter dari permukaan laut.

Baca juga :  Gencar Sosialisasi New Normal, Polsek Kelumpang Selatan Ingatkan Protokol Kesehatan

Pun Batola diapit Sungai Barito dan Sungai Kapuas. Selain mempengaruhi tata air dan transportasi, kondisi ini membuat Batola rawan limpasan air, baik yang disebabkan air hujan maupun pengaruh pasang surut air laut.

Limpasan itulah yang membuat banyak wilayah Kecamatan Kuripan, Tabunganen,Mandastana, Jejangkit dan Tabukan tergenang banjir setiap tahun.

Sedangkan Kecamatan Tabukan, Marabahan, Cerbon, Rantau Badauh, Belawang, Anjir Pasar, Alalak, Tamban dan Tabunganen terkena imbas gelombang pasang.

“Meski banjir sudah berulang kali, Batola belum memiliki standar penangangan. Lantas bersama sejumlah stakeholder, kami baru saja memfinalisasi rencana kontijensi banjir,” sahut Sumarno, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batola.

“Dokumen tersebut digunakan selama tanggap darurat banjir. Sementara status darurat banjir di Batola diperkirakan dimulai Desember 2019,” imbuhnya.

Dalam rencana kontijensi tersebut, diperkirakan 128 desa/kelurahan rentan terhadap ancaman bencana banjir sungai, serta 6 desa mengalami banjir pesisir.

Baca juga :  Kolonel Inf Anggara Sitompul Pamit dari Kodim 1007/Banjarmasin

Tabunganen, Mandastana, Jejangkit, Tabukan dan Kuripan juga diperkirakan masuk klasifikasi tinggi, dengan lama genangan 21 hingga 30 hari, tinggi genangan 30 hingga 120 sentimeter dan luas genangan 55 sampai 100 persen.

“Selain limpasan sungai besar, banjir dari Banjar juga dapat mengalir ke Mandastana dan Jejangkit. Kemudian banjir dari Tapin, dapat mengalir ke Kuripan, Mandastana dan Jejangkit, lalu masuk kembali ke Sungai Barito,” jelas Sumarno.

Selain BPBD, hampir semua SKPD Batola terlibat dalam rencana kontijensi banjir, termasuk Kodim 1005 Marabahan dan Polres Batola,

“Diharapkan dengan rencana kontijensi tersebut, penanganan lebih terstruktur lantaran semua pihak sudah mengetahui tugas masing-masing, termasuk penempatan pengungsi dan pos bantuan,” tandas Sumarno.

Baca Juga: Cara KPw BI Kalsel Libatkan Masyarakat Kendalikan Inflasi

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ajang FLS2N di Lampung, 5 Pelajar HST Wakili Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Delapan Jurnalis Muda apahabar.com Dibekali Ilmu Jurnalistik
apahabar.com

Kalsel

Menghadapi Kemarau, Alat Pemantau Kualitas Udara Banjarmasin Rusak
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Diprakirakan Bebas Hujan, Simak Prakiraan BMKG Hari Ini!
apahabar.com

Kalsel

Konvoi Sungai BI, Dari Kampanye Nontunai Hingga Mengangkat Pariwisata Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Gagal Berangkat, Owner Travellindo Diduga Blokir Kontak Calon Jemaah Haji
apahabar.com

Kalsel

Corona Ganggu Penghasilan, TNI di Pulau Laut Turun Tangan
apahabar.com

Kalsel

Karya Nyata Pemuda Baruh Bahinu Binjai, Sulap Danau Jadi Objek Wisata
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com