Jembatan Ambruk, Warga Pingaran Ilir Terpaksa Menyeberang Pakai Perahu Tali Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng

Jokowi Kenalkan 7 Staf Khusus Milenial

- Apahabar.com     Kamis, 21 November 2019 - 19:41 WITA

Jokowi Kenalkan 7 Staf Khusus Milenial

Presiden Joko Widodo memperkenalkan 7 orang staf khusus Presiden berusia muda dan berasal dari kalangan milenial di veranda Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11) petang. Foto – Antara/Desca Lidya Natalia

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan 7 orang staf khusus Presiden berusia muda dan berasal dari kalangan milenial.

“Sore hari ini saya ingin kenalkan stafsus presiden yang baru, yang tugas khususnya nanti adalah mengembangkan inovasi-inovasi di berbagai bidang. Di sini juga kita lihat anak-anak muda semuanya,” kata Presiden Jokowi di veranda Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11) petang.

Presiden Jokowi mengenakan kemeja putih dengan lengan kemeja digulung tampil bersama 4 laki-laki dan 3 perempuan muda yang seluruhnya mengenakan kemeja putih. Mereka lalu duduk santai di beanbag yang sudah disiapkan di veranda.

“Pertama saudara Adamas Belva Syah Devara, umur 29 tahun, S2 ganda lulusan Harvard University dan Stanford University di Amerika Serikat,” kata Jokowi.

Presiden yang memanggil Belva dengan panggilan “mas” memperkenalkan “mas Belva” adalah pendiri dan CEO Ruangguru, masuk ke Forbes 30 di umur di bawah 30 tahun serta mendapatkan medali emas dari Lee Kuan Yu saat lulus sarjana di NTU (Nanyang Technology University) di Singapura.

“Kedua, Putri Indahsari Tanjung, usia masih sangat muda 23 tahun, saya juga kaget masih 23 tahun. Jebolan sarjana Academy Of Arts di San Fransisco. Kita sering dengar kiprahnya sebagai founder dan CEO di Creativepreneur dan juga menjadi chief bussiness officer of Kreafi, betul?,” tambah Jokowi.

Ketiga, Andi Taufan Garuda Putra yang berumur 32 tahun, lulusan Harvard Kennedy School.

“Bergerak di dunia entreprenueur banyak meraih penghargaan atas inovasinya dan termasuk atas kepeduliannya atas sektor UMKM, menjadi CEO Amarta MicroFintech, saya kenal beliau saat urusan Fintech,” ungkap Jokowi.

“Keempat, Ayu Kartika Dewi, 36 tahun, tapi kelihatan masih 25 tahun adalah salah satu anak muda yang memiliki misi mulia untuk merekatkan persatuan di tengah kebhinekaan, menjadi pendiri dan mentor lembaga Sabang Merauke 1000 Anak Bangsa Merantau untuk Kembali,” kata Jokowi.

Ayu meraih gelar MBA di Duke University di Amerika Serikat.

“Kelima Gracia Billy Mambrasar, umur 31 tahun, ini putra Papua lulusan NUA S2 dan sebentar lagi selesai di Oxford University, dan nanti Oktober akan masuk ke Harvard University untuk S3. Billy adalah talenta hebat tanah Papua yang kita harapkan bisa banyak berkontribusi dengan gagasan inovatif dalam membangun tanah Papua. Billy juga adalah CEO Kitong Bisa,” ujar Jokowi menjelaskan.

“Keenam, Angki Yudistia, umur juga masih muda 32 tahun. Angki adalah anak muda penyandang disabilitas yang aktif bergerak di sociopreneur melalui Disable Enterprise yang didirikannya, aktif sebagai anggota Asia-Pacific Federation of the Hard of Hearing and Deafened Person, anggota Internasional Federation Hard of Hearing of Young People,” tambah Jokowi.

Jokowi meminta Angki menjadi jubir Presiden di bidang sosial.

“Ketujuh, ini santri, Aminuddin Maruf, usia 33 tahun pernah menjadi Ketum Umum PMII (Pergerakan Mahasiswa Indonesia). Mas Aminuddin saya minta keliling ke santri, ke pesantren untuk menebar gagasan-gagasan inovasi baru,” tutur Jokowi.

Presiden meyakini bahwa pesantren bisa melahirkan talenta-talenta hebat untuk memajukan bangsa.

“Ketujuh anak muda ini akan menjadi teman diskusi saya, harian, mingguan, bulanan, memberikan gagasan-gagasan segar inovatif sehingga kita bisa mencari cara-cara baru, yang out of the box yang melompat untuk mengejar kemajuan, sekaligus menjadi jembatan saya bagi anak muda, santri muda diaspora yang tersebar di berbagai tempat,” ujar Jokowi menjelaskan.

Jokowi juga meyakini dengan gagasan-gagasan segar dan kreatif untuk membangun Indonesia.

“Kita akan melihat nanti gagasan itu apakah bisa diterapkan dalam pemerintahan,” tandas Jokowi.

Baca Juga: Tak Punya Terobosan, Komisi III DPR Usulkan BNN Dibubarkan

Baca Juga: Positif Gunakan Sabu, Kapolsek Kebayoran Baru Dicopot

Sumber: Antara

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Anies Baswedan: Kasih Sayang Ibu Adalah Cinta Tanpa Batas
PPKM

Nasional

PPKM Selesai Besok, Pakar: Jangan Dilonggarkan Semua!
apahabar.com

Nasional

Pernyataan BPP Prabowo Soal Tambang Meratus

Nasional

Gempa M3,3 Goyang Alor NTT
apahabar.com

Nasional

Kabar Duka, Komedian Sersan Prambors Tutup Usia
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Bubarkan 10 Lembaga Negara Non-Kementerian, Berikut Daftarnya
apahabar.com

Nasional

Sentuh Angka 10.551, Kasus Positif Corona di Indonesia Lebih Banyak Laki-laki
apahabar.com

Nasional

Persiapan Rehabilitasi 21.540 Warga Binaan Terus Digencarkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com