Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Kalsel Diguyur Hujan, Hotspot Masih Bertahan

- Apahabar.com Sabtu, 16 November 2019 - 20:24 WIB

Kalsel Diguyur Hujan, Hotspot Masih Bertahan

Selain titik panas yang kerap menimbulkan kebakaran hutan dan lahan, BMKG juga meminta warga Kalimantan Selatan untuk mewaspadai musim peralihan. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Hujan terus mengguyur Kalimantan Selatan, termasuk pada sore tadi, Sabtu (16/11). Meski demikian, itu belum cukup untuk mengusir titik panas alias hotspot.

Menurut Staf Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Syamsuddin Noor, Uli Mahanani, hujan saat ini masih belum merata penyebarannya.

“Masih bersifat hujan sedang hingga lebat yang terjadi secara tiba-tiba dalam waktu yang relatif tidak lama disertai petir dan angin kencang,” ujarnya kepada apahabar.com, Sabtu (16/11) malam.

Menurutnya, Kalsel tengah memasuki musim peralihan. “Ini adalah ciri hujan pada saat musim peralihan dari kemarau ke musim hujan,” ungkapnya.

Kalsel, kata dia, saat ini belum sepenuhnya memasuki musim penghujan. Titik panas masih terpantau banyak pada hari ini. “Ada 10 hotspot hari ini,” jelasnya.

Titik panas tercatat tersebar di Kabupaten Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, hingga Kabupaten Tanah Bumbu dan 6 titik di Kabupaten Tanah Laut.

Sementara, menyatakan musim hujan perlu pengolahan data 3 dasarian berturut-turut. “Prakiraannya akhir November baru bisa ditentukan,” lanjut Uli.

Dari hasil monitoring terbaru, awal November hujan di Kalsel sebagian besar sudah meningkat dibandingkan Oktober.

“Karena penentuan awal musim hujan di BMKG dengan hujan di atas 50 milimeter/ dasarian berturut-turut, maka kami menunggu data jumlah curah hujan pada pertengahan bulan ini (dasarian kedua),” ujar Forecester Iklim Stasiun Klimatologi Banjarbaru, Khairullah dihubungi terpisah.

Yang jelas, lanjutnya, kini sudah terlihat peningkatan hujan daripada 10 hari sebelumnya. “Jadi untuk menentukan awal musim hujan pada November harus melihat dulu hujan pada dasarian selanjutnya apakah masih tinggi atau tidak.”

Ciri-ciri memasuki musim hujan bila intensitas tinggi selama terus menerus. “Jika sudah masuk musim hujan, curah hujan tentu meningkat,” jelasnya.

Jika berdasarkan prakiraan awal musim hujan BMKG, awal musim hujan didominasi oleh awal dan pertengahan November.

“Kecuali di Kotabaru dan Pulau Laut di akhir November, sedangkan puncak musim hujan pada Desember dan Januari ini,” terangnya.

Kepada masyarakat, Khairullah mengimbau agar waspada perubahan cuaca ekstrem. “Seperti kondisi cuaca yang panas dan tiba-tiba berubah menjadi hujan lebat yang dapat disertai petir, dan angin kencang,” ujarnya.

Baca Juga: Potensi di Balik Kontroversi Gedung Parkir Duta Mall Banjarmasin

Baca Juga: Pacu PAD, Banjarmasin Gratiskan Parkir di Ritel Modern

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Fariz Fadhillah

Sabtu 16 November, BANJARMASIN

Selain titik panas, BMKG meminta masyarakat Kalsel waspadai hal ini. Cek selengkapnya:

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Teliti ‘Tari Tiling Tanggung’, Dessy Rela Naik-Turun Gunung
apahabar.com

Kalsel

Unjuk Rasa di Depan Hotel A Berjalan Damai, Kapolresta Banjarmasin Sampaikan Apresiasi
apahabar.com

Kalsel

Hari Pertama Jabat Wabup HST, Berry ke SKPD dan Forkopimda
apahabar.com

Borneo

Jadi Penolong Handal, Harus Punya Ini
apahabar.com

Kalsel

Korban Gigitan Kobra, Kesembuhan Salasiah Terus Diupayakan
apahabar.com

Kalsel

Beda Persepsi Warga dan Dishub Banjarmasin Soal Tutupnya Jalan Adhyaksa
apahabar.com

Kalsel

KPA Balangan Bagi Masker Gratis Sambil Galang Dana Kebakaran 
apahabar.com

Kalsel

Warga Masih Bisa Gunakan Hak Pilihnya di Atas Pukul 13.00, Asalkan…
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com