ga('send', 'pageview');
Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST Nih, Hasil Swab Wali Kota Banjarmasin Usai Bertemu Nadjmi Adhani




Home Nasional

Kamis, 7 November 2019 - 17:10 WIB

Kasus Penembakan Mahasiswa Kendari, Polri Tetapkan Brigadir AM sebagai Tersangka

Redaksi - apahabar.com

Polri menetapkan seorang oknum polisi sebagai tersangka kasus penembakan mahasiswa Kendari saat demo. Foto - Nanda Perdana Putra/Liputan6.com

Polri menetapkan seorang oknum polisi sebagai tersangka kasus penembakan mahasiswa Kendari saat demo. Foto - Nanda Perdana Putra/Liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – Setelah dilakukan penyidikan polisi menetapkan seorang oknum polisi berinisial Brigadir AM sebagai tersangka kasus kematian Randi, mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari yang tewas tertembak peluru tajam saat aksi demo di sekitar Kantor DPRD Sulawesi Tenggara.

Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Umum Polri, Kombes Chuzaini Patoppoi mengatakan, Brigadir AM ditetapkan sebagai tersangka karena kedapatan membawa senjata api jenis HS saat bertugas mengamankan unjuk rasa.

Hasil uji balistik selongsong peluru yang ditemukan sangat identik dengan senjata yang dibawa oleh Brigadir AM.

“Jadi dari 6 senjata, satu senjata identik dengan dua proyektil dan dua selongsong. Dari hasil uji balistik menyimpulkan 2 proyektil dan 2 selongsong identik dengan senjata api jenis HS yang diduga dibawa oleh Brigadir AM,” kata Patoppoi di kantor Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Kamis (7/11).

Patoppoi menuturkan, dalam kasus tersebut pihaknya telah memeriksa 25 saksi. Enam di antaranya adalah anggota Polri yang menjalani sidang etik dan disiplin, yakni GM, MI, MA alias AM, H, dan E.

Baca juga :  Ledakan Berantai di Beirut, Banyak Korban yang Masih Terperangkap

“Sudah kita lakukan pemeriksaan pada 25 saksi, termasuk enam anggota Polri yang ditetapkan melakukan pelanggaran disiplin,” sambungnya.

Setelah ditetapkan tersangka, Brigadir AM akan langsung dilakukan penahanan. Jerat pidana umum dikenakan kepadanya. “Selanjutnya terhadap Brigadir AM yang telah ditetapkan sebagai tersangka, segera dilakukan penahanan dan berkas perkara akan dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum,” tegasnya.

Atas perbuatannya, Brigadir AM dijerat Pasal 351 ayat (3) dan atau Pasal 359 KUHP subsider pasal 360 KUHP.

Seperti diketahui, kerusuhan terjadi pada Kamis (26/9) sekitar pukul 11.00 WITA ketika elemen mahasiswa di Kendari yang berjumlah 2.000 orang menggelar aksi unjuk rasa. Demonstrasi tersebut awalnya berjalan damai. Bahkan, orasi mereka sempat ditanggapi oleh Ketua DPRD.

Baca juga :  Jokowi Minta Bansos Covid Sinergi dengan Penanggulangan Stunting

“Setelah ada tanggapan dari ketua DPRD, tiba-tiba terjadi pelemparan batu ke arah petugas dan anggota dewan,” ujar Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara Harry Golden Hart kepada JawaPos.com, Sabtu (26/9).

Akibatnya, pasukan pengamanan langsung melakukan aksi pembubaran dan mendorong massa menjauh dari gedung DPRD guna mencegah kerusuhan meluas. Sekitar pukul 16.00 WITA, aparat mendapat informasi ada korban dari pihak pendemo sebanyak lima orang.

Rincian lima korban tersebut adalah Randi, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo yang tewas dengan luka tembak, Yusuf Kardawi, 19, kritis dengan luka parah di kepala dan akhirnya dinyatakan meninggal, serta 3 orang yang mengalami luka ringan dan sesak napas.

Baca Juga: Soal Cadar dan Celana Cingkrang, Komisi VIII Minta Penjelasan Menag

Baca Juga: Teken Perpres, Jokowi Kembali Hidupkan Jabatan Wakil Panglima TNI

Sumber: Jawapos.com
Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Diduga Terlibat Terorisme, Densus Tangkap Polwan di Polda Malut
apahabar.com

Nasional

Siti Nurbaya, Calon Menteri Kedua dari NasDem yang Dipanggil Jokowi
apahabar.com

Nasional

Dikepung Asap, Rute Sementara Lion Air Dialihkan
apahabar.com

Nasional

Terjebak di Laut Lepas, Lima Nelayan Bone Sempat Dihantam Ombak Besar
apahabar.com

Nasional

Jemaah Haji Diminta Waspada Dehidrasi
apahabar.com

Nasional

Jebol Pintu untuk Evakuasi Wanita 350 Kg di Kalteng
apahabar.com

Nasional

Breaking News: Pasien Positif Corona di Indonesia Bertambah Jadi 4 Orang
apahabar.com

Nasional

Rusuh Papua, Ratusan Napi Lapas Sorong Masih Kabur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com