apahabar.com
Ratusan kios pedagang di Pasar Kemakmuran Kotabaru ludes diamuk si jago merah, Senin malam. Foto-Istimewa

apahabar.com, KOTABARU – Meski tak ada korban jiwa, kebakaran hebat di Pasar Kemakmuran Kotabaru tadi malam menyisakan kerugian yang mendalam.

Tak kurang dari 100 kios milik pedagang hangus terbakar pada Senin (18/11) malam, sekitar pukul 23.00.

Salah satu yang paling merugi adalah Organisasi Pedagang Ikan dan Nelayan (OPIN) Kotabaru. Gudang OPIN, beserta isinya jadi korban amukan si jago merah.

“Kalau dihitung kerugiannya, sampai lah miliaran,” ujar Abu, Ketua OPIN didampingi humasnya Syahriansyah kepada apahabar.com, Selasa siang.

apahabar.com
Ketua OPIN Abu (paling kiri) saat berada di sekitar kebakaran. Foto-Syahriansyah for apahabar.

Padahal sebelum kejadian, kata dia, barang berupa ikan dan Lobster baru saja tiba. “Dan semua masuk gudang itu. Belum lagi peralatan pendingin yang ada di situ,” ujarnya lirih.

Saat ia tiba, mulanya api sudah berkobar cukup besar namun belum sampai ke gudang OPIN. “Kobarannya masih di sekitaran pasar kelapa,” jelas dia. “Saat itu, kami juga sempat berusaha masuk gudang, tapi tidak membuahkan hasil lantaran api sangat cepat merembet ke gudang,” ujarnya.

Pasca-kebakaran, Abu berharap pemerintah daerah segera turun tangan agar para pedagang ikan di sana dapat kembali berjualan. “Menurut hemat kami, bangunan pasar yang terbakar itu sudah tidak layak kondisinya. Instalasinya semerawut, bangunannya itu berbahan kayu. Sangat mudah terbakar. Kalau bisa dibangun pasar yang permanen, supaya lebih aman,” harapnya.

Sebelumnya, kebakaran semalam membuat geger warga Kotabaru. “Sekitar jam 11 tadi malam kejadiannya. Api berkobar sekitar dua jam, dan menghanguskan seratus unit kios di los pasar daging,” ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Kotabaru H Rusian Ahmadi Jaya, pagi tadi.

Sejauh ini, asal api masih dalam proses penyelidikan kepolisian. “Jadi, penyebab, dan asal api kami belum tau dari bagian mana. Biar petugas nanti yang memberi keterangan. Intinya, pasar itu mestinya tidak boleh dijadikan tempat tinggal. Lah, di sana masih ada yang dibikin tempat tinggal,” ujar dia.

Baca Juga: Kebakaran Pasar Batuah: Koordinasi Telat, Irwan Tewas Tersetrum

Baca Juga: Kebakaran Pasar Batuah, Warga Dengar 3 Kali Bunyi Ledakan

Reporter: Ahc20
Editor: Fariz Fadhillah