Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0 Alasan Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin Terancam Batal Beredar Video 62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah Saat Demo Anti UU Omnibus Law, Sosok Pelaku Terekam? Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’ Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura

Kembangkan Tanaman Langka di Kebun Raya Banua

- Apahabar.com Jumat, 29 November 2019 - 17:36 WIB

Kembangkan Tanaman Langka di Kebun Raya Banua

Kebun Raya Banua. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Kalimantan Selatan tak hanya memiliki sumber daya alam, tapi juga kaya dengan buah langka.

Tak ingin keberadaan buah langka itu lambat laun punah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel berupaya melakukan pengembangan. Salah satu tempat untuk pengembangan adalah Kebun Raya Banua yang berada di kawasan Kantor Pemprov Kalsel di Banjarbaru.

Kepala Kebun Raya Banua Agung Stresno mengakui kalau pihaknya akan melakukan pengembangan buah langka, diantaranya kelompok mangga yaitu kulipisan (asam buluh), rawarawa dan tandui.

Kesepakatan mengembangkan buah langka asal Kalimantan Selatan itu pun mengemuka dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) Raperda tentang Pengelolaan Kawasan Kebun Raya Banua.

Kembali keterangan Agung, tak hanya jenis mangga, tanaman pohon durian yang mencapai puluhan species seperti karatung, balangkasua, rukam dan bangkinang juga akan dikembangkan di Kebun Raya Banua.

Sedangkan tanaman obat-obatan antara lain pasak bumi tabat Barito yang mempunyai khasiat untuk kesehatan, ulur-ulur untuk obat ambiean pun akan dikembangkan pihaknya.

“Melalui Kebun Raya Banua kita dapat melestarikan dan mengembangkan tanaman khas lokal yang kini mulai langka,” ungkapnya.

Tujuan pengembangan itu, agar generasi muda yang belum mengenal taman langka seperti balangkasua, rukam dan bangkinang bisa tahu.

Selain sebagai wadah untuk pelestarian, Kebun Raya Bogor pun jadi tempat pendidikan lapangan. Siapa saja, termasuk generasi muda bisa datang ke Kebun Raya Banua untuk melihat langsung tanaman-tanaman langka dari daerah ini.

Sementara itu, Wakil Ketua Pansus Raperda Kebun Raya Banua, Zulfa Asma Vikra menyambut positif terhadap pengajuan raperda dari pemerintah daerah ini.

“Dengan keberadaan payung hukum, Kebun Raya Banua akan semakin maju dan berkembang,” harapnya.

Baca Juga: Fraksi PDIP dan Golkar Sepakat dengan Raperda Pengelolaan Kebun Raya Banua

Baca Juga: Komisi III DPRD Banjarmasin Coba Ungkap Fakta Bangunan Parkir ‘Liar’ Duta Mall 

Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Operasi Yustisi TNI-Polri di Pengaron, 7 Warga Terjaring Tak Kenakan Masker
apahabar.com

Kalsel

Komplek Pendopo Bersinar Tabalong Dijaga Petugas Gabungan, Ada Apa?
apahabar.com

Kalsel

Terungkap di Persidangan, Begini Kondisi Kejiwaan Nabi Palsu di HST
apahabar.com

Kalsel

Renovasi Rampung, Taman Kamboja Dipastikan Tetap Gratis
apahabar.com

Kalsel

Swab Massal di Tabalong, Harap-harap Cemas Menanti Hasil
apahabar.com

Kalsel

Belum Ada Transmisi Lokal, Puluhan ODP di Tapin Rela Diisolasi

Kalsel

Sosok Salamah, Korban KDRT Sadis di Kintap Tala yang Sempat Diminta Ortu Pulkam
apahabar.com

Kalsel

Besuk Polisi Sakit di RS Bhayangkara, Kapolda Kalsel: Biaya Ditanggung Kapolri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com