Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Keuangan RSUD Ulin ‘Di Ujung Tanduk’, Memelas BPJS Kesehatan Bayar Tunggakan

- Apahabar.com Sabtu, 16 November 2019 - 13:00 WIB

Keuangan RSUD Ulin ‘Di Ujung Tanduk’, Memelas BPJS Kesehatan Bayar Tunggakan

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, Hj Suciati memaparkan kepada wartawan soal Tunggakan yang hingga kini belum juga dibayar BPJS Kesehatan. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Hingga kini BPJS Kesehatan belum juga memenuhi kewajiban membayar tunggakan Rp 60 miliar ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin.

Padahal kondisi rumah sakit milik Pemprov Kalsel itu sudah ‘di ujung tanduk’. Sebab dari Juli hingga Agustus 2019, BPJS Kesehatan belum juga memenuhi kewajiban membayar tunggakan.

Pihak rumah sakit bahkan sudah melayangkan tagihan ke pihak BPJS. Rencana akan dibayar segera sebelum akhir tahun.

“Jangan sampai awal tahun belum cair, kita rumah sakit bisa bahaya. Nanti bagaimana menjalankan pelayanan,” ujar Direktur Utama RSUD Ulin Banjarmasin Hj Sucianti, Sabtu (16/11).

Menurutnya, tunggakan tersebut bisa membuat RSUD bangkrut lantaran kritisnya keuangan. Tunggakan BPJS berimbas ke operasional RSUD Ulin yang sudah mulai ngos-ngosan.

Namun pihaknya tak mau memutuskan mengambil pinjaman bank. Langkah itu tak ingin diambil Sucianti, meski tidak ada pilihan lagi.

Padahal talangan diambil untuk memastikan pelayanan RSUD di Jalan Ahmad Yani Km 1 itu tetap berjalan.

“Kita tak ambil risiko itu, yang bisa kita harapkan cuma BPJS membayar tunggakannya. Jika hutang di Bank, kasihan RSUD melayani dengan dana hutangan,” tuturnya.

Sedangkan tunggakan BPJS ke RSUD Ulin Banjarmasin pada September hingga Desember akan dibayar tahun 2020.

Menurutnya, kisaran dananya kemungkinan mencapai 100 Milyar lebih.

“Tahun depan juga semoga tak telat untuk membayar tunggakannya,” imbuhnya.

Sucianti menambahkan pihaknya pun masih berharap dengan pihak BPJS untuk membayar tunggakannya. Itu agar RSUD bisa mengakses layanan kesehatan kepasian yang ingin berobat.

Selain itu untuk membayar makan pasian, obat, gajih pegawai dan listrik yang merupakan kebutuhan wajib.

Kemudian untuk peralatan kesehatan, pihaknya ingin membaik yang sifatnya sangatlah urgent melayani pengunjung.

“Mudahan mudahan tunggakan BPJS ini bisa dilunasi agar kita bisa membayar kewajiban RSUD,” tegasnya.

Baca Juga: Utang BPJS ke RSUD Ulin, Manajemen Harap-Harap Cemas

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

pedagang

Kalsel

Resahkan Pedagang, Anjal dan Pengamen Nakal di Banjarmasin Siap Ditindak
apahabar.com

Kalsel

Mereka yang Berpeluang ke DPRD Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Gara-Gara Banjir, SD di Tapin Dikira Libur
apahabar.com

Kalsel

Kala Cempaka Jadi Pertambangan Rakyat: Aman Menolak, Walhi Usulkan Kajian Menyeluruh
apahabar.com

Kalsel

Tak Ada Alat Uji Corona di Kalsel, DPR RI Perjuangkan Anggaran di Pusat
apahabar.com

Kalsel

Atap Terbakar Dikira Suara Hujan, Tiga Rumah Ludes di Mataraman
apahabar.com

Kalsel

Bertambah 26 Kasus Covid-19 di Kalsel, Terbanyak dari Tabalong
apahabar.com

Kalsel

Tak Cuma Bagi Tips Sukses, MHM Canangkan Beasiswa di ULM
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com