apahabar.com
Ilustrasi Peternakan sapi. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Di pinggir Jalan Columbus, Ohio, Amerika Serikat ada Bismi Allah Farms, sebuah peternakan yang dari namanya terlihat menujukkan frase Arab yaitu Bismillah atau yang berarti ‘dalam nama Allah SWT’.

Tentu, nama ini digunakan tidak sembarangan, melainkan menunjukkan bahwa aktivitas yang dilakukan di sana didasarkan ketentuan Islam.

Ahmed Fram, pemilik Bismi Allah Farms adalah seorang imigran Muslim asal Maroko yang datang ke AS bersama keluarganya. Ia secara tidak sengaja mendirikan peternakan yang kini mendapat lisensi pemotongan halal dan pada akhirnya mempertemukan apa yang dibutuhkan oleh banyak umat Islam di seluruh dunia.

Kambing dan domba terlihat mengisi peternakan itu, dengan mereka yang bergerak bebas di halaman yang luas sambil memakan rumput. Sesekali, juga ada sapi yang melintas atau ikut bersantai pada padang rumput.

Awal mula peternakan ini didirikan adalah pada 2007, setelah Fram yang merupakan seorang tukang kayu di negara asalnya memutuskan pindah ke AS bersama keluarga untuk mencari kehidupan yang lebih tenang. Ia mengakui jika pada awalnya peternakan ini ada bukanlah sebagai bisnis, namun untuk saling memantu.

Fram mendapatkan permintaan untuk melakukan pemotongan hewan secara halal dan dari hari ke hari, jumlahnya semakin besar. Dari sana, ia berpikir untuk mendapatkan lisensi resmi sebagai peternakan Muslim yang menjamin kehalalan daging hewan ternak, sesuai dengan syariat Islam.

Peternakan yang menjadi rumah pemotongan hewan halal milik Fram melayani berbagai komunitas di area Columbus, kota terbesar di Ohio. Tentu saja, sebagian besar pelanggan Bismi Allah Farms adalah Muslim.

Bahkan, banyak orang yang sering datang langsung ke peternakan, meski daging halal dapat ditemukan di toko bahan makanan dan toko khusus lainnya di Columbus.

Menurut, Soukaina Fram, anak tertua Ahmed, mereka datang untuk berinteraksi langsung dengan komunitas Muslim dan melihat secara langsung proses pemotongan yang halal.

Baca Juga: Bincang Tentang Gus Dur dan Abah Guru, Ulama Masa Kini yang Makamnya Ramai Diziarahi

Baca Juga: Konfercab NU HST, Kepengurusan Baru Harus Membawa Kemaslahatan

Sumber: Republika
Editor: Syarif