Bantu Korban Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan Kapolresta Palangka Raya: Langgar PPKM Bakal Ditindak Tegas! Kasus Covid-19 Meningkat, Palangka Raya Resmi Terapkan PPKM Duka Awal Tahun, Dahsyatnya Banjir Kalsel hingga Sriwijaya Jatuh Peduli Banjir Kalsel, Relawan Barut Siap Salurkan Bantuan Puluhan Juta

Komisi II DPRD Banjarmasin Apresiasi Perwali Pengendalian Gas 3kg

- Apahabar.com Kamis, 14 November 2019 - 10:39 WIB

Komisi II DPRD Banjarmasin Apresiasi Perwali Pengendalian Gas 3kg

Ilustrasi antrian gas LPG 3 Kg. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah kota Banjarmasin (Perwali) berencana mengeluarkan kebijakan tentang larangan bagi pengecer untuk menjual gas elpiji 3kg dan mengeluarkan kartu pengendali distribusi gas tersebut. Rencana tersebut pun diapresiasi Komisi II DPRD Banjarmasin.

Ketua Komisi II, M Faisal Hariyadi menyebut, kartu pengendali yang akan dikeluarkan Pemkot di awal tahun 2020 menjadi solusi pendistribusian gas elpiji bagi masyarakat miskin di Banjarmasin.

“Jadi setelah mendengarkan penjelasan dari Pemkot, Perwali ini salah satu cara memecahkan masalah pendistribusian gas elpiji, sehingga diharapkan ke depan distribusi itu tepat sasaran kepada masyarakat yang memang layak menerima gas elpiji subsidi,” ujarnya.

Faisal menerangkan, ada kurang lebih 40 ribu warga Banjarmasin yang seharusnya tersalurkan secara efektif gas elpiji. Namun kenyataannya di lapangan menunjukkan distribusi itu tidak sampai, bahkan harga dari gas elpiji melon melambung tinggi di luar Harga Ecer Tertinggi (HET).

apahabar.com

Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, M Faisal Hariyadi. Foto- apahabar.com/Ahya Firmansyah

“Ini lah yang dikeluhkan masyarakat, harga HET yang seharusnya Rp17.500, nyatanya di lapangan dari hasil reses kami waktu lalu banyak keluhan warga harga gas bisa mencapai Rp30.000 sampai Rp35.000,” jelasnya.

Dia pun berharap, dengan dikeluarkannya Perwali dan kartu pengendali gas elpiji itu, maka permasalahan penyaluran gas elpiji ke masyarakat bisa teratasi dan tidak ada lagi keluhan masyarakat atas mahalnya gas elpiji 3kg.

Faisal menyebut, seyogyanya kuota gas elpiji 3kg di Banjarmasin sudah memenuhi kuota masyarakat miskin. Untuk itu, dia berharap dengan adanya Perwali bisa menindak tegas pengecer yang masih menjual gas elpiji 3kg dengan memberikan sanksi.

“Selama ini pertamina mengaku sudah menyalurkan sesuai kuota yang ada dan tidak kekurangan. Hanya saja penyaluran ini yang tidak mengena kepada masyarakat yang seharusnya membutuhkan, masih banyak pengecer yang menjual kepada masyarakat di luar yang seharusnya menerima,” sebutnya.

Komisi II pun berharap, Pemkot memperhatikan bagaimana eksekusi Perwali ini, agar tidak menimbulkan problem baru di masyarakat.

“Nah, karena ini nanti sudah tidak lagi dijual di eceran. Sekarang yang kita inginkan bagaimana nantinya jangan sampai ada antrian panjang saat pendistribusian dari pangkalan ke masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga: Makian ‘Babungulan’ Wakil Komisi II DPRD Banjarbaru Berujung Laporan Polisi

Baca Juga: Bangkai Ikan Mati Cemari Sungai, Komisi III DPRD Banjarmasin Bersikap

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Cegah Eksploitasi Anak Jadi Badut Jalanan, Dinsos Kalsel Ingatkan Peran Keluarga
apahabar.com

Kalsel

Bawaslu Tanbu Sumbang 1 Ton Beras untuk Penanganan Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Terungkap, Duta Mall Banjarmasin Belum Kantongi Izin Gedung Parkir
apahabar.com

Kalsel

Sempat Berangsur Turun, Positif Covid-19 di Banjarbaru Kini Bertambah 3
apahabar.com

Kalsel

Cegah Demam Berdarah di Banjarmasin Utara, TNI Turun Tangan
apahabar.com

Kalsel

Sidak ke RSUD Ulin, Ini Fakta yang Bikin Wakil Rakyat Tercengang
Banjir

Kalsel

Dihantui Banjir Susulan, 745 Warga Desa Kunyit Tala Diungsikan
apahabar.com

Kalsel

Kios Kelontong Terbakar di Kelayan B Ternyata Jual Bensin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com