Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan Daftar Lengkap 64 Link Pengumuman CPNS 2019, sscn.bkn.go.id & Berkas Online yang Harus Disiapkan! Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru

KPAI Minta Tokoh Agama Jadi Pelopor Perlindungan Anak

- Apahabar.com Rabu, 20 November 2019 - 12:35 WIB

KPAI Minta Tokoh Agama Jadi Pelopor Perlindungan Anak

Seorang guru agama di SMA Tamban mencabuli belasan anak muridnya sendiri. Tampak, tersangka S (50) saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Batola, Selasa (19/11) kemarin. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, JAKARTA – Para tokoh agama diharap menjadi pelopor dalam upaya pelindungan anak. Komisi Pelindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat kasus-kasus yang menjadikan anak sebagai korban semakin beragam.

“Karena itu kami mengadakan halaqoh bersama para tokoh agama agar mereka bisa menjadi pelopor pelindungan anak di komunitasnya, di pesantrennya, dan di kalangan jemaahnya,” kata Ketua KPAI Susanto di sela-sela Halaqah Pelindungan Anak di Jakarta, Rabu (20/11), dikutip apahabar.com dari Antara.

Susanto mengatakan kasus-kasus yang menjadikan anak sebagai korban semakin beragam, seperti kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, kekerasan siber, pornografi, dan lain-lain.

Di sisi lain, Susanto menilai tokoh agama memiliki peran sentral dan banyak peran di masyarakat sebagai pendakwah, pendidik, hingga figur tempat masyarakat berkonsultasi dalam banyak hal.

“Dengan ada peran tokoh agama, KPAI berharap kepeloporan pelindungan anak semakin tinggi dan kasus kekerasan terhadp anak semakin menurun,” tuturnya.

Susanto mengatakan tokoh agama bisa ikut berperan dalam penguatan karakter anak sebagai generasi masa depan bangsa. Apalagi pembangunan sumber daya manusia yang unggul juga telah menjadi hajat besar negara Indonesia.

“Penguatan karakter anak telah menjadi bagian dari program prioritas negara ini. Karena itu, penguatan karakter anak semakin hari harus semakin baik,” katanya.

Selain itu, budaya pelindungan anak harus tumbuh di masyarakat, baik di lingkungan keluarga, lingkungan sosial terkecil, lingkungan majelis taklim, dan lingkungan lainnya.

Susanto berharap budaya pelindungan anak bisa semakin tumbuh di masyarakat dengan berbagai variasi model, misalnya, masjid ramah anak, pesantren ramah anak, atau majelis taklim ramah anak.

“Dengan begitu, pelindungan anak ke depan semakin baik dan generasi kita di masa depan juga semakin unggul. Itu tujuan mulia yang kita inginkan,” ujarnya.

KPAI mengadakan Halaqoh Pelindungan Anak bertema “Peran Tokoh Agama dalam Membangun Budaya Pelindungan Anak untuk Mewujudkan SDM Unggul” yang diikuti para tokoh agama Islam dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Baca Juga: Keji! Guru Ngaji di Tamban Cabuli Belasan Siswa SMA

Baca Juga: Lagi, Sidang Kasus Pencabulan di Ponpes Limpasu Ditunda Hakim

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: Pasien Sembuh 43.268 Orang dari 84.882 Kasus Positif
apahabar.com

Nasional

Mendagri Instruksikan Kepala Daerah Bakar E-KTP Rusak
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Tanggapi KPK Menetapkan Sofyan Basir Tersangka
apahabar.com

Nasional

Rekonstruksi Mutilasi Sungai Tabuk: Korban Melawan sebelum Dihabisi
apahabar.com

Nasional

Waspada! Hari Ini 8 Titik Api Terdeteksi di Kalsel, Cek Lokasinya
apahabar.com

Nasional

Angin Segar untuk Guru Honorer, Seleksi Honorer Jadi Setara PNS Digelar 2019
apahabar.com

Nasional

Belum Terima Bantuan Kuota Internet, Nadiem Minta Siswa Tidak Khawatir
apahabar.com

Nasional

Rp 143 Miliar Dari Korsel Untuk Palu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com