Update Covid RI 15 Oktober, Kalsel Sembilan Terbawah, Jakarta Teratas PDIP Pamer Jago Capres 2024: Puan, Ganjar hingga Mardani H Maming KPK Tinggalkan Markas Brimob Tabalong, Penyidikan Berlanjut Acil Pasar Terapung Siap-Siap, Siring Piere Tendean Bakal Dibuka Lagi! OTT Amuntai, Enam Mobil Tiba di Brimob Tabalong

KPK Keluhkan Rekomendasinya Diabaikan Pemerintah

- Apahabar.com     Rabu, 27 November 2019 - 20:24 WITA

KPK Keluhkan Rekomendasinya Diabaikan Pemerintah

Ilustrasi KPK. Foto-GATRA/Ardi Widi Yansah/far

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif mengungkapkan ada sejumlah rekomendasi lembaganya diikuti pemerintah namun ada yang diabaikan.

“Contoh ESDM dulu mereka ingin memasang flow meter di pipa untuk ikut berapa lifting minyak dan gas di Indonesia, kita sudah bilang itu tidak boleh karena tidak akan efektif kajiannya namun tetap dilaksanakan,” kata Laode dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (27/11).

Selain itu menurut dia, mengenai izin tambang sekitar 60 persen dianggap ilegal, tidak ada satupun yang dihukum.

Bahkan dari ESDM menurut dia, untuk tambang ilegal saja, mereka punya PPNS namun sampai hari ini tidak ada satu kasus pun yang diselidiki dan dilidik.

“Padahal jelas sekali yang tidak bayar jaminan reklamasi banyak, tidak tutup lobang tambang banyak,” ujarnya.

Selain itu menurut dia, rekomendasi untuk Hak Guna Usaha (HGU) kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) agar dibuka padahal itu adalah keputusan pengadilan tertinggi sudah dikuatkan namun sampai saat ini tidak dibuka untuk umum.

Dia juga mengeluhkan terkait kebijakan satu peta nasional atau “One Map Policy” yang hingga saat ini tidak dibuka.

“Bahkan saya sampaikan di sini, yang baru siap itu baru Kalimantan Tengah, itu pun masih rekonsiliasi, tidak ada petanya. Apakah kami sudah instruksikan dan rekomendasikan? Sudah,” katanya.

Dia menegaskan sebenarnya banyak sekali rekomendasi yang disampaikan KPK dalam kaitannya untuk pencegahan namun tidak dilaksanakan bahkan terkesan lembaganya tidak dihargai.

Menurut dia, langkah pencegahan yang dilakukan KPK sangat banyak namun tidak pernah ditulis media karena yang diberitakan soal Operasi Tangkap Tangan (OTT).

“Jadi banyak sekali rekomendasi KPK itu dan saya terus terang kadang agak merasa tidak dihargai, termasuk oleh bapak (DPR). Pencegahan KPK banyak kami lakukan namun tidak pernah ditulis, yang ditulis teman-teman media soal OTT,” ujarnya.

Baca Juga: Deputi KPK Bangga DJKN Kalselteng Terapkan Zona Integritas

Baca Juga: Bertemu Erick Thohir, Ini yang Dibahas Mantan Pimpinan KPK Chandra Hamzah

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Mengenaskan, Balita Dicekoki Air oleh Sang Ibu hingga Tewas
apahabar.com

Nasional

Indonesia Persiapkan Labuan Bajo untuk Pertemuan G20, Presiden: Pekerjaan Besar
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Ahok Masuk Bursa Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru
apahabar.com

Nasional

Dua Roket Mendarat di Zona Hijau Baghdad
Bio Farma

Nasional

Bio Farma Diminta Produksi 40 Juta Dosis Vaksin Covid-19 per Bulan

Nasional

Jokowi Minta Soal Vaksin Covid-19 Jangan Tergesa-gesa
Bansos

Nasional

3 Bansos Cair Esok, Menteri Risma: Tak Untuk Beli Rokok!

Nasional

24 Pegawai KPK Tak Lolos TWK akan Dibina
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com