Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB Seruan Tokoh Tanah Bumbu: Pendukung SHM-MAR Jangan Ikut Sebar Hoaks dan Fitnah

KPK Keluhkan Rekomendasinya Diabaikan Pemerintah

- Apahabar.com Rabu, 27 November 2019 - 20:24 WIB

KPK Keluhkan Rekomendasinya Diabaikan Pemerintah

Ilustrasi KPK. Foto-GATRA/Ardi Widi Yansah/far

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif mengungkapkan ada sejumlah rekomendasi lembaganya diikuti pemerintah namun ada yang diabaikan.

“Contoh ESDM dulu mereka ingin memasang flow meter di pipa untuk ikut berapa lifting minyak dan gas di Indonesia, kita sudah bilang itu tidak boleh karena tidak akan efektif kajiannya namun tetap dilaksanakan,” kata Laode dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (27/11).

Selain itu menurut dia, mengenai izin tambang sekitar 60 persen dianggap ilegal, tidak ada satupun yang dihukum.

Bahkan dari ESDM menurut dia, untuk tambang ilegal saja, mereka punya PPNS namun sampai hari ini tidak ada satu kasus pun yang diselidiki dan dilidik.

“Padahal jelas sekali yang tidak bayar jaminan reklamasi banyak, tidak tutup lobang tambang banyak,” ujarnya.

Selain itu menurut dia, rekomendasi untuk Hak Guna Usaha (HGU) kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) agar dibuka padahal itu adalah keputusan pengadilan tertinggi sudah dikuatkan namun sampai saat ini tidak dibuka untuk umum.

Dia juga mengeluhkan terkait kebijakan satu peta nasional atau “One Map Policy” yang hingga saat ini tidak dibuka.

“Bahkan saya sampaikan di sini, yang baru siap itu baru Kalimantan Tengah, itu pun masih rekonsiliasi, tidak ada petanya. Apakah kami sudah instruksikan dan rekomendasikan? Sudah,” katanya.

Dia menegaskan sebenarnya banyak sekali rekomendasi yang disampaikan KPK dalam kaitannya untuk pencegahan namun tidak dilaksanakan bahkan terkesan lembaganya tidak dihargai.

Menurut dia, langkah pencegahan yang dilakukan KPK sangat banyak namun tidak pernah ditulis media karena yang diberitakan soal Operasi Tangkap Tangan (OTT).

“Jadi banyak sekali rekomendasi KPK itu dan saya terus terang kadang agak merasa tidak dihargai, termasuk oleh bapak (DPR). Pencegahan KPK banyak kami lakukan namun tidak pernah ditulis, yang ditulis teman-teman media soal OTT,” ujarnya.

Baca Juga: Deputi KPK Bangga DJKN Kalselteng Terapkan Zona Integritas

Baca Juga: Bertemu Erick Thohir, Ini yang Dibahas Mantan Pimpinan KPK Chandra Hamzah

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pelempar Rumah Menteri Susi Suka Dengar Bisikan Gaib
apahabar.com

Nasional

Dalam Sehari Tercatat 10.633 Kasus Baru Covid-19 di Rusia
apahabar.com

Nasional

Wamenag Dukung Pengembalian Aset First Travel ke Korban
apahabar.com

Nasional

Beda Pandangan Soal Teriakan ‘Jokowi Wae’ Saat Prabowo di Surabaya
apahabar.com

Nasional

RUU Pesantren Disahkan September, Ini Catatannya
apahabar.com

Nasional

Gerebek Kasino di Apartemen Robinson, Polisi Amankan 133 Orang
apahabar.com

Nasional

Jokowi Kedatangan Tamu Rapper Indonesia yang Berprestasi di Amerika
apahabar.com

Nasional

Diundang Raja Salman ke Arab Saudi, Jokowi Sempatkan Ibadah Umrah di Tanah Suci
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com