Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

Letusan Merapi Picu Hujan Abu

- Apahabar.com Minggu, 17 November 2019 - 19:51 WIB

Letusan Merapi Picu Hujan Abu

Merapi meletus. Foto-CNN Indonesia

apahabar.com, SLEMAN – Setelah meletus pada 9 November 2019 kemarin, Merapi kembali berulah pada Minggu (17/11)  hari ini. Letusan tersebut mengakibatkan hujan abu untuk daerah sekitarnya.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida mengatakan, kegempaan memang kembali meningkat sebelum letusan. Malah sudah terjadi sejak 15-16 November.

Seismograf mencatat gempa rata-rata vulkano tektonik (VTA) 15 kali per hari dan multifase (MP) 75 kali per hari. Pada 17 November, ada tiga kali VTA, empat kali VTB (dangkal) dan 16 kali MP.

“Peningkatan kegempaan ini diduga mencerminkan akumulasi tekanan gas di bawah permukaan kubah yang berasal dari dapur magma di kedalaman lebih dari tiga kilometer,” kata Hanik kepada wartawan, Ahad (17/11).

Kemudian, 17 November sekitar 10.46 terjadi letusan yang terekam di seismogram dengan amplitudo 70 milimeter dan durasi 155 detik. Awan panas meluncur dengan jarak lebih dari satu kilometer ke Kali Gendol.

Selain itu, kolom asap letusan mencapai tinggi lebih dari 1.000 meter dari puncak. Antisipasi gangguan ke penerbangan, Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) diterbitkan dengan kode warna orange.

“Hujan abu dilaporkan terjadi di sekitar Gunung Merapi dengan arah dominan ke sektor barat sejauh 15 kilometer dari puncak, yaitu di sekitar Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang,” ujar Hanik.

Ada pula hujan abu terjadi di sekitar Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Magelang. Selain awan panas, masyarakat diminta mewaspadai runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif.

Ia menekankan, kejadian semacam ini masih dapat terus terjadi sebagai indikasi suplai magma dari dapur magma masih berlangsung. Ancaman bahaya berupa awan panas dari bongkaran material kubah lava.

Kotoran material vulkanik dengan jangkauan lebih dari tiga kilometer. Itu berdasarkan volume kubah yang sebesar 416.000 meter kubik dan berdasarkan data drone pada 30 Oktober 2019.

“Masyarakat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa di luar radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi,” kata Hanik.

Untuk informasi resmi aktivitas Gunung Merapi, masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) terdekat.

Setelah letusan, secara meteorologi, Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Babadan, Yulianto melaporkan, cuaca cerah, dan berawan. Angin bertiup sedang hingga kencang ke arah barat.

“Suhu udara 24,1-31,5 derajat celcius, kelembaban udara 17-51 persen dan tekanan udara 628,6-708,9 milimeter merkuri. Asap kawah tidak teramati,” ujar Yulianto.

BPPTKG tetap merekomendasikan area dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi agar tidak ada aktivitas manusia. Seperti letusan sebelumnya, masyarakat agar mengantisipasi awan panas.

Kemudian, mewaspadai bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak. Yang berbeda, setelah letusan Minggu (17/11) siang BPPTKG turut meminta masyarakat mewaspadai letusan eksplosif.

Baca Juga: Gempa Tektonik Dapat Picu Peningkatan Aktivitas Vulkanisme

Baca Juga: Pilot Pingsan, Pesawat Batik Air Mendarat Darurat di Bandara El Tari Kupang

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

‘Berambangan’ dengan Istri, Malah Nenek Sendiri Diperkosa
apahabar.com

Nasional

Ibu Kota Mulai Terkepung Asap, Kalsel Siaga Bencana
apahabar.com

Nasional

PBNU Tegaskan Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber di Lampung Harus Dihukum Berat
apahabar.com

Nasional

Jumlah Penumpang Pesawat Melalui Adi Soemarno Turun
apahabar.com

Nasional

Laporan Kematian Akibat Virus Corona di Hubei Kembali Bertambah
apahabar.com

Nasional

Tren Pariwisata Global Berubah, Jokowi: Pengusaha Harus Siap
apahabar.com

Nasional

KLHK Segel 2 Lokasi Kebakaran Lahan Perusahaan di Kalteng
apahabar.com

Nasional

Viral, Dua Pria Taruhan Tanah dalam Pilpres
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com