apahabar.com
Letnan Satu H Awang Nasir. Foto-Net

apahabar.com, PARINGIN – Letnan Satu (Lettu) H Awang Nasir dikenal merupakan salah satu tokoh pejuang kemerdekaan dari Desa Lampihong Kiri Kabupaten Balangan.

Makam Awang Nasir yang berada di tepi Jalan Desa Lampihong Kiri, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan dipindahkan ke Makam Pahlawan Tabur Desa Teluk Bayur Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan.

Prosesi pemindahan dihadiri pihak keluarga. Linda Haryati salah satu putri sang pahlawan yang turut menghadiri pembongkaran makam ayahnya terlihat haru. Walau ia sendiri mengaku tidak pernah melihat sosong sang ayah yang dikenal sebagai pejuang.

“Kurang lebih 40 hari sebelum saya dilahirkan, bapak meninggal. Sehingga saya tidak pernah bertemu dan merasakan secara langsung kasih sayangnya. Ini peristiwa bersejarah bagi saya. Inilah kali pertama saya akan melihat bapak,” ungkapnya sambil menyeka air mata yang jatuh satu-satu di pelopok matanya.

Dengan ditemani saudara-saudaranya, Linda menuturkan, bapaknya, Letnan Satu Awang Nasir yang terlahir di Pulau Pinang pada 10 Desember 1925 meninggal 3 Februari 1980 di lampihong. Merupakan mantan Heiho yang selanjutnya menjadi anggota Badan Keamanan Rakyat atau BKR, dan saat masa kemerdekaan berkarier dalam Tentara Nasional Indonesia.

“Dari cerita almarhum mama, sejak tahun 1942 seperti halnya pemuda dimasa itu, semangat berjuang melawan penjajah telah tumbuh subur. Sempat menjadi anggota Heiho, dan selanjutnya berjuang di seputaran wilayah Dangu Birayang dan Balangan. Bahkan almarhum mama, Hajjah Masrah yang menikah dengan bapak tahunn 1948 , pernah merasakan hidup dalam hutan semasa perjuangan,” ujarnya.

Ditambahkanya, setelah memasuki masa kemerdekaan ayahnya yang dikarunia 13 orang anak kini tetap aktif menjadi Tentara Nasional Indonesia dan selama bertugas sering berpindah-pindah tempat.

“Sempat menetap di Pulau Jawa, akhirnya kembali ke Kalimantan dan bertugas di Danau Panggang Kabupaten Hulu Sungai Utara. Juga sempat di Kecamatan Lampihong, dan Paringin. Selanjutnya beliau menetap di Lampihong sampai akhir hayat,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri pertemuan, Linda mewakili semua saudaranya juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah Kabupaten Balangan yang telah memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi untuk almarhum bapaknya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Balangan, H Ribowo yang ditemui ditempat yang sama mengungkapkan, tujuan dari pemindahan ini selain sebagai bentuk penghormatan yang sedalam-dalamnya akan jasa-jasa para pejuang, juga merupakan upaya untuk mengumpulkan makam-makam para pahlawan di Balangan pada Makam Pahlawan Tabur di Kecamatan Juai.

“Sampai saat ini, hanya ada 1 makam yang berada di Taman Makam Pahlawan Tabur tersebut. Dan hari ini akan bertambah satu lagi. Yaitu makam untuk Lettu Haji Awang Nasir yang dipindahkan ini,” terangnya.

Dibeberkannya, Lettu Haji Awang Nasir ini memang seorang pahlawan. Setidaknya ada Sembilan penghargaan yang diterima selama hidupnya.

Diantaranya Satyalancana Gerakan Operasi Militer V ditandatangani menteri pertahan Djuanda 1950, Satyalancana kesetiaan ditandatangani Menteri Pertahanan Djuanda 1959, Satyalancana Peristiwa Perang Kemerdekaan kesatu ditandatangani menteri pertahanan Djuanda 1960.

Kemudian Satyalancana Peristiwa Perang Kemerdekaan kedua ditandatangani menteri pertahanan Djuanda 1960 , Medali sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia yang ditandatangani presiden sukarno tahun 1960, Tanda Jasa Pahlawan tahun 1962, Satyalancana Wira Dharma ditandatangani KSAD A.H. Nasution 1967, Satyalancana Penegak ditandatangani Jenderal Soeharto pada tahun 1971.

Lettu H Awang Nasir juga mendapat Surat Tanda Penghargaan dari Panglima Daerah Militer Sepuluh Lambung Mangkurat yang ditandatangani Pangdam Sepuluh Brigjen Soebarjo pada 1975.

“Sekali lagi, ini merupakan bentuk penghormatan yang terdalam dari pemerintah untuk jasa-jasa pahlawan bangsa ini,” pungkasnya.

Baca Juga: Pemkab Tanbu akan Putus Kontrak Pegawai Indisipliner dan Hobi Nongkrong

Baca Juga: Tekan Risiko Blackspot, Polres Batola Tunggu Reaksi Instansi Terkait

Reporter: Agus Suhadi
Editor: Syarif