Penyerang Polsek Daha Simpatisan ISIS, Legislator Kalsel: Agamanya Kurang Breaking News: PDP Kabur di Banjarbaru Akhirnya Ditemukan! Pertama, Kalsel Uji Terapi Pengobatan Pasien Covid-19 Pengganti Vaksin Toko Buah di Teweh Diserbu Pria Bersajam, Dua Perempuan Terluka Polisi Bongkar Makam Korban Pembunuhan Ibu Kandung di Teweh




Home ACT

Selasa, 5 November 2019 - 17:19 WIB

Malnutrisi Masih Membelenggu Anak-anak Gaza

Triaji Nazulmi - Apahabar.com

ACT berbagi kebahagian dengan pengungsi Palestina. Foto-ACT

ACT berbagi kebahagian dengan pengungsi Palestina. Foto-ACT

apahabar.com, JAKARTA – Makanan di Gaza menjadi salah satu yang istimewa untuk pengungsi Palestina. Salah seorang pengungsi, Yara Musa Abu Husain menunjukkan foto ayahnya yang syahid ketika bertugas dalam aksi Great Return March. Yara berserta sejumlah anak yatim lainnya menjadi penerima manfaat Dapur Umum Indonesia.

Kemiskinan dan kelangkaan bahan makanan masih menjadi salah satu faktor utama keluarga di Gaza tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi, bahkan, krisis pangan menjadi ancaman perlahan bagi keluarga-keluarga di Gaza, terutama anak-anak. Berkat kebaikan para dermawan, Dapur Umum Indonesia konsisten membagikan makanan siap santap bergizi tinggi bagi penduduk Gaza. Pendistribusian pangan yang telah berlangsung ini menyasar anak yatim, ibu tunggal, dan difabel.

Baca juga :  Kirimkan Ribuan Ton Bantuan Logistik, ACT Siap Layani Korban Kabut Asap

Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR) – Aksi Cepat Tanggao (ACT) menjelaskan, makanan siap santap periode ini diperuntukan bagi 2.500 penerima manfaat.

“Mereka adalah masyarakat prasejahtera, keluarga yang anggota keluarganya dipenjara oleh militer Israel dan itu bisa jadi tulang punggung keluarga. Makanan siap santap juga dibagikan kepada anggota keluarga yang kehilangan anggotanya ketika aksi Great Return March,  jemaah masjid, dan anak-anak yatim,” jelas Faradiba.

Baca juga :  Dampingan Psikososial dari ACT Bagi Anak-Anak Pulau Sebuku

Hadirnya bantuan makanan siap santap ini menjadi pengganti kehadiran saudara-saudara di Indonesia. Berkerjasama dengan Kitabisa, kehadiran Dapur Umum Indonesia sebagai bentuk respons terhadap fakta buruknya ketahanan pangan bagi masyarakar Gaza.

“Ambruknya ekonomi menyebabkan sebagian besar penduduk Gaza tidak memiliki lapangan pekerjaan. Keluarga-keluarga tidak mampu memenuhi gizi anak-anak mereka. Kita berikhtiar untuk mendukung keseimbangan gizi anak-anak Gaza dan menjaga mereka dari hambatan pertumbuhan,” lanjut Faradiba.

Baca Juga: ACT Santuni Keluarga Almarhum Alfin Lestaluhu

Baca Juga: Meluaskan Jangkauan Distribusi Air, ACT Luncurkan Water Truck

Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

apahabar.com

ACT

Paket Iftar ACT Bahagiakan Anak Petani Penghafal Alquran
apahabar.com

ACT

Banjir Balangan, Distribusi Bantuan ACT-MRI Aman
apahabar.com

ACT

Peduli Santri, ACT Kalsel Distribusikan Satu Ton Beras
apahabar.com

ACT

Kapal Ramadan Hadirkan Tawa di Muara Sungai Kelayan
apahabar.com

ACT

Untuk Palestina dan Pulau Matasiri, Ratusan Juta Berhasil Terkumpul
apahabar.com

ACT

Pascabanjir, ACT-MRI Cek Kesehatan Warga Tanah Bumbu
apahabar.com

ACT

Hari Kartini, di Mata Si Cantik Rima Anjani Relawan Kemanusiaan ACT
apahabar.com

ACT

Setahun the Great Return March, Dukungan Indonesia Terus Bergelora