VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Ma’ruf Amin Ajak Umat Khonghucu Ikut Jaga Kerukunan Beragama

- Apahabar.com Selasa, 26 November 2019 - 05:30 WIB

Ma’ruf Amin Ajak Umat Khonghucu Ikut Jaga Kerukunan Beragama

Kerukunan umat beragama. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Kerukunan umat beragama adalah unsur pertama dari kerukunan nasional. Makanya Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mengajak umat Khonghucu di Indonesia ikut berperan menjaga kerukunan umat beragama.

Makanya ia mengharapkan umat Khonghucu mengambil bagian aktif dalam rangka menjaga kerukunan, antar umat beragama. Hal itu dikemukakan Kiai Ma’ruf saat menerima Pengurus Pusat Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (PP MATAKIN) di Kantor Wapres, Senin (25/11).

Ia juga berharap umat Khonghucu berperan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Khususnya, umat Khonghucu yang mayoritas berprofesi sebagai pengusaha dari perusahaan besar dapat bermitra dengan pengusaha kecil atau UMKM.

Jika itu terwujud, diyakini dapat mengurangi kesenjangan ekonomi dan mendukung peningkatan kerukunan umat beragama. “Saya berharap dari pengusaha besar kita mau bekerjasama, bermitra dengan ekonomi–ekonomi, pengusaha kecil. Etika ekonomi harus dibangun supaya tidak terjadi kesenjangan antar kelompok,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum MATAKIN XS Budi S Tanuwibowo melaporkan hasil Dialog dan Kongres Agama Khonghucu International. Enam poin yang dilaporkan tersebut, yakni: harus membawa manfaat luas bagi seluruh stakeholders, masyarakat, bangsa dan negara; dijalankan dengan proses yang baik.

Ketiga, perlu didukung iklim usaha yang bersih dan berdaya saing terutama terkait peraturan, perpajakan dan insentif. Keempat, dilandasi dengan kepedulian tanggungjawab sosial.

Kelima, didukung iklim usaha yang mampu menumbuhkembangkan sistem profesionalitas dan egalitarian, serta mengutamakan prestasi dan transparansi. Keenam, dilandasi etika moral dan semangat kebangsaan bagi terciptanya Indonesia yang lebih harmonis.

Untuk poin 4, ia menekankan sebagian keuntungan yang diperoleh sebaiknya dapat diberikan kepada masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial terutama untuk mendukung  proses magang. Sebab, ia berharap, siswa yang lulus sekolah dapat bekerja atau berwiraswasta.

“Yang paling penting adalah dorongan proses magang itu menjadi proses pembelajaran percepatan dibidang ekonomi. Karena kami menyadari hanya dengan teori tidak mungkin tercapai,” kata Budi.

Pada kesempatan tersebut, Budi juga menyampaikan undangan kepada Wapres untuk hadir dalam Perayaan Tahun Baru Imlek 2571, yang mengangkat tema “Wibawa Kebajikan Menumbuhkan Takut dan Hormat, Gemilangnya Kebajikan Menumbuhkan Kecerahan” dan akan dilaksanakan pada 3 Februari 2020, di Jakarta Convention Center, Jakarta.

Baca Juga: Umar Patek Siap Bantu Sadarkan Kelompok Terpapar Radikalisme

Baca Juga: Layaknya UAS, Ustaz Riza Muhammad Juga Dicekal di Hong Kong

Sumber: Republika
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pascagempa 5,3 SR, NTB Masih Kondusif
apahabar.com

Nasional

Covid-19, Anggota Komisi I DPR Usul Internet Gratis
apahabar.com

Nasional

Pertamina Berbagi Tips Aman Penggunaan Elpiji
apahabar.com

Nasional

Tuah Guru Sekumpul, Lion Air dan Garuda Kecipratan Cuan!
apahabar.com

Nasional

Tiga Petingginya Tersangka, “Sunda Empire” Disinyalir Miliki Ribuan Anggota
apahabar.com

Nasional

Cegah Penyebaran Covid-19, 18.062 Narapidana dan Anak Sudah Bebas
BMKG: Munculnya Ribuan Cacing di Solo Belum Tentu Pertanda Gempa

Nasional

BMKG: Munculnya Ribuan Cacing di Solo Belum Tentu Pertanda Gempa
apahabar.com

Nasional

LSM: Perlu Pengawasan Ketat untuk Kelestarian Hiu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com