Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel Akhir Februari Seluruh Nakes di Kalteng Sudah Divaksin Covid-19 Puluhan Personel Polda Kalsel Amankan Distribusi Vaksin ke Setiap Daerah Kadinkes Banjarmasin Covid-19, Sekretaris Gantikan Lurah Pemurus

Masalah Kelangkaan Elpiji di Kalteng, Ini Penjelasan Dinas ESDM

- Apahabar.com Sabtu, 2 November 2019 - 19:07 WIB

Masalah Kelangkaan Elpiji di Kalteng, Ini Penjelasan Dinas ESDM

Ilustrasi gas elpiji. Foto – Fajar.co.id

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Tengah, Ermal Subhan menegaskan permasalahan gas seperti halnya pengawasan peredaran elpiji bukanlah menjadi kewenangan pihaknya.

“Masalah gas ini kami tidak memiliki kewenangan, sifatnya hanyalah berupa koordinasi saja dengan pihak terkait lainnya, karena adanya bantuan berupa subsidi,” katanya di Palangka Raya, Sabtu (02/10).

Dalam hal itu, pihaknya memiliki fungsi terhadap penetapan harga eceran tertinggi atau HET yang diatur oleh gubernur. Sedangkan untuk pengawasan bukan pada Dinas ESDM.

Ermal mengatakan, saat gas belum berupa barang jadi saja pihaknya tak memiliki kewenangan, apalagi saat gas sudah diolah atau menjadi barang jadi siap edar.

“Hendaknya hal tersebut bisa dipahami bersama oleh semua pihak, agar tak salah mengerti. Namun kami tetap melakukan koordinasi supaya tidak terjadi penyalahgunaan,” ungkapnya.

Kemudian ia menilai, permasalahan elpiji saat ini ada pada peruntukannya yang tidak sesuai dan diduga terjadinya praktik pengalihan tujuan, sehingga mengakibatkan adanya salah sasaran.

Ermal juga menyebut, bahwa yang memiliki kewenangan mengeluarkan izin penyaluran agen, ada pada pemerintah kabupaten dan kota.

Sebelumnya pihak Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kalteng memberikan penjelasan, salah satu penyebab timbulnya masalah kelangkaan tabung gas elpiji bersubsidi, adanya oknum masyarakat mampu ikut membeli tabung gas elpiji bersubsidi.

Selain itu lonjakan harga pun akan terus dialami tabung gas bersubsidi, sebab jumlahnya sangatlah terbatas dan hanya diperuntukan bagi masyarakat tidak mampu atau memiliki penghasilan di bawah standar upah minimum regional (UMR).

“Apabila masyarakat berdasi atau mereka yang mampu juga ikut membelinya, kelangkaan otomatis terjadi,” ucap Jenta, Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disdagperin Kalteng.

Baca Juga: Nah, Banyak Wanita Muda Di Muara Teweh Pilih Menjanda

Baca Juga: Resmi, Polres Palangka Raya Naik Tipe Jadi Polresta

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Bikin Konten YouTube di Kanal Sungai Kahayan Palangka Raya, Seorang Bocah Tenggelam
apahabar.com

Kalteng

Di Sela Pengamanan PSBB, Personel Ditlantas Polda Kalteng Salurkan Sembako
apahabar.com

Kalteng

Golkar Kalteng Usung Kader Maju Pilkada 2020
apahabar.com

Kalteng

Bayi Tewas Dalam Kantong Plastik di Teweh Selatan Ternyata Dibunuh Ibunya Sendiri
apahabar.com

Kalteng

Lihat Pelayanan Perizinan Dinas PMPTSP Kapuas Saat Covid-19
apahabar.com

Kalteng

Prihatin Pendapatan Warga, PKB Bagikan 5000 Paket Sembako di Barut
apahabar.com

Kalteng

Barito Utara Kembali Jadi Penyumbang Terbanyak Covid-19 di Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Ortu Siswa TK-PAUD Wajib Tahu, Disdik Kapuas Kembali Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com