apahabar.com
Juru masak sedang memasak masakan Indonesia di dapur perusahaan katering Ahla Zad di kawasan Zaidi, Makkah. Foto-Republika

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Agama berupaya meningkatkan pelayanan untuk jemaah haji tahun depan (2020), salah satunya penambahan konsumsi.

“Salah satu yang kita usahakan adalah penyediaan konsumsi selama waktu peak season di Makkah,” kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Nizar Ali, dalam keterangannya, seperti dilansir Republika.co.id , Jumat (15/11).

Sebelumnya, konsumsi jemaah haji di Makkah hanya diberikan sebanyak 40 kali. Dengan rencana baru ini, jemaah akan memperoleh 50 kali makan. Yakni, selama peak season tepatnya saat wukuf di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina).

Khusus untuk lima hari dalam masa wukuf Armina itu, jamaah akan diberikan makanan siap saji. Tentunya pemilihan makanan ini juga tetap diperhatikan kualitasnya.

Cara ini, menurut Nizar, dilakukan untuk menambah kenyamanan jemaah saat beribadah. Sebab sebelumnya, ada banyak jemaah yang masih memerlukan asupan gizi ketika konsumsi dihentikan.

“Bila kita menyampaikan konsumsi dengan cara biasa dengan mengirimkan makanan dari pihak katering, pasti tidak memungkinkan karena transportasi tidak ada. Maka kita coba berikan makanan siap saji,” ujar Nizar.

Menteri Agama, Fachrul Razi, mendukung hal tersebut. Dia berpesan agar jajarannya menghitung dengan cermat biaya perjalanan ibadah haji yang perlu dikeluarkan oleh tiap jemaah. “Coba upayakan, dengan biaya tetap, tapi kita bisa memberikan peningkatan layanan-layanan haji,” kata Menag.

“Saya mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran, sehingga layanan haji setiap tahun selalu ada peningkatan. Namun, meskipun sudah mendapat predikat sangat memuaskan, kita harus terus berupaya untuk meningkatkan layanan bagi jamaah haji Indonesia,” ujar Menag.

Baca Juga: Ada 22 Replika Masjid Dunia di Taman Tamadun Islam

Baca Juga: PLN UP3 Barabai Bantu Kembangkan MSQ di Kalangan Pelajar

Editor: Muhammad Bulkini