Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Mengapa Hati Jadi Muara Kebaikan dan Keburukan? Berikut Penjelasannya

- Apahabar.com Jumat, 8 November 2019 - 06:10 WIB

Mengapa Hati Jadi Muara Kebaikan dan Keburukan? Berikut Penjelasannya

Ilustrasi. Foto – Net

apahabar.com, JAKARTA – Dari Nawwas bin Sam’an RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Kebaikan adalah akhlak terpuji, sedangkan dosa adalah apa yang meresahkan jiwamu dan engkau tidak suka jika diketahui manusia” (HR Muslim).

Wabishah bin Ma’bad ra. berkata pula, saya mendatangi Rasulullah SAW, lalu beliau bersabda, “Engkau datang untuk menanyakan kebaikan?”. Saya menjawab, “Ya, benar”. Beliau bersabda, “Tanyakan pada hatimu sendiri! Kebaikan adalah apa yang jiwa dan hati tenang karenanya, sedangkan dosa adalah sesuatu yang menimbulkan keraguan dalam jiwa dan rasa gundah dalam dada, meskipun orang-orang memberi fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya. (Ini adalah hadis hasan kami riwayatkan dari dua musnad Imam Ahmad bin Hanbal dan ad-Darimi dengan sanad hasan).

Dua hadis ini menceritakan dua hal yang sangat dekat dengan kehidupan manusia, yaitu al-birr (kebaikan) dan al-itsmu (keburukan; dosa). Siapa saja yang maksimal dalam melakukan yang pertama, dan maksimal menjauhi yang kedua, maka kebahagiaan dunia akhirat akan mudah ia raih.

Ada satu anjuran penting dari hadis ini: ketika kita ingin melakukan sesuatu, hendaklah kita bertanya dulu pada hati. Apabila dengan melakukannya hati kita menjadi tenang, maka lakukanlah; sedangkan bila hati menjadi gelisah, maka tinggalkanlah. Imam Ali mengatakan, “Tinggalkanlah sesuatu yang meragukan dirimu dan lakukanlah sesuatu yang tidak membuatmu ragu”.

Nabi Adam AS pernah berwasiat kepada anaknya. Ia mengatakan, “Apabila kamu hendak melakukan sesuatu, dan hatimu merasa tidak menentu-maka jangan dilakukan, karena sewaktu aku mendekat untuk memakan buah pohon Khuldi di syurga, menjelang memakannya hatiku berdebar-debar tidak menentu.”

Sejatinya, Allah SWT telah menyimpan fitrah yang suci pada hati manusia. Fitrah ini akan mengatakan “tidak” terhadap perilaku maksiat sekecil apapun. Boleh jadi orang sudah terbiasa dengan kemaksiatan-hingga ia tidak risih lagi melakukannya, namun hati kecilnya tidak akan bisa dibohongi. Ketika seseorang melakukan kemaksiatan, maka hatinya selalu mengatakan tidak dan menolak perilaku tersebut. Karena itulah, Allah SWT menjadikan hati nurani sebagai radar yang bisa menentukan standar baik buruknya sebuah perbuatan.

Mengapa harus hati? Pada suatu waktu, bisa jadi, orang akan menganggap buruk sebuah kebaikan. Ketika kita sedang benci kepada seseorang, biasanya sebaik apapun amal yang dilakukan orang tersebut, kita melihatnya sebagai kejelekan. Karena itu, kalau ukuran kebaikan disandarkan pada pendapat manusia, maka akan relatif sifatnya. Sedangkan yang namanya kebaikan tidak bisa “direlatifkan”. Dengan alasan itulah, Rasulullah SAW memberikan barometer yang tidak bisa dibohongi dalam kondisi apapun, yaitu “tanyalah hatimu!”.

Secara spesifik, dalam hadis ini Rasulullah SAW mengungkapkan tanda-tanda buruknya sebuah perbuatan. Yaitu, tanda yang bersifat internal-datang dari dalam diri-berupa gelisahnya hati dan rasa sesak dalam dada (gundah gulana).

Walaupun semua orang mengatakan (memfatwakan) kebenaran perbuatan tersebut. Tanda kedua bersifat eksternal-datang dari luar, yaitu berupa keengganan untuk diketahui orang lain. Itulah sebabnya setiap prilaku maksiat cenderung dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan terjadi di tempat sepi.

Baca Juga: Mengenal Haram dari Benda dan Cara Mendapatkannya

Baca Juga: Evliya Celebi Bermimpi Bertemu Rasulullah SAW

Sumber: Republika.co.id

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Kisah Hijrah Mohammad Ahsan
apahabar.com

Hikmah

Virus Tak Akan Menular Tanpa Izin Allah SWT
apahabar.com

Hikmah

Kisah Lockdown di Masa Umar bin Khattab
apahabar.com

Hikmah

Lumuri Tubuh dengan Kotoran Demi Hindari Zina
apahabar.com

Hikmah

Kisah Manusia Pertama Pelantun Ayat Suci Alquran
apahabar.com

Hikmah

Penyebab Rezeki tak Berkah, Berikut Cara Menghindarinya
apahabar.com

Hikmah

Ganti Kusen Pintu, Kode Nabi Ibrahim AS untuk Nabi Ismail AS
apahabar.com

Hikmah

Ramadan Bulan Bersedekah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com