ga('send', 'pageview');
Kalsel Siaga Karhutla, Ring Satu Jadi Atensi FOTO: Serba Putih, Massa Tolak RUU HIP di Banjarmasin Tolak RUU HIP, Ratusan Massa Geruduk Rumah Banjar! Diskotik Dilarang, Banjarmasin Bolehkan THM Lain Beroperasi Demo RUU HIP di Rumah Banjar, Ratusan Polisi Disiagakan




Home Gaya

Sabtu, 9 November 2019 - 10:54 WIB

Mengintip Kisah Si Cantik asal Rantau Doyan Kendarai Vespa Piaggio

Redaksi - Apahabar.com

Hj Renny Kartika dengan gaya tomboy dengan Vespa. Foto-Istimewa

Hj Renny Kartika dengan gaya tomboy dengan Vespa. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Pecinta motor Vespa Piaggio di Banua-sebutan Kalimantan Selatan seakan tak ada matinya.

Baik pria maupun wanita kian menggandrungi motor asal Italia tersebut.

Tak terkecuali bagi wanita berparas cantik asal Rantau, Kabupaten Tapin, Hj. Renny Kartika.

Meskipun sebelumnya, ia terbilang tak menyukai motor, namun pasca melihat Vespa Piaggio S 125, hatinya pun langsung terpikat.

Tak tanggung-tanggung, demi memenuhi hasratnya untuk memiliki motor ala klasik itu, dua motor Vespa Piaggio langsung diboyong. Kedua motor itu dibandrol Rp76 juta.

“Alhamdulillah, saya sudah punya dua motor Vespa Piaggio dengan tipe berbeda. Warna kuning dan putih,” ucap Hj. Renny Kartika kepada¬†apahabar.com, Sabtu (9/11) pagi.

Baca juga :  Minum Suplemen Peningkat Sistem Imun Sebaiknya Ada Jeda, Simak Kata Pakar

Di tengah kesibukan sebagai pengusaha muda sekaligus kontraktor, ia masih bisa menyempatkan diri untuk mengendarai Vespa kesayangannya.

Sore hari menjadi waktu yang pas bagi dirinya untuk mengelilingi kota Rantau. Sembari menikmati udara sejuk.

“Biasanya sore hari saja. Sembari menikmati udara di sana,” beber Direktris CV. Mekar Pratama.

Meskipun tak terlalu lama bergelut di dunia Vespa Piaggio yakni hanya satu tahun, ia merasa menemukan arti kebahagiaan.

Adapun, perjalanan terjauhnya mengendarai Vespa Piaggio yaitu berangkat acara Haul Guru Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar.

Baca juga :  Cara Orang Miliki Mobil Diperkirakan Bakal Berubah

“Karena macet, perjalanan pun ditempuh kurang lebih selama 6 jam. Pokoknya berangkat habis Sholat Zuhur, tiba ketika Sholat Isya,” bebernya.

Sejauh ini, ia mengakui pernah bergabung dengan salah satu komunitas Vespa Piaggio di Banjarmasin.

Lantaran mesti pulang pergi Tapin-Banjarmasin, ia pun memilih istirahat.

“Komunitas Vespa Piaggio di Tapin kan masih minim ya, sehingga kita mesti ke Banjarmasin,” pungkas Magister Jebolan Ilmu Manejemen STIEPAN ini.

Baca Juga: Gaya Hidup Jadi Pertimbangan Milenial tak Beli Rumah

Baca Juga: Gaya Hidup Milenial Bukan Alasan Sektor Ritel Lesu

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

LINE Perbarui Situs LINE Siaga dengan Perkembangan Pademi
apahabar.com

Gaya

Konser Tulus Diguyur Hujan, Begini Antusias Penonton
Google-Apple Berkolaborasi Buat Pelacak Penyebaran Covid-19, Jangkau 1/3 Warga Dunia

Gaya

Google-Apple Berkolaborasi Buat Pelacak Penyebaran Covid-19, Jangkau 1/3 Warga Dunia
apahabar.com

Gaya

Pandemi Covid-19, Rambut Ala Virus Corona Tren di Kenya
apahabar.com

Gaya

Atasi Jerawat dengan Jilatan Kucing, Benarkah?
apahabar.com

Gaya

Instagram Bakal Tambah 3 Fitur Baru
apahabar.com

Gaya

Saran Psikolog, Terapkan Ini Hindari Covid-19 di Rumah
apahabar.com

Gaya

Ingin Umur Panjang, Ini Cara Orang Super Kaya!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com