2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan

Menimbang Tekan Gugat Cerai dengan Kelas Pranikah

- Apahabar.com Kamis, 21 November 2019 - 05:30 WIB

Menimbang Tekan Gugat Cerai dengan Kelas Pranikah

Ilustrasi nikah. Foto-iStockPhoto

apahabar.com, JAKARTA – Wacana sertifikasi nikah yang dicanangkan Kemenko PMK menuaipro dan kontra. Ada yang memandang program ini dibutuhkan, namun tak sedikit yang menilainya bakal merepotkan calon pengantin.

Program sertifikasi nikah ini rencananya bakal diterapkan pada 2020 dan tidak dipungut biaya alias gratis.

Namun menurut Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, Mohsen, pihaknya sebagai leading sector bimbingan pernikahan mengaku belum mengetahui formatnya. Makanya perlu kajian mendalam sebelum menerapkan kebijakan itu.

“Ada rapat koordinasi di Kemenko PMK. Kami diundang di situ, saya kira Kemenko PMK akan mencari masukan dan bentuknya seperti apa. Apa yang kira-kira cocok untuk diterapkan nanti,” kata Mohsen.

Ia menduga, model yang akan diterapkan tak jauh berbeda dengan yang sudah dipraktikkan Kementerian Agama. Dalam tiga tahun terakhir, Kemenag telah mengadakan kelas pranikah selama dua hari secara full day dengan materi beragam.

Dalam metodenya, lanjut Mohsen, para calon pengantin diajak berdiskusi dan aktif mengikuti beberapa games menarik. Mereka juga tidak mendengarkan ceramah dengan monoton. “Calon pengantin enjoy karena mendapatkan nilai tambah,” ucap Mohsen.

Dia menjelaskan, sertifikasi merupakan hadiah yang didapat calon pengantin dari hasil pelatihan yang diikutinya. Karena setiap kegiatan, biasanya akan mendapatkan tanda kelulusan.

“Yang penting, mendapatkan pengetahuan dalam mempersiapkan rumah tangga baru. Itu intinya,” tegas dia.

Namun begitu, dia menegaskan, perlu kajian mendalam jika sertifikasi nikah menjadi syarat untuk melangsungkan sebuah perkawinan. Sebab pihaknya tidak menerapkan hal demikian.

“Perlu kajian panjang dan mendalam, sejauh mana efektivitas ini. Kita tidak mau dikesankan mau menyulitkan padahal sesungguhnya kita ingin memudahkan,” terang Mohsen.

Sumber: Liputan6.com
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Usai Aksi Mendebarkan yang Buat Limbad Bersuara, Captain Vincent Dicabut Izin Terbang
apahabar.com

Nasional

Misteri Pemicu Virus Corona, Hingga Pasar di Wuhan Jadi ‘Tersangka’
apahabar.com

Nasional

Isyarat Kematian Khairullah, Begal Sapi Penembak Polisi Tala dan Permintaan Maaf Keluarga
apahabar,com

Nasional

Pemerintah Tunggu Sponsor Proyek Satelit Satria
apahabar.com

Nasional

6 Syarat Pemberlakuan ‘New Normal’ dari WHO, Indonesia Siap?
apahabar.com

Nasional

Covid-19, Anggota Komisi I DPR Usul Internet Gratis
apahabar.com

Nasional

Lihat Supermoon Terbesar 7 April 2020, Semoga Covid-19 Sirna
apahabar.com

Nasional

Lagi, Heboh Video Mesum Mahasiswi di Banjarmasin Tersebar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com