Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB Seruan Tokoh Tanah Bumbu: Pendukung SHM-MAR Jangan Ikut Sebar Hoaks dan Fitnah Pembelajaran Tatap Muka SMP di Banjarmasin Siap Dibuka, Catat Bulannya VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat

Menkes Cabut Hak Istimewa, BPOM: “No Comment”

- Apahabar.com Kamis, 28 November 2019 - 06:00 WIB

Menkes Cabut Hak Istimewa, BPOM: “No Comment”

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny Lukito (tiga dari kiri) saat mengunjungi fasilitas bank jaringan di RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Rabu (27/11). Foto – Antara/Anom Prihantoro

apahabar.com, SURABAYA – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny Lukito menyatakan tidak berkomentar soal rencana Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang akan mencabut hak istimewa BPOM dalam mengeluarkan izin obat.

“Saya ‘no comment’. Tapi saya sampaikan apa yang sudah kami lakukan. Kinerja-kinerja yang sudah dilakukan dan saya kira manfaatnya sudah dirasakan para pelaku usaha,” kata Penny di Surabaya, Rabu (27/11).

Dia mengatakan BPOM telah melakukan percepatan perizinan sehingga membuat iklim investasi kondusif. Hal itu bisa dilihat dengan semakin banyaknya perizinan yang diberikan kepada produk-produk yang diregistrasi ke BPOM.

Menurut dia, kinerja BPOM dalam tiga tahun ini sudah sesuai instruksi Presiden Joko Widodo yaitu terkait percepatan perizinan. Hasilnya juga sudah nampak terjadi banyak perbaikan dan akan terus berproses tidak berhenti.

“Kami tentu selalu berinovasi untuk percepatan perizinan, baik izin edar, sertifikasi, produksi obat yang baik itu sudah cepat sekali,” katanya.

Ke depan, dia mengatakan BPOM akan terus mengembangkan sistem agar perizinan semakin cepat sehingga mendukung prioritas pemerintah mendorong investasi dan produksi dalam negeri yang bisa menggantikan produk-produk impor.

Terkait anggapan harga obat mahal karena lamanya perizinan di BPOM, Penny menampik itu karena keduanya merupakan hal yang berbeda.

“Tidak ada kaitan. Saat kami keluarkan izin edar, yang kami nilai itu adalah aspek mutu keamanan dan khasiat jadi tidak ada kaitan dengan harga. Ada persoalan lain yang terkait dengan harga obat. Tapi percepatan perizinan itulah yang terus kita dorong,” katanya.

Baca Juga: BPOM HSU Temukan Kosmetik Tak Miliki Izin Edar dan Kedaluarsa di Paringin

Baca Juga: Obat Lambung Raniditin Ditarik BPOM karena Berpotensi Picu Kanker

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Banjir Jakarta Belum Surut: 30 RT dan 25 Ruas Jalan Tergenang
apahabar.com

Nasional

Ratusan Buruh Kalsel Siap Deklarasikan Dukung Jokowi
apahabar.com

Nasional

Gempa 4,5 SR Guncang Pidie Aceh
apahabar.com

Nasional

Bulog Siap Bangun Pabrik Pengolahan Beras di Food Estate Kalteng
apahabar.com

Nasional

KPK Tangkap Pejabat PUPR Terkait Proyek Air Minum
apahabar.com

Nasional

Menpora Era Orde Baru Gugur karena Covid-19
apahabar.com

Nasional

Swafoto dengan Para Guru Jokowi : Profesi Guru Tak Tergantikan Mesin
apahabar.com

Nasional

Pembantaian Brutal di Selandia Baru, Masjid London Pun Tingkatkan Keamanan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com