Siram Wajah Petugas dengan Air Cabai, Tahanan BNN Kabur Brakkkk!! Mobil Relawan Kebakaran di Banjarmasin Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas Duduk Perkara Viral Pencurian RX King di Kelayan, Warga Sempat Salah Tangkap! Keluarga Tolak Otopsi, Pria Paruh Baya di Kasbah Banjarmasin Diduga Meninggal Lantaran Sakit Mayat Wanita Ditemukan Mengapung di Kawasan Pulau Buaya

Modus Cek Kesehatan, Kepsek Cabuli Murid-Murid SD

- Apahabar.com Minggu, 3 November 2019 - 19:38 WIB

Modus Cek Kesehatan, Kepsek Cabuli Murid-Murid SD

Ilustrasi pencabulan. Foto-Net

apahabar.com, KAPUAS HULU – Laku bejat dilakoni seorang kepala sekolah (kepsek) pada sebuah sekolah dasar (SD) di Desa Parang, Kecamatan Hulu Gurung, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Oknum kepsek dilaporkan telah melakukan pencabulan terhadap muridnya yang masih duduk di bangku kelas 3 SD. Ironisnya lagi, pencabulan itu sejak 2017 itu dilakukan tidak hanya pada satu murid, tapi juga murid lainnya.

“Pelaku mencabuli muridnya sudah sejak tahun 2017 dengan murid yang berbeda,” kata Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Handoyo, melalui KasatReskrim Polres Kapuas Hulu, IPTU Siko, di Putussibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Minggu (3/11).

Disampaikan Siko, pelaku berinisial SP (52) itu merupakan kepsekyang juga merangkap sebagai guru pada sekolah tersebut.

Seperti dilansir Liputan6.com dari Antara, dari hasil pemeriksaan, pelaku melakukan aksi bejatnya itu di ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Pelaku menyuruh muridnya untuk cek kesehatan. Sejak tahun 2017, pelaku sudah melakukan aksi itu terhadap tiga orang muridnya.

“Pelaku melakukan praktek kesehatan atas inisiatif sendiri akhirnya di ruang UKS itu lah pelaku lalu mencabuli muridnya sendiri,” jelas Siko.

Dikatakan Siko, saat ini pelaku telah diproses hukum di Polres Kapuas Hulu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku dijerat Tindak Pidana persetubuhan atau pencabulan terhadap anak di bawah umur sebagaimana di maksud di dalam, pasal 81 atau pasal 82 Undang – Undang nomor 17 tahun 2016 Tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang undang nomor 1 tahun 2016 Tentang perubahan kedua atas Undang – Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Pelaku pencabulan murid ini diancam kurungan penjara 15 tahun dan saat ini pelaku sedang menjalani proses hukum di Polres Kapuas Hulu,” kata Siko.

Baca Juga: Pesta Sabu, Dua Pria dan Seorang Wanita Cantik di HSU Diciduk Polisi

Baca Juga: Dua Pelaku Diduga Pembunuh Pasutri Ditangkap di Kebun Sawit Batulicin

Baca Juga: Simpan 9 Paket Sabu, Warga Jafri Zam-Zam Disergap Polisi

Editor: Syarif

 

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Satresnarkoba

Hukum

Tangkap Kurir 84 Kg Sabu, Personel Satresnarkoba Banjarmasin Dijanjikan Reward
Jozeph Paul Zhang

Hukum

Tak Terima Diburu Polisi, Jozeph Paul Zhang Seret Ustaz Abdul Somad dan Yahya Waloni
apahabar.com

Hukum

Ratna Sarumpaet Ajukan Banding
apahabar.com

Hukum

Di Polres Tanbu, Ibu Muda Kepergok Bawa Sabu Pesanan Suami  
apahabar.com

Hukum

Peredaran Uang Palsu di Kalsel Jelang Pemilu 2019 Meningkat
apahabar.com

Hukum

Lihan, Eks Pengusaha Intan Cindai Alus Kembali Berurusan dengan Polisi
apahabar.com

Hukum

Tersengat Listrik, Pemasang Kabel di Banjarmasin Alami Luka Serius
apahabar.com

Hukum

Bandar Togel Masuk Jebakan ‘Batman’
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com