Resmi, Banjarmasin Hanya Izinkan SMP Sekolah Tatap Muka Januari 2021 Sekolah Tatap Muka di Kalsel, Banyak Laporan Kekhawatiran Ortu Rontok Lagi! Bawaslu RI Tolak Laporan Keberatan Denny Indrayana Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri

Modus Cek Kesehatan, Kepsek Cabuli Murid-Murid SD

- Apahabar.com Minggu, 3 November 2019 - 19:38 WIB

Modus Cek Kesehatan, Kepsek Cabuli Murid-Murid SD

Ilustrasi pencabulan. Foto-Net

apahabar.com, KAPUAS HULU – Laku bejat dilakoni seorang kepala sekolah (kepsek) pada sebuah sekolah dasar (SD) di Desa Parang, Kecamatan Hulu Gurung, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Oknum kepsek dilaporkan telah melakukan pencabulan terhadap muridnya yang masih duduk di bangku kelas 3 SD. Ironisnya lagi, pencabulan itu sejak 2017 itu dilakukan tidak hanya pada satu murid, tapi juga murid lainnya.

“Pelaku mencabuli muridnya sudah sejak tahun 2017 dengan murid yang berbeda,” kata Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Handoyo, melalui KasatReskrim Polres Kapuas Hulu, IPTU Siko, di Putussibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Minggu (3/11).

Disampaikan Siko, pelaku berinisial SP (52) itu merupakan kepsekyang juga merangkap sebagai guru pada sekolah tersebut.

Seperti dilansir Liputan6.com dari Antara, dari hasil pemeriksaan, pelaku melakukan aksi bejatnya itu di ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Pelaku menyuruh muridnya untuk cek kesehatan. Sejak tahun 2017, pelaku sudah melakukan aksi itu terhadap tiga orang muridnya.

“Pelaku melakukan praktek kesehatan atas inisiatif sendiri akhirnya di ruang UKS itu lah pelaku lalu mencabuli muridnya sendiri,” jelas Siko.

Dikatakan Siko, saat ini pelaku telah diproses hukum di Polres Kapuas Hulu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku dijerat Tindak Pidana persetubuhan atau pencabulan terhadap anak di bawah umur sebagaimana di maksud di dalam, pasal 81 atau pasal 82 Undang – Undang nomor 17 tahun 2016 Tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang undang nomor 1 tahun 2016 Tentang perubahan kedua atas Undang – Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Pelaku pencabulan murid ini diancam kurungan penjara 15 tahun dan saat ini pelaku sedang menjalani proses hukum di Polres Kapuas Hulu,” kata Siko.

Baca Juga: Pesta Sabu, Dua Pria dan Seorang Wanita Cantik di HSU Diciduk Polisi

Baca Juga: Dua Pelaku Diduga Pembunuh Pasutri Ditangkap di Kebun Sawit Batulicin

Baca Juga: Simpan 9 Paket Sabu, Warga Jafri Zam-Zam Disergap Polisi

Editor: Syarif

 

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Polsek Banjarmasin Timur Amankan Pria Bertato Curi Tabung Gas 3 Kg Usai Dihajar Warga
Narkoba

Hukum

Simpan 1 Ons Lebih Sabu, Dua Warga Belitung Darat Diringkus Polisi
Pemkot Banjarmasin

Hukum

Ketika Pejabat Pemkot Banjarmasin Rame-Rame Balikan Duit Korupsi KONI
apahabar.com

Hukum

John Lee Cs Beraksi, Satu Warga HST Dibekuk
apahabar.com

Hukum

Polisi Tangkap Para Pelaku Pencabulan di Tapin
apahabar.com

Hukum

Dua Pengedar Dibekuk, 17 Paket Sabu Diamankan
apahabar.com

Hukum

Kuasa Hukum Muncikari Ajukan Penangguhan Penahanan, Ini Alasannya
apahabar.com

Hukum

Duh, Budak Sabu yang Gigit Polisi di Martapura Juga Kedapatan Bawa Senjata Tajam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com