Tuntutannya Dicuekin, PLN Kalsel-Teng Dilaporkan ke Disnaker! Kronologi Hilangnya Raysa, Gadis Kelua Tabalong yang Viral di Media Sosial Eks Sekretaris Baramarta Buka-bukaan: Nama Ajudan Eks Bupati hingga Oknum DPRD Terseret Kasus Oknum TNI Tembak Warga di Tanah Bumbu Masuk Babak Baru Sopir PT BKB Ditemukan Tewas di Tapin, Diduga Korban Pembunuhan

MUI Jatim ‘Larang’ Salam Lintas Agama, PWNU Jatim Buka Suara

- Apahabar.com Rabu, 13 November 2019 - 11:00 WIB

MUI Jatim ‘Larang’ Salam Lintas Agama, PWNU Jatim Buka Suara

Ilustrasi, salam lintas agama. Foto- Acclaim Images 

apahabar.com, SURABAYA Salam Lintas agama sedang disoroti Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur. Mereka mengimbau para pejabat untuk tidak melakukannya. Sontak, imbauan tersebjut ditanggapi langsung PWNU setempat.

Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Jatim yang tidak setuju dengan imbauan tersebut. Organisasi ulama ini pun mengeluarkan sikap resmi untuk menyikapi seruan MUI Jatim itu.

Dalam Surat Keputusan Bahtsul Masail Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur tentang Hukum Salam Lintas Agama memperbolehkan pejabat Islam mengucapkan salam semua agama.

Dalam keputusan mereka juga dijelaskan mengenai dalil-dalil salam lintas agama tersebut. Dijelaskan dalam surat keputusan itu bahwa Islam sebagai agama kerahmatan selalu menebarkan pesan-pesan kedamaian di tengah manusia. Pesan kedamaian dalam wujud menebarkan salam secara verbal juga telah menjadi tradisi agama tauhid sejak Nabi Adam As yang terus diwarisi hingga sekarang

“Mengucapkan salam secara verbal merupakan tradisi Nabi Adam As dan keturunannya dari para nabi dan wali.”

Nabi Ibrahim As mengucapkan salam kepada ayahnya yang masih belum bertauhid. “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu dan Aku akan memintakan ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sungguh ia sangat baik kepadaku.” (QS. Maryam: 47).

Lebih lanjut dalam menelaah salam lintas agama ini, PWNU Jatim juga menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW juga pernah mengucapkan salam kepada penyembah berhala dan segolongan Yahudi yang sedang berkumpul bersama kaum muslimin.

“Diriwayatkan dari Urwah, sungguh Usamah bin Zaid mengabarinya Bahwa Nabi SAW naik himar yang di atasnya terdapat pelana dan di bawahnya terdapat kain beludru kampung Fadak, sementara Usamah mengikuti di belakangnya dalam rangka menjenguk Sa’d bin ‘Ubadah di kampung Bani al-Harits bin al-Khazraj, peristiwa ini terjadi sebelum perang Badar, sehingga Nabi SAW melewati suatu majelis yang di dalamnya berkumpul kaum muslimin, kaum musyrikin penyembah berhala, dan kaum Yahudi yang di dalamnya terdapat Abdullah bin Ubai. Di majelis itu juga ada Abdullah bin Rawahah. Kemudian ketika debu telapak hewan kendaraan menyebar ke majelis, Abdullah bin Ubai menutupi hidungnya dengan selendangnya, lalu berkata: “Jangan kenai debu kami.” Kemudian Nabi SAW mengucapkan salam kepada mereka…”(Muttafaq ‘Alaih).

Demikian pula sebagian generasi sahabat dan tabiin setelahnya, seperti Abu Usamah Ra, Ibn Mas’ud Ra dan selainnya membolehkan dan melakukannya.

Karena demikian, sangat wajar menebarkan salam sebagai pesan kedamaian menjadi tradisi universal manusia lintas adat, budaya dan agama, dengan berbagai model, cara dan dinamika zamannya.

Lalu bagaimana hukum mengucapkan salam dari berbagai tradisi agama yang dilakukan oleh pejabat muslim dalam acara yang dihadiri oleh lintas agama?

Dalam hal ini, bagi pejabat muslim dianjurkan mengucapkan salam dengan kalimat “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”, atau diikuti dengan ucapan salam nasional, seperti selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua, dan semisalnya.

“Namun demikian, dalam kondisi dan situasi tertentu demi menjaga persatuan bangsa dan menghindari perpecahan, pejabat muslim juga diperbolehkan menambahkan salam lintas agama,” demikian keterangan tertulis PWNU Jatim seperti dilansir apahabar.com dari Okezone, Rabu (13/11).

Surat keputusan dari PWNU Jatim ini ditandatangani oleh Ketua Sidang Bahtsul Masail PWNU Jatim KH Ahmad Asyhar Shofwan dan Sektretaris Kiai Ahmad Muntaha.

Baca Juga: Salam Pembuka Semua Agama Bukan Wujud Toleransi, Berikut Alasan MUI Jatim  

Baca Juga: Upaya Mengembalikan Eksistensi Islam, MUI Kalsel Gelar Diskusi

Sumber: Acclaim Images
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ceramah

Isi Ceramah di Tanbu, Gus Miftah Cerita Deddy Corbuzier Masuk Islam
apahabar.com

Habar

Ziarah Sekumpul, Kiai Ma’ruf Didampingi Guru Wildan
Mengenal Prof Dr Manan Embong, Pembawa Puluhan Pusaka Rasulullah ke Martapura

Habar

Mengenal Prof Dr Manan Embong, Pembawa Puluhan Pusaka Rasulullah ke Martapura
apahabar.com

Hikmah

Ketika Pahala Zikir Setimpal dengan Haji, Umrah, dan Jihad
apahabar.com

Habar

Viral, Pasangan Ini Menikah dengan Mahar Rp10 Ribu
apahabar.com

Habar

Jemaah Salat Jumat Tetap Padati Masjid Darul Falah Tanbu
apahabar.com

Religi

Persekongkolan Bani Israil dan Iblis Ketika Membunuh Nabi Zakariya AS
apahabar.com

Habar

Masjid Al Karomah Masih Gelar Salat Jumat, Ketua MUI Banjar Beri Tanggapan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com