Meski Cedera, Messi Tetap Ingin Main di Final Piala Super Spanyol Bantu Korban Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan Kapolresta Palangka Raya: Langgar PPKM Bakal Ditindak Tegas! Kasus Covid-19 Meningkat, Palangka Raya Resmi Terapkan PPKM Duka Awal Tahun, Dahsyatnya Banjir Kalsel hingga Sriwijaya Jatuh

Musim Dingin Kerek Harga Acuan Batu Bara

- Apahabar.com Kamis, 7 November 2019 - 10:30 WIB

Musim Dingin Kerek Harga Acuan Batu Bara

Pemerintah memutuskan harga batu bara acuan bulan ini naik dari bulan sebelumnya. Foto-Ilustrasi-Reuters

apahabar.com, JAKARTA – Sejumlah negara tengah memasuki musim dingin. Pemerintah pun memutuskan harga batu bara acuan (HBA) bulan ini sebesar US$66,27 per ton, naik 2,27% dari HBA Oktober 2019 sebesar US$ 64,8 per ton.

Kenaikan HBA tak lepas dari meningkatnya permintaan di sejumlah negara. “Naiknya tipis karena ada kenaikan permintaan dari bulan sebelumnya,” terang Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral Agung Pribadi, melansir Bisnis.com. Penetapan HBA merujuk keputusan menteri ESDM nomor 224 K/30/MEM/2019 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batu Bara Acuan untuk November 2019.

Sejak September 2018, melansir Kontan, HBA belum pernah sekalipun mencatatkan kenaikan bulanan, kecuali pada Agustus dan November ini. Rata-rata, HBA dalam periode Januari-November 2019 tercatat sebesar US$ 78,94 per ton. Lebih rendah dari rata-rata HBA periode Januari-November 2018 di angka US$99,55 per ton.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia menilai kenaikan HBA sebesar 2,27% ini belum menjadi sinyal positif bagi rebound-nya harga batu bara pada akhir 2019 serta peralihan tahun ke 2020.

Ada sejumlah hal yang menjadi faktor kenaikan HBA. Pertama, lebih karena karakteristik komoditas batu bara yang memiliki volatile yang tinggi. Kemudian, kelebihan pasokan alias oversupply di pasaran.

“Ini volatile biasa, belum bisa dibilang sentimen akan rebound. Ini juga menandakan pasar yang masih oversupply,” kata Hendra.

Sejauh ini, Hendra mengatakan China dan India masih menjadi penentu harga. “Karena impor mereka hampir 30 persen pangsa pasar dunia,” ujarnya.

Senada, Ketua Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo berpandangan bahwa kenaikan itu tidak menjadi tanda adanya rebound.

Menurut dia, pergerakan harga batu bara secara mingguan dan bulanan dalam rentang 2%-3% merupakan kondisi biasa.

“Dengan kenaikan (2,27%) ini, salah kalau memandang market sudah rebound. Melihat kondisi tersebut, pergerakan harga kali ini belum bisa memacu perusahaan untuk melakukan ekspansi,” ujar Singgih.

Head of Corporate Communications PT Indika Energy Tbk Leonardus Herwindo menganggap kenaikan HBA bukan menjadi satu-satunya faktor penentu bagi penyusunan target produksi batu bara.

“Tapi lebih ke proyeksi pasar dalam hal pasokan dan permintaan,” jelas dia.

Meski begitu, dirinya yakin kenaikan HBA tetap memberikan dampak positif bagi perusahaan.

Sementara, seperti yang dihimpun Kontan, sejumlah perusahaan masih wait and see terhadap kenaikan HBA ini, terkecuali PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI).

Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Suherman bilang kenaikan HBA belum jadi indikator untuk menggenjot produksi batu bara perusahaan plat merah ini. Sementara, KKGI sendiri sudah berancang-ancang mengerek produksi baru bara menjadi 4,5 juta ton.

Baca Juga: Pagi-Pagi, Dermaga Marabahan Diseruduk Tugboat Batu Bara

Baca Juga: Lagi, Pelindung Jembatan Rumpiang Disenggol Tongkang Batu Bara

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Covid-19

Ekbis

Dampak Vaksinasi, IHSG Perlahan Pulih dari Efek Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Anjlok, Legislator Kalsel Imbau Dua Kementerian Laksanakan Program Swakelola
apahabar.com

Ekbis

Selama Pandemi, PGN Salurkan Gas Bumi ke Pelanggan Industri Baru
Emas Antam

Ekbis

Sepanjang Pekan Ini, Harga Emas Antam Loyo
apahabar.com

Ekbis

Corona Efek, Rupiah Pagi Ini Melemah 18 Poin
apahabar.com

Ekbis

Virus Corona Berdampak pada Pengiriman “Smartphone” Global
apahabar.com

Ekbis

Penjelasan Luhut Terkait Utang Indonesia Bertambah
apahabar.com

Ekbis

Mendagri Minta Tambahan Anggaran Blanko e-KTP, Ini Alasannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com