Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Peduli Santri, ACT Kalsel Distribusikan Satu Ton Beras

- Apahabar.com Kamis, 7 November 2019 - 16:46 WIB

Peduli Santri, ACT Kalsel Distribusikan Satu Ton Beras

Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalimantan Selatan distribusikan satu ton beras untuk santri-santri Pondok Pesantren Nurul Hidayah di Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kamis (07/11). Foto – ACT Kalsel for apahabar.com

apahabar.com, MARTAPURA – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalimantan Selatan distribusikan satu ton beras untuk santri-santri Pondok Pesantren Nurul Hidayah di Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kamis (07/11).

Aksi tersebut merupakan implementasi dari program Beras Untuk Santri (BERISI) dimana sasaran program ini adalah pesantren-pesantren yang berada di pedalaman atau di pelosok yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur maupun kebutuhan pangan.

“Ponpes Nurul Hidayah berada jauh dari pusat kota dengan kondisi bangunan yang sudah cukup tua, maka program ini sangat layak untuk disalurkan ke sana,” ungkap Zainal Arifin selaku Kepala Cabang ACT Kalimantan Selatan.

Zainal menyebut, di Indonesia khususnya di Kalimantan Selatan ada 215 pondok pesantren yang berdiri dan masih banyak yang dalam kondisi prasejahtera. “Program ini diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan pangan santri serta turut membantu perjuangan para santri dalam menuntut ilmu dan meluaskan dakwah mereka,” ujarnya.

Kepala Yayasan Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Yusdi Sofiani, menyampaikan terima kasih atas bantuan BERISI dari ACT. “Alhamdulillah bantuan ini akan kami gunakan buat keperluan santri yang ada disini,” ucapnya.

“Semoga program BERISI ini lancar dan bisa menyapa lebih banyak pondok pesantren di Indonesia khususnya yang ada di Kalimantan Selatan ini,” imbuhnya.

Yusdi mengatakan rata-rata yang masuk dan belajar di Ponpes Nurul Hidayah ialah santri dari kalangan menengah ke bawah. “Selain itu, banyak dari mereka tidak lagi mempunyai orang tua (meninggal dunia), namun di sini kami ajarkan mereka untuk saling berbagi satu sama lain,” jelasnya.

Ponpes Nurul Hidayah mempunyai jumlah santri laki-laki dan perempuan sebanyak 844 orang dan tidak semua dari mereka bisa mondok karena kapasitas bangunan sudah penuh. “Total santri yang mondok sebanyak 210 santri, 60 santri perempuan dan 150 santri putra,” tutupnya.

apahabar.com

Dua santri penerima Beras Untuk Santri (BERISI) yang disalurkan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalimantan Selatan. Foto – ACT Kalsel for apahabar.com 

Baca Juga: Malnutrisi Masih Membelenggu Anak-anak Gaza

Baca Juga: ACT Santuni Keluarga Almarhum Alfin Lestaluhu

Sumber: ACT Kalsel
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

ACT

Cegah Berita Hoaks, ACT Tunjukkan Aksi Nyata   
apahabar.com

ACT

Awal Tahun Jabodetabek Dikepung Banjir, ACT Terjunkan Tim Rescue
apahabar.com

ACT

Penuhi Kebutuhan Air Bersih, Global Wakaf-ACT Resmikan Lumbung Air Wakaf
apahabar.com

ACT

Peran GREDU Bersama Global Wakaf-ACT dalam Digitalisasi Pendidikan Tanah Air
apahabr.com

ACT

Warga Desa Damit Bersyukur Adanya Sumur Wakaf
apahabar.com

ACT

Salurkan Amanah, ACT Renovasi Langgar Hidayatul Amal Desa Sungai Bali
apahabar.com

ACT

MRI Gelar Orientasi Relawan Batch 1 di Balangan
apahabar.com

ACT

Kunjungi ACT, Al-Nazzar: Pendidikan Jadi Barang Mewah di Palestina
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com