Polisi Soal Status Tersangka Dua Mahasiswa ULM Banjarmasin: Masih Proses Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0 Alasan Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin Terancam Batal

Pemegang ‘Kartu Kuning’, Kebal Hukum? Simak Penjelasan Kasat Reskrim Banjarmasin

- Apahabar.com Jumat, 29 November 2019 - 13:34 WIB

Pemegang ‘Kartu Kuning’, Kebal Hukum? Simak Penjelasan Kasat Reskrim Banjarmasin

Ilustrasi pasien di rumah sakit jiwa. Foto- Tribun Kaltim

apahabar.com, BANJARMASIN – Belakangan ini, merebak kembali fenomena pelaku kejahatan dengan modus mantan pasien rumah sakit jiwa.

Beberapa pelaku bahkan berkoar tak bisa dipidana karena memegang kartu sakti, atau kartu berwarna kuning yang dikeluarkan rumah sakit jiwa.

Merespons fenomena tersebut, Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, AKP Ade Papa Rihi angkat bicara.

Menurut Ade, tak semua pemilik kartu kuning kebal di mata hukum.

Masyarakat harus bisa memahami isi dari Pasal 44 Ayat (1) dan (2) KUHP.

“Tak semua orang yang sakit atau kurang sempurna akalnya tidak dapat dipidana atau hanya dimasukan rumah sakit jiwa jika melanggar,” jelas Ade.

“Kita jangan serta merta percaya jika menemukan pelaku kejahatan yang memiliki kartu kuning,” sambung Ade, kepada apahabar.com Jumat (29/11) pagi

Saat memproses pelaku yang memiliki kartu kuning, kepolisian akan berkoordinasi dengan tempat di mana dia pernah dirawat.

Tujuannya, untuk melihat riwayat penyakit dari pelaku tindak pidana tersebut terlebih dahulu.

Selain itu, kata dia, penyidik akan meminta dokter, untuk memeriksa kejiwaan pelaku.

Apakah penyakit yang disandangnya kumat saat melakukan kejahatan, sehingga bisa ditentukan apakah bisa diproses hukum apa tidak.

Apalagi kartu kuning bukan hanya dipegang oleh jebolan rumah sakit jiwa, melainkan pasien ketergantungan narkoba.

“Jadi kita harus melakukan pendalaman terlebih dulu. Dan sudah ada beberapa kasus seperti itu yang kita tangani dan jalan di pengadilan,” ujar Ade mengakhiri.

apahabar.com

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Ade Papa Rihi. Dok.apahabar.com

Baca Juga: Gangguan Jiwa Berat, Bagaimana Penjagal Bocah SD Limpasu Ditahan?

Baca Juga: Gangguan Jiwa Anak Akibat Gadget, Ibnu Sina: Perlu Pengendalian Orangtua

Reporter: Riyad Dafhi R
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahbar.com

Kalsel

Detik-Detik Pelantikan DPRD Kalsel, Anoa hingga Anjing Pelacak Disiagakan
apahabar.com

Kalsel

Tiga Santri Terbaik HST ke Timur Tengah
apahabar.com

Kalsel

Luapan Sungai Tapin Makan Satu Korban Jiwa
apahabar.com

Kalsel

Dewan akan Panggil PDAM, Tanyakan Insiden Kebocoran Pipa
apahabar.com

Kalsel

Demi Visit Kalsel 2020, Perkemahan Bela Negara Tingkat Nasional Dihelat di Banua
apahabar.com

Kalsel

Satgas TMMD Rampungkan Jembatan Asa Warga Kuin Kecil
apahabar.com

Kalsel

Dipindahkan, Belasan Napi di Banjarmasin Jalani Rapid Test
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Hujan, BMKG: Waspadai Petir dan Angin Kencang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com