Peluncuran Vaksin AS Picu Kenaikan Harga Minyak Cuaca Kalsel Hari Ini, Hujan Berpetir Masih Mengancam PPKM Mikro Saat Ramadan, ASN di Banjarmasin Diminta Lebih Proaktif Tekan Inflasi, Kalsel Atensi Sistem Supply Chain Bahan Pokok Milan Lockdown, Eh Ibrahimovic Tepergok di Restoran

Pemicu Tingginya Angka Kecelakaan Pelayaran di Kalsel

- Apahabar.com Selasa, 19 November 2019 - 12:46 WIB

Pemicu Tingginya Angka Kecelakaan Pelayaran di Kalsel

Tim rescue Basarnas Banjarmasin saat operasi pencarian korban tenggelamnya perahu di Batola. Foto-apahabar.com/ Muhammad Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Kesadaran armada pelayaran di Kalsel menerapkan Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB) dinilai masih minim. Sejalan dengan tingginya angka kecelakaan laut.

“Banyak pelayaran yang menggunakan EPIRB, tetapi tak melakukan registrasi,” ucap Kepala Basarnas Banjarmasin Mujiono, Selasa (19/11) pagi.

Setiap armada pelayaran yang tak melakukan registrasi EPIRB mengakibatkan tak terdeteksinya pemancar Local User Terminal (LUT) milik Basarnas.

“Respons time dalam operasi SAR terlambat,” tegasnya.

Hal itu menunjukkan kesadaran masyarakat khususnya armada pelayaran di Kalsel terkait keselamatan masih kurang. Bahkan, ia pernah menemukan kasus kelalaian penggunaan EPIRB. Di mana yang seharusnya berada di awak kapal, malah terdapat di daratan.

“Maka dari itu pentingnya aksi deteksi dini. Kesadaran pemilik kapal masih rendah,” cetusnya.

Direktur Sistem Komunikasi Basarnas, Brigjen TNI Bambang Suryo Aji mengatakan sangat penting perusahaan pelayaran mendaftarkan EPIRB ke Basarnas Banjarmasin.

“Tujuannya agar mempercepat respons time yang dimiliki dan memmudahkan kita berkoordinasi dengan pemilik kapal,” katanya.

Senada Mujiono, menurutnya, pemilik kapal acap kali lalai dalam menggunakan EPIRB. Penggunaan EPIRB tak boleh lagi dipandang sebelah mata. Seluruh dunia, kata dia, dapat menangkap sinyal dari EPIRB tersebut.

“Ini perlu disiplin dari pemilik EPIRB untuk menggunakan sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Kata dia, terdapat sanksi yang diberikan kepada pemilik kapal apabila melakukan pelanggaran penggunaan EPIRB, sesuai UU Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan.

“Bukan sanksi denda, tapi bisa juga hukuman penjara,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, EPIRB merupakan alat yang ada di kapal laut. Fungsinya mirip dengan Underwater Locator Beacon (ULB) yang ada di kotak hitam di pesawat terbang. Sama-sama mengirimkan sinyal bila kapal atau pesawat mengalami keadaan darurat atau kecelakaan.

apahabar.com

Kepala Basarnas Banjarmasin Mujiono. Foto-apahabar.com/Muhammad Robby

Baca Juga: Pelabuhan Trisakti Kembali Buka Pelayaran

Baca Juga: Sertakan Sejumlah Elemen dalam Pelayaran Kebangsaan

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apaabar.com

Kalsel

Gapki dan Disbunnak Kalsel Soroti Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan

Kalsel

Kotabaru Masih Zona Merah, 16 Orang Lagi Terpapar Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Hut Bhayangkara di Banjarmasin Berlangsung Khidmat, Simak Arahan Presiden
apahabar.com

Kalsel

Cegah Covid-19 dan Setop Karhutla Gencar Disosialisasikan Polsek Tanta
apahabar.com

Kalsel

Bicara Pengembangan Kemasan, Puluhan Pegiat UMKM Datangi Sekretariat PDI Perjuangan
apahabar.com

Kalsel

Bhabinkamtibmas Polsek Danau Panggang Sosialisasikan Perbup HSU Saat RKP Desa
apahabar,com

Kalsel

Polisi Minta Kasus Mahendra Jadi Pembelajaran Masyarakat
apahabar.com

Kalsel

Jauh Sebelum Covid-19, Flu Spanyol Pernah Menyerang 1.424 Warga Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com