Jokowi Telepon Gubernur Soal Banjir Kalsel, Gak Kebalik Pak? Breaking News: Respons Jokowi Atas Banjir di Kalsel, Segera Kirim Perahu Karet Tak Ucapkan Dukacita, Habib Banua Tantang Presiden ke Kalsel Warga Banjiri IG Presiden Jokowi: Kalsel Juga Berduka Pakkk!!! Pecah Rekor Lagi! Kasus Covid-19 Indonesia Tambah 12.818 Hari Ini

Pengakuan Khilafatul Muslimin Soal Dasar Negara Diragukan, Pakem: Kami Akan Uji

- Apahabar.com Minggu, 3 November 2019 - 11:37 WIB

Pengakuan Khilafatul Muslimin Soal Dasar Negara Diragukan, Pakem: Kami Akan Uji

Ketua Tim Pakem, Haryoko Ari Prabowo, sekaligus Kajari Kotabaru. Foto-apahabar.com/Masduki

apahabar.com, KOTABARU – Belum lama tadi kelompok aliran kepercayaan khilafatul muslimin yang diduga menyimpang menyatakan secara lisan mengakui adanya dasar negara pancasila dan UUD 45.

Namun demikian, pengakuan itu nampaknya masih diragukan sejumlah pihak. Utamanya, bagi kalangan tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) di Kotabaru.

Ketua tim Pakem Kotabaru, Haryoko Ari Prabowo, mengatakan pihaknya telah meminta klarifikasi kepada kelompok khilafatul muslimin. Secara lisan, pihak khilafatul muslimin mengakui bahwa adanya dasar negara pancasila, dan UUD 1945.

“Memang mereka di hadapan kami mengakui adanya dasar negara pancasila dan UUD 45. Akan tetapi, kami masih tidak mengetahui pengakuan itu benar, atau tidak. Apakah sesuai dengan fakta dan praktik di lapangan,” ujar Haryoko, yang juga sebagai Kajari Kotabaru saat dihubungi apahabar.com Sabtu.

Menyikapi persoalan tersebut, Haryoko bersama tim Pakem Kotabaru menyatakan akan melakukan uji kebenaran terkait pengakuan kelompok khilafatul muslimin di Kotabaru.

“Pengakuan lisan mereka akan kami uji kebenarannya. Tim akan terus melakukan pemantauan secara intensif baik terbuka dan tertutup,” tegas Haryoko.

Kedepan menurutnya, apabila terbukti kelompok khilafatul muslimin diketahui hanya mengakui secara lisan keberadaan pancasila dan UUD 45 sebagai dasar negara maka kelompok tersebut bisa ditindak tegas sesuai peraturan yang berlaku.

“Intinya, kalau hanya secara lisan. Tapi, fakta di lapangan ternyata mereka berbeda, dan tidak berpedoman dengan dasar negara, maka jelas sesuai peraturan yang baru bisa ditindak tegas atau dipidana,” pungkas Haryoko.

Baca Juga: Malam Minggu, Ratusan Pengendara di Banjarbaru Terjaring Razia

Baca Juga: Arie Husairi ‘Si Garuk Kaki Nyamuk’ Juara KNPI Stand Up Comedy

Reporter: Ahc20
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Apoteker Dibebastugaskan, Mahasiswa Farmasi Se-Indonesia Nyatakan Sikap di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Update Suasana Jelang Puncak Haul Guru Sekumpul
apahabar.com

Kalsel

Nasib Mamanda di Kalsel: Minim Pergelaran dan Kalah dengan Hiburan Modern
apahabar.com

Kalsel

Malam Nisfu Syakban, Polisi Tangkap Penjual dan Pembeli Sabu di HSU
apahabar.com

Kalsel

PSBB Jilid 3, Komisi I Sayangkan Penambahan Anggaran ke Satpol PP
apahabar.com

Kalsel

Suntikan Modal Rp 130 Miliar untuk Jamkrida, Ini Harapan Dewan
apahabar.com

Kalsel

Kearsipan Banjar Raih Predikat Baik
apahabar.com

Kalsel

Haul Guru Sekumpul, Basarnas Banjarmasin Fokus Evakuasi Jalur Air
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com