Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Perbakin Keluhkan Mahalnya Pajak Impor Peluru

- Apahabar.com Kamis, 21 November 2019 - 16:28 WIB

Perbakin Keluhkan Mahalnya Pajak Impor Peluru

Caban olahraga menembak menargetkan emas di SEA Games 2019 Filipina. Foto-antara.

apahabar.com, JAKARTA – Persiapan atlet menembak nasional menghadapi SEA Games 2019 sedikit terganjal. Lantaran mahalnya pajak impor peluru yang didatangkan.

Sekretaris Jenderal Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Firtian Yudit Swandarta mengatakan, kebutuhan peluru untuk latihan para atletnya masih mengandalkan impor.

“Peluru itu dari segi import kewenangan sesuai Perkab itu kewenangan Perbakin untuk mengimpor senjata dan peluru. Kemudian Perbakin akan menunjuk importir sebagai pelaksana impor,” kata Firtian dikutip apahabar.com dari antara, Kamis (21/11).

“Kebanyakan regulasi di kita (Indonesia) perlakuannya hampir sama dengan barang-barang yang masuk sehingga pajaknya tinggi banget,” lanjutnya.

Firtian menambahkan, peluru untuk keperluan cabang menembak bisa saja dipenuhi oleh PT Pindad. Namun nilai ekonominya kurang pas, karena hanya memenuhi kebutuhan Perbakin saja.

PT Pindad harus mempertimbangkan Break Even Point (BEP) atau titik impas di mana posisi jumlah pendapatan dan biaya sama atau seimbang sehingga tidak terdapat keuntungan ataupun kerugian dalam suatu perusahaan.

Maka dari itu, Perbakin mengandalkan impor dari perusahaan luar meski harus menanggung beban biaya bea masuk dan pajak yang tinggi saat barang tiba di Indonesia.

“Peluru yang kita impor sudah dikenal di seluruh dunia, pasarnya bukan hanya Indonesia. Jadi mereka punya nilai keekonomisan. kalau kuantitas dari peluru yang dipesan dengan pabrik di luar dia (Pindad) ga akan kalah, lebih bagus mungkin. Tapi kita ga butuh segitu (banyak),” kata dia.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengatakan akan berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani guna mendapat keringanan khusus perihal bea masuk dan pajak untuk memenuhi kebutuhan alat para atlet.

“Saya kira hal-hal seperti ini menjadi tanggung jawab pemerintah dan akan mendiskusikan. Saya sebagai Kemenpora dan Ibu Menteri Keuangan akan memberikan penjelasan tentang alasan-alasan yang rasional tentang kebutuhan itu,” tegasnya.

Baca Juga: Jenazah Istri Spaso Dibawa Siang Ini

Baca Juga: Pochettino Dipecat, Jose Mourinho Merapat?

Sumber: Antara
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Setelah Persebaya, Persipura Konfirmasi Satu Pemainnya Positif Covid-19
apahabar.com

Sport

FIFA Ingin VAR Seragam Diterapkan Seluruh Dunia, Termasuk Indonesia
apahabar.com

Sport

Apes, 4 Gol Sassuolo Dianulir Saat Ditekuk Napoli 2-0
apahabar.com

Sport

Jelang Portugal vs Swedia, Tanpa Ronaldo Apa Seleccao Sanggup?
apahabar.com

Sport

Kemenpora Puji Indra Sjafri Bawa Timnas Juara Piala AFF U-22 2019
apahabar.com

Sport

Imbas PSBB Jakarta, Atlet Panjat HST Kalsel Tertunda Ikut Seleksi Jakarta International Climbing Wall Park
apahabar.com

Sport

Barito Putera Ajukan Perubahan Draf Jadwal di Liga 1 2020, Ini Alasannya
apahabar.com

Sport

Gasak Watford 5-0, Bukti Liverpool Nikmati Persaingan Gelar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com