Live Streaming SCTV & Link Siaran Langsung Liga Champions Ajax vs Liverpool, Prediksi Pemain! Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas

Perjuangan Guru Honorer Di Banjarmasin Demi Menghidupi Keluarga

- Apahabar.com Senin, 25 November 2019 - 16:52 WIB

Perjuangan Guru Honorer Di Banjarmasin Demi Menghidupi Keluarga

Khuzaini (24) di antara muris SDN Telum Dalam 3 Banjarmasin. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi.

apahabar.com, BANJARMASIN – Guru merupakan pelita dalam hidup. Namun, pekerjaan mulia itu belum sebanding dengan honor yang diterima.

Tak jarang, jika mereka harus banting tulang untuk menambah penghasilan di luar demi menghidupi keluarga. Seperti yang dilakukan Khuzaini (24).

Statusnya sebagai guru honorer di SDN Teluk Dalam 3 Banjarmasin, hanya menerima Rp900 ribu per bulan.

Dengan honor segitu, dapat dipastikan untuk hidup sendiri tidak cukup. Apalagi sudah bekeluarga.

Namun, Khuzaini tidak menyerah. Demi sebuah pengabdian, dia rela bertahan. Mengajar sejak pagi hingga jelang tengah hari dilakukan.

Selepas itu, untuk menutupi kekurangan dia bekerja sebagai driver ojek online. Usai mengajar bukannya pulang untuk istirahat. Melainkan langsung menuju tempat mangkalnya.

Berseragam jaket warna hijau, lelaki itu terus memandangi smartphone di tangan. Menunggu orderan masuk via aplikasi di ponselnya. Statusnya sebagai guru agama, mana ada yang tahu.

“Ya tambah-tambah penghasilan lah, lumayan untuk kebutuhan keluarga,” ujar pria yang baru awal tahun ini sebagai driver ojek online.

Dari pekerjaan sambilannya itu, Khuzaini bisa mendapatkan Rp500 ribu. Setiap hari tarikan orderan 6 kali.

“Setelah nyambi ojek online ini ya lumayan. Ada tambahan pemasukan. Beruntung masih terbantu karena kita berkeluarga juga dan istri saya dalam posisi mengandung,” terangnya.

Guna menyiapkan persalinan dan perlengkapan bayi, dia dituntut untuk bekerja keras. Tak peduli cuaca panas dan hujan, termasuk jika mendapat pelanggan yang cerewet.

“(Soalnya) Kita belum ada tabungan untuk lahiran, mudahan-mudahan ada rezekinya ke depan,” ujarnya penuh harap.

Menurutnya untuk gaji guru honorer yang diterima lebih baik dibandingkan awal masuk. Ketika itu dia hanya menerima Rp500 ribu. Baginya, gaji kecil adalah risiko pengabdian. Apalagi sejak kecil dia memang bercita-cita menjadi guru.

Baca Juga: Hari Guru, Honorer di Banjarmasin Diupah Rp 150 Ribu

Baca Juga: Lima Ide Hadiah di Hari Guru Nasional

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kena Batunya, Terduga Penipu Ojek Online Kena Tipu
apahabar.com

Kalsel

Subhanallah, Sebuah Al Quran Selamat dari Amukan Api di Kampung Arab
apahabar.com

Kalsel

Sulit Diajak Bicara, Penjagal Bocah SD di Limpasu HST Dikirim ke RSJ
apahabar.com

Kalsel

Positif Covid-19 di Tanbu Bertambah Lagi
apahabar.com

Kalsel

Pekapuran Raya Episentrum Covid-19, GTPP Kalsel Panggil Para Ketua RT
apahabar.com

Kalsel

Hari Anak Nasional: Ekonomi & Pandemi Pacu Kekerasan Anak di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Supir Ngantuk, Mazda Oleng Hantam Bus
apahabar.com

Kalsel

Jelang Pelantikan, Puluhan Mahasiswa Demo di Gedung DPRD Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com