3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Petani HST Panen Jagung Hibrida Lampaui Target

- Apahabar.com Kamis, 21 November 2019 - 16:25 WIB

Petani HST Panen Jagung Hibrida Lampaui Target

Bupati HA Chairansyah bersama Forkopimda HST ikut memanen jagung hibrida bersama petani. Foto-Muayad for apahabar.com

apahabar.com, BARABAI – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tirta Kencana, Desa Kambat Utara, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) melakukan panen jagung hibrida, Kamis (21/11). Menariknya, panen yang dilakukan untuk pertama kali ini berhasil melampaui target.

Hasil panen ini rencanannya akan disalurkan melalui pasar maupun pabrik yang memproduksi bahan dari jagung jadi komuditi lainnya.

“Keberhasilan ini patut kita syukuri. Dan diharapkan jadi contoh daerah lain dalam mengembangkan hal yang sama. Sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” harap Bupati HST, HA Chairansyah usai ikut memanen bersama petani lainnya.

Menurutnya, sebagai daerah yang agraris, masyarakat HST diminta tidak mudah tergiur dengan menjual tanah terhadap pemodal besar. Karena modal dasar dalam penggerak ekonomi masyarakat, lanjutnya, adalah tanah.

“Tentu saja pemerintah berkewajiban untuk lebih mengembangkan agar tanah yang dimiliki bisa berhasil guna demi kesejahteraan masyarakat sendiri,” lanjut Chairansyah.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian HST, H Misradi menyampikan, pihaknya sudah menyalurkan kegiatan tanam jagung ini dengan maksimal.

“Tanam jagung yang ditargetkan seluas 1.000 hektar ternyata melampaui batas. Sudah berkisar 1.450 tertanam yang dikerjakan melalui swadaya petani. Capaian lebih 150% target jagung hybrida,” ungkap Misradi.

Satu hektar tanam jagung, lanjut Misradi, bisa menghasilkan 3 sampai 4 ton dengan harga kisaran Rp3.600/kg.

“Diperkirakan sekitar Rp12 juta perhektar dengan modal sekitar Rp5 juta. Mengingat daerah lebak rawa relatif lebih mudah untuk teknologi yang digunakan, jadi sangat menguntungkan kalau dikembang oleh para petani kita,” jelas Misradi.

Panen jagung hibrida ini juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel, Forkopimda, Ketua TP PKK Kab HST, Kepala Balai Penelitian Tanaman Rawa Banjarbaru, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Banjarbaru, Kepala Perbankan HST, Camat Pandawan dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan.

Baca Juga: Pengedar Melawan Saat Dibekuk, Kombes Wisnu: Tunggu Hari Nahasnya

Baca Juga: Polres Banjarbaru Raih Penghargaan Layanan SIM dan SKCK Sangat Baik

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Semarak Bazar Ikan Murah di Banjarbaru, Patin Rp5.000/kg
apahabar.com

Kalsel

Bupati Tabalong Terima Penghargaan dari Menteri Kesehatan

Kalsel

Sebelum Hadir Maulid di Kota Citra, Lihat Denah Lokasinya
apahabar.com

Kalsel

Satlantas Polres Batola Sosialisasi Pelayanan Samsat Selama Pandemi
apahabar.com

Kalsel

Biaya Pelantikan Anggota Dewan HST Sentuh Ratusan Juta
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kalsel 1 Agustus: 6.160 Positif dan 3.452 Sembuh
apahabar.com

Kalsel

Logistik Untuk Korban Kebakaran Desa Binju Halong Dari BPBD Balangan
apahabar.com

Kalsel

Berbeda dengan TKD Kalsel, BKD Pastikan Tak Nobar Cawapres 2019
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com