Ganti Rugi Lahan HSS, Perusahaan Sawit PT SAM Mangkir Saat Mediasi Aglomerasi Banjar Bakula Ditiadakan, Banjarbaru Mulai Sekat Pemudik! Khotbah Tak Boleh Lewat 10 Menit, Tabalong Resmi Larang Takbir Keliling Dinonaktifkan KPK Saat Tangani Kasus Besar, Novel Siapkan Perlawanan  Tegas, Kapolda Kalteng Minta Anak Buahnya Larang Mudik di Kapuas

Petani HST Panen Jagung Hibrida Lampaui Target

- Apahabar.com Kamis, 21 November 2019 - 16:25 WIB

Petani HST Panen Jagung Hibrida Lampaui Target

Bupati HA Chairansyah bersama Forkopimda HST ikut memanen jagung hibrida bersama petani. Foto-Muayad for apahabar.com

apahabar.com, BARABAI – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tirta Kencana, Desa Kambat Utara, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) melakukan panen jagung hibrida, Kamis (21/11). Menariknya, panen yang dilakukan untuk pertama kali ini berhasil melampaui target.

Hasil panen ini rencanannya akan disalurkan melalui pasar maupun pabrik yang memproduksi bahan dari jagung jadi komuditi lainnya.

“Keberhasilan ini patut kita syukuri. Dan diharapkan jadi contoh daerah lain dalam mengembangkan hal yang sama. Sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” harap Bupati HST, HA Chairansyah usai ikut memanen bersama petani lainnya.

Menurutnya, sebagai daerah yang agraris, masyarakat HST diminta tidak mudah tergiur dengan menjual tanah terhadap pemodal besar. Karena modal dasar dalam penggerak ekonomi masyarakat, lanjutnya, adalah tanah.

“Tentu saja pemerintah berkewajiban untuk lebih mengembangkan agar tanah yang dimiliki bisa berhasil guna demi kesejahteraan masyarakat sendiri,” lanjut Chairansyah.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian HST, H Misradi menyampikan, pihaknya sudah menyalurkan kegiatan tanam jagung ini dengan maksimal.

“Tanam jagung yang ditargetkan seluas 1.000 hektar ternyata melampaui batas. Sudah berkisar 1.450 tertanam yang dikerjakan melalui swadaya petani. Capaian lebih 150% target jagung hybrida,” ungkap Misradi.

Satu hektar tanam jagung, lanjut Misradi, bisa menghasilkan 3 sampai 4 ton dengan harga kisaran Rp3.600/kg.

“Diperkirakan sekitar Rp12 juta perhektar dengan modal sekitar Rp5 juta. Mengingat daerah lebak rawa relatif lebih mudah untuk teknologi yang digunakan, jadi sangat menguntungkan kalau dikembang oleh para petani kita,” jelas Misradi.

Panen jagung hibrida ini juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel, Forkopimda, Ketua TP PKK Kab HST, Kepala Balai Penelitian Tanaman Rawa Banjarbaru, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Banjarbaru, Kepala Perbankan HST, Camat Pandawan dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan.

Baca Juga: Pengedar Melawan Saat Dibekuk, Kombes Wisnu: Tunggu Hari Nahasnya

Baca Juga: Polres Banjarbaru Raih Penghargaan Layanan SIM dan SKCK Sangat Baik

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kebakaran Hebat di Alalak Selatan, Dugaan Kuat Disengaja
Peta Zonasi Corona

Kalsel

Peta Zonasi Corona Banjarmasin Mendadak Hilang, Pakar Covid-19 Angkat Bicara
apahabar.com

Kalsel

Ramalan Cuaca Kalsel Hari Ini, Begini Laporan BMKG
apahabar.com

Kalsel

Desa Kalahiang Membara, 3 Rumah Hangus Terbakar
apahabar.com

Kalsel

Kabar Tabalong, 14 Pegawai KPP Pratama Tanjung Sembuh dari Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Kematian Istri Muda Pembakal di HST Menanti Putusan Hakim, Ibu Korban: Tak Mungkin Hanya 1 Eksekutor
apahabar.com

Kalsel

Hujan Lebat, Begini Jadinya Jalan di Pusat Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Pengamat: Pencoretan Ulin Mengesampingkan Aspek Ekologi dan Silvikultur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com