Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh Mahasiswanya Dipolisikan, Wakil Rektor ULM Banjarmasin Penuhi Panggilan Polda Kalsel Esok

Polisi Minta Kasus Mahendra Jadi Pembelajaran Masyarakat

- Apahabar.com Selasa, 26 November 2019 - 10:52 WIB

Polisi Minta Kasus Mahendra Jadi Pembelajaran Masyarakat

Pelaku penghinaan petugas lalu lintas Polresta Banjarmasin diamankan dari kediamannya di kawasan Sungai Bilu, Banjarmasin Timur, Rabu silam. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Jika tak ingin seperti Mahendra, jangan sekali-kali menghina institusi negara, termasuk Polri.

Saat ini, polisi terus melanjutkan proses hukum kasus penghinaan yang dilakukan oleh pemuda 21 tahun itu terhadap anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banjarmasin.

“Kasusnya tetap dilanjutkan, tapi tidak ditahan. Karena ancaman pidananya hanya empat tahun. Jadi tidak memenuhi syarat penahanan,” kata Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Ade Papa Rihi, Senin (25/11) siang.

Selain untuk memberikan efek jera terhadap pelaku, kasus tersebut juga bisa dijadikan pembelajaran bagi masyarakat lain. Ade berharap masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

“Berhati-hati. Pikirkan lebih dulu sebelum mem-posting sesuatu. Apalagi kalau sudah menyerang seseorang atau lembaga. Pikirkan dulu dampaknya ke depan,” pesannya.

Tak terima ditilang polisi, Mahendra memaki polisi ‘Monyet’ dan ‘kampret’. Makian itu terlontar dari mulut pelaku saat ia diminta untuk memotokan polisi yang sedang melakukan apel di halaman parkir Mapolresta Banjarmasin.

“Kemarin kena tilang guys sama monyet-monyet ini. Disuruh motoin mereka guys ka***et,” jelas Mahendra dalam video di akun Instagram miliknya, @mahen.muhammad, Selasa 12 Oktober kemarin.

Bisa ditebak. Postingan di Instagram story itu kemudian beredar luas hingga sampai ke tangan polisi. Karena video kontroversinya itu, Mahendra diciduk sejumlah petugas berpakaian preman di kediaman ibunya, kawasan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Rabu (13/11) sore.

Baca Juga: Duel Maut di SPBU Liang Anggang, Satu Tewas

Baca Juga: Siang dan Malam Diwarnai Hujan Lokal

Reporter: Riyad Dafhi R
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Breaking News: Tambang Emas di Kotabaru Longsor
apahabar.com

Kalsel

Curi Motor Saat Mabuk, Perantau di Tapin Dibekuk
apahabar.com

Kalsel

Hadapi Pilkada Serentak 2020, Kapolda Kalsel Bersama KPU dan Bawaslu Kalsel Ikuti Vicon Kesiapan Penyelenggaraan
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Cerah Berawan, BMKG: Waspada Karhutla di 5 Daerah
apahabar.com

Kalsel

2.171 Pelamar Berebut Jadi Panwascam Pilkada Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Diserang Asap, Dinkes Banjarbaru Ungkap Data Penderita Ispa
apahabar.com

Kalsel

Miliki Alat Canggih, PMI Banjarmasin Siap Bantu Periksa Sampel Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Suaminya Dikeroyok di Lapas, Istri Igun Surati Kapolres Tabalong
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com