Pelambuan Membara, Belasan Rumah Terbakar Dini Hari Terciduk Warga, Begal Sapi Tanah Bumbu Lari Tunggang-langgang di Kotabaru Transkrip Rekaman Sengketa Pilgub Kalsel Beredar, Petinggi KPU Akui PPK Terima Duit Heboh Kades di Kelumpang Tersangka Pungli, Giliran Apdesi Kotabaru Buka Suara Mardani H Maming: Hipmi Optimis Pemimpin Muda Kalsel Mampu Bangkitkan Ekonomi Daerah

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Atap Sekolah Ambruk

- Apahabar.com Sabtu, 9 November 2019 - 15:11 WIB

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Atap Sekolah Ambruk

Tim labfor melakukan olah TKP kelas yang ambruk di Sekolah Dasar (SD) Negeri Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Pasuruan, Jawa Timur. Foto - Antara

apahabar.com, SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur menetapkan dua tersangka terkait kasus ambruknya SDN Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.

Keduanya dari pihak swasta atau kontraktor, berinisial D dan S. Keduanya, diamankan di Kediri, Jawa Timur.

“Tadi malam kami pimpin gelar dan sudah ada hasilnya, kemudian kami amankan tersangka dua orang yaitu inisial D dan inisial S, dari Kota Kediri,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan di SDN Gentong, Kota Pasuruan, Sabtu (09/11).

Kapolda mengatakan D dan S berasal dari dua CV berbeda, yakni CV Andalus dan CV DHL Putra.

Luki mengaku kecewa atas ambruknya atap sekolah saat kegiatan belajar mengajar hingga mengakibatkan siswa dan guru meninggal dunia.

“Runtuhnya ini sungguh membuat kecewa banyak pihak, ya harusnya tidak seperti ini. Seandainya murid-murid ini ada di kelas semua, karena sebagian meninggalkan kelas kegiatan olahraga di luar,” ujarnya.

Mengenai konstruksi bangunan, dari laporan tim Laboratorium Forensik yang dia diterima, konstruksi bangunan memang gagal dan terkesan asal-asalan.

“Laporan labfor ini konstruksi bangunan ini sudah gagal konstruksi dan ngawur, tinggal tunggu robohnya. Dan kami dapat laporan dari penerimaan BPK menyampaikan loh seperti ini tidak sesuai, ya ini akibatnya runtuh,” ucapnya.

Selain tindak pidana yang menyebabkan adanya korban jiwa, pihaknya juga menelusuri adanya dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan tersebut dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain.

“Ini akan kami kembangkan terus begitu juga dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi. Karena ini menggunakan dana anggaran yang akan kami telusuri, ada satu yang kami dalami untuk bisa dijadikan tersangka,” katanya.

Atas perbuatannya, kontraktor berinisial S dan D dikenakan pasal 359 KUHP karena lalai dan mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.

Sebelumnya, bangunan dan atap sekolah SDN Gentong, Kota Pasuruan, ambruk saat jam pelajaran siswa, sekitar pukul 08.15 WIB, Selasa (15/11) pagi. Akibatnya dua orang dinyatakan meninggal dunia.

Dari data kepolisian, korban meninggal dunia disebabkan atap sekolah ambruk itu terdiri dari seorang siswa bernama Irza Almira (8), dan seorang guru bernama Sevina Arsy Putri Wijaya (19).

Sementara 11 siswa lainnya dilarikan ke rumah sakit terdekat karena menderita luka-luka. Tiga di antaranya sudah diperbolehkan pulang dan menyisakan delapan orang anak.

Baca Juga: Takut Ambruk, Lalu Lintas Berat di Jembatan Sungai Bamban Disetop

Baca Juga: Galang Bantuan Swadaya Masyarakat, Pemkot Rehab Rumah ‘Ambruk’ Nenek Sabariah

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Resesi di Depan Mata, Pemerintah Diminta Kontrol Harga Pangan
apahabar.com

Nasional

Tiga Kali Gempa Guncang Bengkulu
apahabar.com

Nasional

SMSI Kalsel Siap Sukseskan Kongres I di Jakarta
Vaksinasi

Nasional

Simak Tahapan Vaksinasi Covid dari Januari 2021 – Maret 2022
apahabar.com

Nasional

Bersama Presiden Singapura, Jokowi Tanam Pohon Damar di Istana Bogor
Edhy Prabowo

Nasional

Jalani Pemeriksaan, Status Hukum Menteri KKP Edhy Prabowo Segera Ditentukan
Reaktif

Nasional

Reaktif Corona, 28 Peserta Aksi 1812 Dirujuk ke Wisma Atlet
apahabar.com

Nasional

PNS Kementerian PU Ditemukan Tewas Dicor
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com