Sejumlah muda-mudi terjaring razia operasi penyakit masyarakat, Rabu dini hari. Ada yang tertangkap pesta miras, dan ada juga yang tengah berbuat mesum. Foto-foto: apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Tengah asyik berduaan, sejumlah muda-mudi terjaring razia operasi penyakit masyarakat, Rabu (06/11). Petugas menemukan miras hingga alat kontrasepsi.

Dini hari tadi, ada sebanyak 21 pria, dan 16 perempuan yang dijaring petugas gabungan dari sejumlah lokasi berbeda.

Mereka umumnya diamankan petugas dari hotel di penjuru Kota Banjarmasin. Razia digelar mulai pukul 22.00 hingga lewat pukul 00.00.

Razia diawali dari Guest House Philips, Billiar Diamond, Billiar Master, Karaoke DC, Hotel Pelangi dan berlanjut ke Hotel Mira.

Hotel-hotel yang dirazia selama ini diduga kuat menjadi sarang mesum pasangan bukan suami-istri.

Sejumlah muda-mudi terjaring razia operasi penyakit masyarakat, Rabu dini hari. Ada yang tertangkap pesta miras, dan ada juga yang tengah berbuat mesum. apahabar.com/Bahaudin Qusairi

Di masing-masing hotel, satu per satu pintu kamar hotel digedor dan diperiksa petugas. Pengunjung yang tak bisa menunjukkan identitasnya lalu digiring petugas untuk diperiksa.

Ironisnya, mereka yang diamankan ada anak di bawah umur. Ia mengaku sengaja dibawa oleh kakak kandungnya menginap di hotel. Saat diwawancarai, sang kakak rupanya seorang pekerja seks komersial.

“Saat mau melayani orang, adik saya suruh dulu tunggu di lobi. Setelah selesai baru dia kembali ke kamar,” terang perempuan berkulit putih itu saat didata petugas.

Secara keseluruhan, ada sepuluh pasangan bukan suami-istri yang terjaring razia. Mereka kedapatan saat sedang berduaan di dalam kamar hotel.

Dari pemeriksaan, rupanya anak anak ini tak bisa menunjukkan KTP mereka. “Hampir semua berasal dari daerah Barito Kuala dan Hulu Sungai,” terang Kasat Sabhara Polresta Banjarmasin Kompol Halasan Sirait kepada apahabar.com.

Di tengah pemeriksaan, petugas menemukan seorang anak yang terindikasi menjadi korban perdagangan manusia atau human trafficking. Anak ini mengaku ‘dijual’ oleh seorang pria untuk melayani jasa prostitusi.

“Itu adalah pacarnya tetapi dia tak mau membeberkan lebih dalam,” jelasnya.

Meski begitu, polisi akan menelusurinya lebih jauh, serta mencari tahu sosok terduga muncikari,

Sementara, razia, kata Sirait, digelar untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dari 10 pasangan bukan suami istri, polisi turut mengamankan barang bukti minuman keras dan alat kontrasepsi.

Selanjutnya, mereka didata dan dimintai surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa. Dalam razia, Polresta Banjarmasin menerjunkan puluhan personel dari berbagai satuan tugas, dan fungsi.

“Kami akan lakukan razia ini secara rutin untuk mengantisipasi meluasnya penyakit masyarakat,” jelas perwira berpangkat melati satu itu.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah