apahabar.com
Ketua Legiun Veteran Kalsel, Muslih. Foto – apahabar.com/Muhammad Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – ‘Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya’, begitulah isi pidato Presiden Soekarno, pada Hari Pahlawan 10 November 1961 silam.

Kurang lebih 58 tahun telah berlalu. Lantas, bagaimana kehidupan para legiun veteran di era sekarang?

Di Kalimantan Selatan, terdapat beberapa problematika kehidupan yang dialami para pejuang veteran.

Dari tempat tinggal yang pantas, hingga besaran tunjangan yang diterima per bulannya.

“Kita minta agar ada peningkatan kuota bedah rumah para pejuang veteran,” ucap Ketua Legiun Veteran Kalsel, Muslih, Sabtu (09/11) malam.

Tempat tinggal pejuang veteran di Kalsel dinilai sangat memprihatinkan.

Meskipun, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pemerintah daerah telah merealisasikan program bedah rumah selama 3 tahun berturut-turut.

Namun, banyaknya jumlah pejuang veteran mengakibatkan program bedah rumah itu tak merata.

Berdasarkan data per Januari 2019, kata dia, jumlah pejuang veteran di Kalsel mencapai 1.200 orang.

Diperkirakan hingga November 2019, hanya sekitar 900 orang pejuang veteran yang tersisa.

“Sedikitnya terdapat 28 rumah yang dibedah setiap tahun. Itu merupakan program BUMN Hadir untuk Negeri. Ditambah bantuan pemerintah daerah,” katanya.

Meski begitu, ia menilai para pejuang veteran sudah mendapatkan perhatian dari perusahaan dan pemerintah daerah.

“Ini harus tetap ditingkatkan,” bebernya.

Kemudian, ia mengakui, pejuang veteran mendapatkan tunjangan sebesar Rp2,2 juta setiap bulan.

Tunjangan itu berlaku untuk seluruh pejuang veteran di Regional Kalimantan.

“Di rumah tak ada barang yang berharga untuk dijual.  Semoga pemerintah daerah bisa membantu,” tandasnya.

Baca Juga: Jokowi: Indonesia Butuh Pahlawan Pemberantas Kemiskinan

Baca Juga: Enam Tokoh Dapat Gelar Pahlawan Nasional

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Aprianoor