ga('send', 'pageview');
Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST Nih, Hasil Swab Wali Kota Banjarmasin Usai Bertemu Nadjmi Adhani




Home Kalsel

Selasa, 19 November 2019 - 15:57 WIB

Rumah Singgah Banjarmasin, Penghuni Dirawat sampai Akhir Hayat

Redaksi - apahabar.com

Kondisi Rumah Singgah Banjarmasin yang disebut overload penghuni. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

Kondisi Rumah Singgah Banjarmasin yang disebut overload penghuni. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Rumah Singgah Baiman acap kali kelebihan penghuni. Jumlahnya tak menentu, namun terus bertambah.

Mayoritas penghuni di Rumah Singgah Jalan Gubernur Subarjo, Banjarmasin Selatan itu adalah penderita gangguan jiwa. Dari 44 penghuni, separoh adalah penderita gangguan jiwa.

Sejatinya, Rumah Singgah hanya muat untuk 40 orang saja. “Kebanyakan mereka orang terlantar yang tidak memiliki keluarga,” jelas Kepala Seksi Tuna Sosial dan Korban Tindak Kekesasan Dinas Sosial Banjarmasin, Hasan Basri mengatakan Rumah Singgah kepada apahabar.com, Selasa (19/11).

Meski dilema, Hasan mengatakan kondisi mereka tak memungkinkan untuk dilepas begitu saja. “Mau dikembalikan keluarga penghuni gangguan jiwa ini juga terlampau miskin. Tidak mungkinkan kita lempar, karena kondisi kurang lebih sama,” ujarnya.

Baca juga :  Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan

Meski overload penghuni, layanan kesehatan rutin berjalan di Rumah Singgah. Sepekan sekali doktor merawat pasien psikotik dengan tes kejiwaannya, dan obat-obatan.

Sejauh ini, Dinas Sosial berkerja sama dengan Rumah Sakit Sambang Lihum. Meski sembuh, para pasien tersebut tak bisa langsung lepas saja. Mereka masih butuh kepastian keluarga, tempat tinggal layak, dan asupan makanan sehat.

Makanya, tak heran jika tiap tahunnya Pemkot Banjarmasin juga menampung pasien gangguan jiwa hingga akhir hayat.

“Kita mandikan, salat hingga dikubur di lahan milik Pemkot. Kondisi itu kita lakukan terus setiap tahunnya,” terangnya.

Terhadap overload penghuni di Rumah Singgah, Pemkot Banjarmasin mesti mengeluarkan kocek yang cukup dalam untuk makan dan minum atau Rp1,3 miliar dari APBD Murni 2019, cuma Rp400 juta yang dialokasikan untuk itu.

Baca juga :  Terus Upayakan Pencegahan Covid-19, Polsek Wanaraya Sosialisasikan Perbup Batola

Agar tak bangkrut, Hasan mengimbau kepada petugas di sana untuk melakukan efisiensi dana tersisa. Jika tak begitu, kemungkinan kerugian bertambah besar. Penghuni di sana bukanlah asli orang Banjarmasin, melainkan dari daerah tertangga juga ada. “Jadi, tambah dilema kita, padahal bukan tanggung jawab Pemkot,” tegasnya.

Menanggapi overload penghuni, Hasan mengaku iri dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Pasalnya, daerah yang dipimpin Tri Rismaharini itu bisa menampung hingga 1.000 orang. Karenanya, Hasan berharap Pemkot dan DPRD Banjarmasin bisa bekerja sama untuk meningkatkan fasilitas rumah singgah.

“Harusnya 60-70 orang bisa ditampung di sana, kita inginnya begitu,” katanya.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dinas Kesehatan Tanbu Canangkan Pemberantasan Sarang Nyamuk
apahabar.com

Kalsel

Rizky Febian Sebut Lagu di Album Jejak adalah ‘Mukjizat’
apahabar.com

Kalsel

Gerindra Berkoalisi dengan Pemerintah? DPD Gerindra Kalsel: Masih Menunggu
apahabar.com

Kalsel

Museum Wasaka tak Mampu Pajang Semua Benda Bersejarah
apahabar.com

Kalsel

Maklumat Kapolri Dicabut, Pasar Tradisional di Banjar Ikut Terdampak
apahabar.com

Kalsel

Jembatan Alalak II Tutup, Ratusan Kendaraan ‘Mengular’ di Kayutangi
apahabar.com

Kalsel

Heboh Warga Badandan di Batola Memperoleh Sumber Gas
apahabar.com

Kalsel

Tikungan Puntik Renggut Nyawa Warga Teluk Tiram
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com