Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Korban Jiwa, Warga HST Tewas Cara Nonton Live Streaming Liga Champions Chelsea vs Sevilla di SCTV & Vidio.com Malam Ini 7 Pemuda Diamankan Saat Demo di Banjarmasin, Polisi: Mereka Mabuk Gaduk Sudah Minta Maaf, Sekda Tala Tetap Dipolisikan

Rumah Singgah Banjarmasin, Penghuni Dirawat sampai Akhir Hayat

- Apahabar.com Selasa, 19 November 2019 - 15:57 WIB

Rumah Singgah Banjarmasin, Penghuni Dirawat sampai Akhir Hayat

Kondisi Rumah Singgah Banjarmasin yang disebut overload penghuni. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Rumah Singgah Baiman acap kali kelebihan penghuni. Jumlahnya tak menentu, namun terus bertambah.

Mayoritas penghuni di Rumah Singgah Jalan Gubernur Subarjo, Banjarmasin Selatan itu adalah penderita gangguan jiwa. Dari 44 penghuni, separoh adalah penderita gangguan jiwa.

Sejatinya, Rumah Singgah hanya muat untuk 40 orang saja. “Kebanyakan mereka orang terlantar yang tidak memiliki keluarga,” jelas Kepala Seksi Tuna Sosial dan Korban Tindak Kekesasan Dinas Sosial Banjarmasin, Hasan Basri mengatakan Rumah Singgah kepada apahabar.com, Selasa (19/11).

Meski dilema, Hasan mengatakan kondisi mereka tak memungkinkan untuk dilepas begitu saja. “Mau dikembalikan keluarga penghuni gangguan jiwa ini juga terlampau miskin. Tidak mungkinkan kita lempar, karena kondisi kurang lebih sama,” ujarnya.

Meski overload penghuni, layanan kesehatan rutin berjalan di Rumah Singgah. Sepekan sekali doktor merawat pasien psikotik dengan tes kejiwaannya, dan obat-obatan.

Sejauh ini, Dinas Sosial berkerja sama dengan Rumah Sakit Sambang Lihum. Meski sembuh, para pasien tersebut tak bisa langsung lepas saja. Mereka masih butuh kepastian keluarga, tempat tinggal layak, dan asupan makanan sehat.

Makanya, tak heran jika tiap tahunnya Pemkot Banjarmasin juga menampung pasien gangguan jiwa hingga akhir hayat.

“Kita mandikan, salat hingga dikubur di lahan milik Pemkot. Kondisi itu kita lakukan terus setiap tahunnya,” terangnya.

Terhadap overload penghuni di Rumah Singgah, Pemkot Banjarmasin mesti mengeluarkan kocek yang cukup dalam untuk makan dan minum atau Rp1,3 miliar dari APBD Murni 2019, cuma Rp400 juta yang dialokasikan untuk itu.

Agar tak bangkrut, Hasan mengimbau kepada petugas di sana untuk melakukan efisiensi dana tersisa. Jika tak begitu, kemungkinan kerugian bertambah besar. Penghuni di sana bukanlah asli orang Banjarmasin, melainkan dari daerah tertangga juga ada. “Jadi, tambah dilema kita, padahal bukan tanggung jawab Pemkot,” tegasnya.

Menanggapi overload penghuni, Hasan mengaku iri dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Pasalnya, daerah yang dipimpin Tri Rismaharini itu bisa menampung hingga 1.000 orang. Karenanya, Hasan berharap Pemkot dan DPRD Banjarmasin bisa bekerja sama untuk meningkatkan fasilitas rumah singgah.

“Harusnya 60-70 orang bisa ditampung di sana, kita inginnya begitu,” katanya.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Karhutla, PR Tahunan Masih Mencari Solusi Permanen
apahabar.com

Kalsel

Positif Covid-19 Baru di Tala 4 Orang, Semuanya Klaster Gowa
apahabar.com

Kalsel

Baru Direnovasi, Plafon Pasar di Kotabaru Sudah Bocor
apahabar.com

Kalsel

Mentari Menyengat Hari Ini

Kalsel

VIDEO: Intip Aksi Nekat Terduga Pencuri Tembus Barikade Warga Sungai Andai
apahabar.com

Kalsel

Berawal Dari Iseng, Miniatur Perahu di Batola Dapat Diadu
apahabar.com

Kalsel

Akhirnya, Tuntutan Warga Atas 37 Bidang Tanah Terdampak Bendungan Tapin Diproses
apahabar.com

Kalsel

Pengendara Motor Terlindas Truk di Banjarbaru, Simak Keterangan Polisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com