Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024

Rumah Singgah Banjarmasin, Penghuni Dirawat sampai Akhir Hayat

- Apahabar.com     Selasa, 19 November 2019 - 15:57 WITA

Rumah Singgah Banjarmasin, Penghuni Dirawat sampai Akhir Hayat

Kondisi Rumah Singgah Banjarmasin yang disebut overload penghuni. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Rumah Singgah Baiman acap kali kelebihan penghuni. Jumlahnya tak menentu, namun terus bertambah.

Mayoritas penghuni di Rumah Singgah Jalan Gubernur Subarjo, Banjarmasin Selatan itu adalah penderita gangguan jiwa. Dari 44 penghuni, separoh adalah penderita gangguan jiwa.

Sejatinya, Rumah Singgah hanya muat untuk 40 orang saja. “Kebanyakan mereka orang terlantar yang tidak memiliki keluarga,” jelas Kepala Seksi Tuna Sosial dan Korban Tindak Kekesasan Dinas Sosial Banjarmasin, Hasan Basri mengatakan Rumah Singgah kepada apahabar.com, Selasa (19/11).

Meski dilema, Hasan mengatakan kondisi mereka tak memungkinkan untuk dilepas begitu saja. “Mau dikembalikan keluarga penghuni gangguan jiwa ini juga terlampau miskin. Tidak mungkinkan kita lempar, karena kondisi kurang lebih sama,” ujarnya.

Meski overload penghuni, layanan kesehatan rutin berjalan di Rumah Singgah. Sepekan sekali doktor merawat pasien psikotik dengan tes kejiwaannya, dan obat-obatan.

Sejauh ini, Dinas Sosial berkerja sama dengan Rumah Sakit Sambang Lihum. Meski sembuh, para pasien tersebut tak bisa langsung lepas saja. Mereka masih butuh kepastian keluarga, tempat tinggal layak, dan asupan makanan sehat.

Makanya, tak heran jika tiap tahunnya Pemkot Banjarmasin juga menampung pasien gangguan jiwa hingga akhir hayat.

“Kita mandikan, salat hingga dikubur di lahan milik Pemkot. Kondisi itu kita lakukan terus setiap tahunnya,” terangnya.

Terhadap overload penghuni di Rumah Singgah, Pemkot Banjarmasin mesti mengeluarkan kocek yang cukup dalam untuk makan dan minum atau Rp1,3 miliar dari APBD Murni 2019, cuma Rp400 juta yang dialokasikan untuk itu.

Agar tak bangkrut, Hasan mengimbau kepada petugas di sana untuk melakukan efisiensi dana tersisa. Jika tak begitu, kemungkinan kerugian bertambah besar. Penghuni di sana bukanlah asli orang Banjarmasin, melainkan dari daerah tertangga juga ada. “Jadi, tambah dilema kita, padahal bukan tanggung jawab Pemkot,” tegasnya.

Menanggapi overload penghuni, Hasan mengaku iri dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Pasalnya, daerah yang dipimpin Tri Rismaharini itu bisa menampung hingga 1.000 orang. Karenanya, Hasan berharap Pemkot dan DPRD Banjarmasin bisa bekerja sama untuk meningkatkan fasilitas rumah singgah.

“Harusnya 60-70 orang bisa ditampung di sana, kita inginnya begitu,” katanya.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kecelakaan

Kabupaten Banjar

Kronologi Lengkap Kecelakaan Maut di Sungai Ulin, Yamaha Lexi Versus Truk
apahabar.com

Kalsel

Puluhan Pengendara Terjaring Razia Satlantas Polres Banjarmasin
Kapolres Kotabaru, AKBP M Gafur Aditya Harisada Siregar. Foto: Istimewa

Kalsel

Pengamanan Nataru di Kotabaru Sukses! Kapolres Apresiasi Kinerja Jajarannya
apahabar.com

Kalsel

Terekam Video ‘Anggota Dewan’ Loncat Pagar Saat Demo

Kalsel

Laporan Dugaan 107 Pelanggaran Pemilu BirinMu, Bawaslu Kalsel Verifikasi Alat Bukti!
apahabar.com

Kalsel

Kasus HIV/Aids di Kalsel Meningkat
apahabar.com

Kalsel

Relawan Emergency Triple 4 Banjarmasin Bagikan Ratusan Masker  
apahabar.com

Kalsel

Gara-Gara Bau Badan, Pria di Kotabaru Tebas Petugas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com