Tak Sempat Telan Sabu, Warga Amuntai Keburu Diringkus Satresnarkoba HSU Pemerintah Tetapkan 1,3 Juta Formasi CPNS 2021 Pandemi Covid-19, Wakil Rakyat Banjarmasin Malah Minta Mobil Baru Gegara Bakar Sarang Tawon, Rumah di Balikpapan Baru Nyaris Ludes Patroli Gabungan di Tabalong, Petugas Sita Puluhan Elpiji 3 Kg!

Rupiah Menguat Tipis Usai BI Tahan Suku Bunga

- Apahabar.com Kamis, 21 November 2019 - 17:20 WIB

Rupiah Menguat Tipis Usai BI Tahan Suku Bunga

Penyortiran Rupiah Indonesia dan Dolar AS di depan grafik pertukaran mata uang pada layar komputer. Foto - Antara

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Kamis sore menguat tipis usai Bank Indonesia memutuskan menahan suku bunga acuan di level 5 persen.

Rupiah ditutup menguat 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp14.092 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.095 per dolar AS.

“BI juga menjelaskan ekonomi dalam negeri sampai saat ini masih cukup bagus dan optimistis PDB tahun 2019 sebesar 5,1 persen. Ini menandakan bahwa perekonomian masih tetap terjaga apalagi pemerintah terus melakukan reformasi birokrasi secara menyeluruh,” kata Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Kamis (21/11).

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 November 2019 memutuskan mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di 5 persen.

Bank sentral juga memutuskan untuk menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah untuk bank umum konvensional dan bank umum syariah/unit usaha syariah sebesar 50 bps sehingga masing-masing menjadi 5,5 persen dan 4 persen, dengan GWM Rerata masing-masing tetap sebesar 3 persen, dan berlaku efektif pada 2 Januari 2020.

BI menyebut kebijakan tersebut ditempuh guna menambah ketersediaan likuiditas perbankan dalam meningkatkan pembiayaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Strategi operasi moneter juga terus diperkuat untuk menjaga kecukupan likuiditas dan mendukung transmisi bauran kebijakan yang akomodatif.

Dari eksternal, Presiden AS Donald kemungkinan akan menandatangani RUU yang mendukung pengunjuk rasa Hong Kong.

Juru bicara kementerian luar negeri China menyebut keputusan itu sebagai campur tangan terang-terangan dalam urusan dalam negeri China, dan mengatakan AS menghadapi konsekuensi negatif jika itu tetap ada.

“Trump sekarang berada dalam dilema, karena menandatangani RUU itu mungkin bisa membahayakan kesepakatan perdagangan yang telah lama ditunggu-tunggu dengan Beijing,” ujar Ibrahim.

Reuters melaporkan hari ini bahwa kedua negara mungkin tidak mencapai kesepakatan perdagangan parsial tahun ini. Pemerintah China pesimis mencapai kesepakatan dengan AS.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah Rp14.104 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.092 per dolar AS hingga Rp14.115 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.112 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.097 per dolar AS.

Baca Juga: Setoran Macet, Dewan Soroti Kinerja BPR di Kalsel

Baca Juga: Ratusan Pelajar Sambangi Agro Edu Park Bumi Tangi Milik BI

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Selasa Pagi, Rupiah Loyo ke Level Rp 14.338 per Dolar AS
apahabar.com

Ekbis

Pangkalan Elpiji di Banjarmasin Banyak Terima Keluhan Terkait Isi Tabung
apahabar.com

Ekbis

Terbiasa Transaksi Syariah, FESyar KTI 2019 Digelar di Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

IHSG Akhir Pekan Diprediksi Masih Dibayangi Sentimen Domestik
apahabar.com

Ekbis

Warga di Banjarmasin Utara Keluhkan Isi Tabung Elpiji
apahabar.com

Ekbis

Tanpa Ongkir, Permintaan Gula Pasir di Pasar Daring Mulai Membeludak
apahabar.com

Ekbis

Tips Menghindari Jebakan Investasi Bodong
apahabar.com

Ekbis

Mantap, Jelang Pemilu Rupiah Sudah Terbaik di Asia!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com