apahabar.com
Kelompok Tani Hutan program Rehabilitasi Hutan dan Lahan sedang berkumpul untuk mengecek kesiapan penyelesaian kegiatan. Foto-Istimewa

apahabar.com, KANDANGAN – BMKG memprediksi musim hujan akan dimulai pada pertengahan November.

Menanggapi hal itu, Kepala Kesatuan Pengelola Hutan (KPH), Hulu Sungai, Rudiono Herlambang, langsung mengumpulkan Kelompok Tani Hutan program Rehabilitasi Hutan dan Lahan di dalam kawasan hutan produksi seluas 25 hektare untuk mengecek kesiapan penyelesaian kegiatan.

“Tim KPH Hulu Sungai sudah turun ke lapangan untuk mengecek kondisi terbaru dari tanaman sengon tersebut. Rata – rata sebanyak 30 persen tanaman mati karena musim kemarau yang panjang dan serangan hama Bangkui,” ucap Rudiono, beberapa waktu lalu.

Guna mempersiapkan kegiatan penyulaman, Rudiono juga menyampaikan ketersediaan bibit sengon untuk penyulaman di Pembibitan Permanen di Desa Taniran, HSS.

“Silakan diambil untuk disiapkan sebagai bibit sulaman. Dan juga untuk KTH di luar kegiatan ini. Bahkan perorangan yang ingin menanam sengon. Bibit sudah siap salur di Persemaian Taniran. Syaratnya cukup dengan membawa fotokopi KTP,” pungkasnya.

Baca Juga: Persemaian Permanen BPTH Kembali Bagi Bibit Tanaman Gratis

Baca Juga: Hanif Ingin Kalsel Jadi Daerah Penghasil Kopi

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Puja Mandela