Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0

Sebab Abu Thalhah Disegani Rasulullah

- Apahabar.com Minggu, 17 November 2019 - 06:30 WIB

Sebab Abu Thalhah Disegani Rasulullah

Ilustrasi orang-orang miskin dan lemah. Foto–Osher Shalom

apahabar.com, JAKARTA – “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (Ali Imran: 92).

Betapa banyaknya sahabat Nabi yang mendermakan sebagian bahkan seluruh harta yang dimiliki dan dicintainya kepada orang lain, lantaran Nabi menyampaikan ayat di atas dan mereka ingin mendapatkan manfaatnya. Mereka mendermakan kebun, kuda kesayangan, separo hartanya bahkan satu-satunya makanan yang dimilikinya kepada tamu yang datang ke rumahnya.

Adalah Abu Thalhah beserta istrinya yang melakukan perbuatan mulia dan penuh pengorbanan itu, menjamu tamunya. Suatu hari Nabi SAW kedatangan tamu (orang Muhajirin) di masjid.

Setelah melakukan jamaah salat Magrib dan dilanjutnya salat Isya, Nabi meminta Abu Thalhah menjamu tamu itu di rumahnya. Sesampainya di rumah, betapa sedih hati Abu Thalhah mendapatkan bisikan istrinya bahwa makanan yang tersedia tinggal satu porsi saja.

Sebagai mukmin yang taat, tak mudah bagi Abu Thalhah dan istri melupakan ayat tersebut di atas. Tentu mereka tak ingin tamunya mengetahui keadaan yang sesungguhnya. Setelah berembug mengatur siasat baik dengan istrinya, Abu Thalhah segera kembali ke ruang tamu. Thalhah pun memanggil sang istri dan memintanya menyiapkan makan malam bersama.

Ketika makam malam akan dimulai, tiba-tiba lampu di rumah itu padam (dimatikan oleh istri Abu Thalhah). Abu Thalhah segera menyodorkan satu porsi makanan untuk tamunya. Sementara itu, ia berpura-pura memegang satu porsi makanan juga dan seolah makan malam seperti tamunya itu. Padahal piring yang dipegangnya itu kosong. Segera setelah makan malam usai, Abu Thalhah pun mengantarkan tamunya ke ruang istirahat.

Malam itu berlalu dan tak seorang pun mengetahui perbuatan mulia yang penuh pengorbanan itu. Tibalah saatnya shalat Subuh, Abu Thalhah membangunkan sang tamu dan mengajaknya ke masjid. Dari kejadian itu, Allah SWT mewahyukan sebuah ayat dalam surat al-Hasyr: 9, kepada Rasulullah SAW.

Ketika Nabi SAW melihat Abu Thalhah di masjid, beliau berkata: “Wahai Abu Thalhah, Allah SWT kagum dengan perbuatanmu menjamu tamu semalam.” Bahkan Allah menurunkan sebuah ayat tentang hal itu kepadaku: “Mereka lebih mengutamakan (orang Muhajirin) daripada dirinya sendiri, sekalipun mereka memerlukannya,” (al-Hasyr: 9).

Hadis Nabi: “Jika ada orang yang sangat ingin dengan sesuatu yang membangkitkan selera, kemudian ia tahan keinginan itu dan tidak mementingkan dirinya sendiri, maka dosanya akan diampuni Allah.” (HR. Ibnu Hibban).

Baca Juga: Mengenang Dinasti Abbasiyah pada Masa Gemilang

Baca Juga: Awal Mula Persahabatan Datu Kelampayan dan Datu Sanggul yang Melegenda

Sumber: Khazanah Republika.co.id

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sirah

Suatu Ketika, Imam Hambali Pernah Tersesat Jalan
apahabar.com

Sirah

Tuan Guru Zainal Ilmi ‘Menumbuhkan’ Benih Kesantunan pada Orang yang Mau Merampok Rumahnya
apahabar.com

Sirah

Rahasia Rasulullah SAW Gemar Puasa Hari Senin
apahabar.com

Religi

Ethiopia, Saksi Perjuangan Sahabat Rasulullah SAW
apahabar.com

Religi

Dikenal Lembut, Ternyata Abu Bakar Shiddiq Juga Pernah Marah
apahabar.com

Religi

Indahnya Akhlak Rasulullah SAW, Melupakan Permusuhan Ikrimah bin Abu Jahal
apahabar.com

Religi

Ini Bukti Sayidina Ali bin Abi Thalib dan Sayidina Abu Bakar Tidak Berkonflik
apahabar.com

Sirah

Kenang Tuan Guru Zainal Ilmi, Bupati Banjar Ungkap ‘Kesaktian’ Beliau di Masa Perjuangan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com