Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

September 2019, Ekspor Kalsel Loyo!

- Apahabar.com Jumat, 1 November 2019 - 13:57 WIB

September 2019, Ekspor Kalsel Loyo!

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalsel pada September 2019 mencapai US$549,47 juta atau turun 5,29 persen dibanding ekspor Agustus 2019 yang mencapai US$580,18 juta. Foto-Katadata

apahabar.com, BANJARBARU – Per September 2019, nilai ekspor perdagangan Kalsel menurun.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalsel itu mencapai US$549,47 juta atau turun 5,29 persen dibanding ekspor Agustus 2019 yang mencapai US$580,18 juta.

Nilai tersebut juga menunjukkan tren penurunan jika dibandingkan dengan September 2018.

“Turun 26,03 persen jika dibandingkan dengan nilai ekspor September 2018 yang mencapai US$742,87 juta,” ujar kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, Diah Utami saat konferensi pers di Banjarbaru, Jumat (01/11) siang.

apahabar.com

Kepala BPS Kalsel Diah Utami (tengah) menggelar jumpa pers di kantor BPS provinsi Kalsel, Jumat  siang. Foto-apahabar.com/Mufida

Adapun, kelompok komoditas barang berdasarkan HS 2 digit yang paling banyak diekspor adalah kelompok bahan bakar mineral (HS 27) sebesar US$498,95 juta.

Sedangkan, untuk negara tujuan ekspor terbesar adalah Tiongkok dengan nilai US$153,41 juta.

Senada, nilai impor Kalimantan Selatan pada September 2019 sebesar US$88,23 juta atau turun sebesar 10,85 persen dibanding impor Agustus 2019 yang mencapai US$98,97 juta.

“Turun 9,13 persen dari September 2018 yang pada saat itu nilainya mencapai US$97,10 juta,” ujarnya lagi.

Komoditas barang berdasarkan HS 2 digit yang paling banyak diimpor adalah kelompok bahan bakar mineral (HS 27) sebesar US$71,14 juta

Sedangkan, negara asal impor dengan nilai terbesar adalah Singapura sebesar US$70,36 juta.

“Pangsa impor tertinggi masih dari Singapura diikuti Korea Selatan, dan ketiga dari Jerman,” jelas Diah.

Walhasil, neraca perdagangan ekspor-impor Kalsel pada September 2019 surplus US461,24 juta.

“Lebih kecil daripada neraca perdagangan ekspor impor Kalimantan Selatan bulan lalu yang surplus US$481,21 juta,” tutup Diah.

Baca Juga: Per Juli 2019, Ekspor Kalsel Meningkat

Baca Juga: Ekspor Kalsel Merosot, Pengamat: Pengaruh Ekonomi Global

Baca Juga: Dolar Perkasa, Ekspor Kalsel Kian Bergeliat

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

BBM Satu Harga Bakal Pacu Ekonomi Desa Bajayau
apahabar.com

Ekbis

Ekonomi Dalam Negeri Membaik, Rupiah Ditutup Menguat
apahabar.com

Ekbis

Pepsi Hengkang, Gemar Minum Kopi Salah Satu Pemicunya
apahabar.com

Ekbis

Pemko Banjarmasin Optimistis 50 Persen Pelaku UMKM Terdigitalisasi 2024 Mendatang
apahabar.com

Ekbis

Minyak Naik karena Optimisme Pengurangan Produksi OPEC+
apahabar.com

Ekbis

Senin Pagi, Rupiah Sudah Terkuat di Asia
apahabar.com

Ekbis

Via Fitur Gift Card, LinkAja Berbagi Kebaikan di Momen Lebaran
apahabar.com

Ekbis

5G Menunggu Waktu Tepat, Pemerataan Internet Diutamakan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com