Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Siswa Silat Tewas di Sragen, Ribut Giyono: Bukan Siswa PSHT

- Apahabar.com Jumat, 29 November 2019 - 18:29 WIB

Siswa Silat Tewas di Sragen, Ribut Giyono: Bukan Siswa PSHT

Ketua Korwil PSHT Kalsel, Ribut Giyono.Foto-Istimewa

apahabar.com, BATULICIN – Santer diberitakan siswa perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) tewas terkena tendangan perut dari pelatih saat latihan di Sragen.

Ketua Korwil PSHT Kalsel, Ribut Giyono, mengklarifikasi bahwa yang terjadi di Sragen tersebut terjadi bukan dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Terate.

Baca juga: Tragedi Malam Hari Jadi, Pemuda Tewas Ditikam di Tapin
Baca: Pria di Benawa HST Ngaku Nabi Terakhir

Baca juga: Usai Lihat Salinan Video Syur, Mahasiswi Cantik di Banjarmasin ini Makin Kesal 

“Memang baju dan atributnya sama, akan tetapi perguruan silat tersebut adalah perguruan pencak silat yang menyempal dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dengan nama baru “Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun” yang disingkat dengan PSHTPM dengan ketua umum saudara Murjoko,” ujar Ribut Giyono kepada apahabar.com, Jumat (29/11) sore.

Selaku Ketua Pengurus Perwakilan Pusat PSHT di Kalsel, Ribut Giyono, ingin meluruskan terkait pemberitaan yang sudah dikeluarkan sebuah media di Sragen demi menjernihkan dan menjaga nama baik PSHT yang dipimpin Dr. M. Taufik.

“Masyarakat luas perlu mendapatkan informasi dan berita yang benar dan tepat, karena itu saya tegaskan sekali lagi bahwa PSHTPM dengan pimpinan Murjoko adalah bukan PSHT pimpinan Dr. M. Taufik,” jelasnya.

Seperti diberitakan, MA (13) siswa diketahui tewas saat mengikuti latihan di Desa Kaloran, Kalijambe pada Minggu (24/11/2019) malam. Korban langsung tak sadarkan diri setelah menerima tendangan di bagian perut dari pelatihnya, FAS (16). Sempat menjalani perawatan pacu jantung di RS Yakssi Gemolong, korban akhirnya dinyatakan meninggal.

Baca Juga: Satu Pelatih Ditetapkan Tersangka, Ketua PSHT Bakal Kumpulkan Semua Pengurus

Baca Juga: Jadi Tuan Rumah Open Tournament Pencak Silat, Kalsel Bidik Tiket Pra-PON Papua

Baca Juga: Silaturrahmi Manajemen Barito dan Suporter, Cari Solusi Keluar dari Keterpurukan

Reporter : Ahc21
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Cara Komunitas Amnesia Meriahkan Hari Kemerdakaan
apahabar.com

Kalsel

Iptu Sumarna Sempatkan Diri Ajari Anak-anak Mengaji
PDAM

Kalsel

Amankan 9 Instalasi, PDAM Bandarmasih Teken MoU dengan Polda Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Perhitungan Sementara, BirinMU Unggul 57,8 Persen di Tapin
apahabar.com

Kalsel

Waspada! Dua Wilayah di Banjarmasin Rawan Karhutla
apahabar.com

Kalsel

Dinas Kesehatan Pastikan Jamaah Haji Telah Istitoah
apahabar.com

Kalsel

Breaking News: Polsek Tapin Utara Temukan Puluhan Miras di Bunker Rahasia
TNI

Kalsel

Tak Terima Ditegur, Usman Tusuk Anggota TNI di Tanbu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com