Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

Siswa Silat Tewas di Sragen, Ribut Giyono: Bukan Siswa PSHT

- Apahabar.com Jumat, 29 November 2019 - 18:29 WIB

Siswa Silat Tewas di Sragen, Ribut Giyono: Bukan Siswa PSHT

Ketua Korwil PSHT Kalsel, Ribut Giyono.Foto-Istimewa

apahabar.com, BATULICIN – Santer diberitakan siswa perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) tewas terkena tendangan perut dari pelatih saat latihan di Sragen.

Ketua Korwil PSHT Kalsel, Ribut Giyono, mengklarifikasi bahwa yang terjadi di Sragen tersebut terjadi bukan dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Terate.

Baca juga: Tragedi Malam Hari Jadi, Pemuda Tewas Ditikam di Tapin
Baca: Pria di Benawa HST Ngaku Nabi Terakhir

Baca juga: Usai Lihat Salinan Video Syur, Mahasiswi Cantik di Banjarmasin ini Makin Kesal 

“Memang baju dan atributnya sama, akan tetapi perguruan silat tersebut adalah perguruan pencak silat yang menyempal dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dengan nama baru “Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun” yang disingkat dengan PSHTPM dengan ketua umum saudara Murjoko,” ujar Ribut Giyono kepada apahabar.com, Jumat (29/11) sore.

Selaku Ketua Pengurus Perwakilan Pusat PSHT di Kalsel, Ribut Giyono, ingin meluruskan terkait pemberitaan yang sudah dikeluarkan sebuah media di Sragen demi menjernihkan dan menjaga nama baik PSHT yang dipimpin Dr. M. Taufik.

“Masyarakat luas perlu mendapatkan informasi dan berita yang benar dan tepat, karena itu saya tegaskan sekali lagi bahwa PSHTPM dengan pimpinan Murjoko adalah bukan PSHT pimpinan Dr. M. Taufik,” jelasnya.

Seperti diberitakan, MA (13) siswa diketahui tewas saat mengikuti latihan di Desa Kaloran, Kalijambe pada Minggu (24/11/2019) malam. Korban langsung tak sadarkan diri setelah menerima tendangan di bagian perut dari pelatihnya, FAS (16). Sempat menjalani perawatan pacu jantung di RS Yakssi Gemolong, korban akhirnya dinyatakan meninggal.

Baca Juga: Satu Pelatih Ditetapkan Tersangka, Ketua PSHT Bakal Kumpulkan Semua Pengurus

Baca Juga: Jadi Tuan Rumah Open Tournament Pencak Silat, Kalsel Bidik Tiket Pra-PON Papua

Baca Juga: Silaturrahmi Manajemen Barito dan Suporter, Cari Solusi Keluar dari Keterpurukan

Reporter : Ahc21
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Momen Hari Anak, Forum Anak Batola Sampaikan Sejumlah Permintaan ke Bupati
apahabar.com

Kalsel

World Cleanup Day Tabalong, Kecamatan Banua Lawas Setor 1 Ton Lebih Sampah
apahabar.com

Kalsel

Bhabinkamtibmas Perairan Satpolair Polres HSU Sosialisasikan Perbup HSU Hingga Pelosok Desa
apahabar.com

Kalsel

Paman Yani Paparkan Hasil Reses, Janji Perjuangkan Dalam Program Pembangunan
apahabar.com

Kalsel

Jusuf Kalla akan Resmikan Unit Transfusi Darah PMI Tanbu
apahabar.com

Kalsel

Kronologis Tenggelamnya KM Pieces di Matasiri Kalsel, 2 Tewas dan Puluhan Hilang!
apahabar.com

Kalsel

Gandeng Insan Maritim, KSOP Titipkan Ribuan Sembako ke Wali Kota Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Rangkaian HUT ke-42, Alumni SMAN 4 Banjarmasin Sambangi ‘Sekolah Bawang’
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com