Setahun Jokowi-Ma’ruf, Map Merah Penuhi Jalanan Banjarmasin Tim Macan Kalsel Gerebek Wanita Buronan Kasus Penggelapan Kapal Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya

Soal Pembakaran Alquran, MUI Minta Pemerintah Panggil Dubes Norwegia

- Apahabar.com Senin, 25 November 2019 - 05:30 WIB

Soal Pembakaran Alquran, MUI Minta Pemerintah Panggil Dubes Norwegia

Warga Pakistan mengangkat tinggi Alquran di kepala dalam aksi protes di Lahore, Pakistan, Sabtu (23/11). Warga memprotes aksi bakar Alquran yang dilakukan oleh demonstran anti-Islam pekan lalu. Foto - AP Photo/K.M. Chaudary

apahabar.com, JAKARTA – Ketua Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhyiddin Junaidi meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk memanggil Duta Besar (Dubes) Norwegia.

Hal itu disampaikan Muhyiddin menyusul beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan seorang pria Norwegia melakukan pembakaran alquran dalam sebuah demonstrasi anti-Islam pekan lalu.

“MUI minta kepada pemerintah Indonesia agar memanggil Duta besar Norwegia guna mendapatkan informasi lengkap tentang insiden yang bernuansa rasialis tersebut,” ujar Muhyiddin dikutip dari Republika.co.id, Minggu (24/11).

Dia mengatakan, Pemerintah Indonesia harus mendorong agar Norwegia mengambil tindakan tegas terhadap warganya yang melecehkan dan membakar kitab suci umat Islam tersebut. “Norwegia harus diminta agar mengambil tindakan keras kepada warganya yang menjadi dalang utama tindakan rasialis tersebut,” ucap Muhyiddin.

Dia menjelaskan, Indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam harus berada di garis terdepan dalam membela kepentingan umat Isam di dunia. Menurut dia, posisi strategis Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB adalah modal penting untuk menjadi pemimpin negara Islam di dunia.

Menurut dia, telah banyak tindak kekerasan yang dialami kaum Muslim di dunia, terutama Muslim minoritas. Karena itu, kata dia, dunia Islam harus meningkatkan perannya secara nyata dalam menyampaikan risalah Islam damai dengan komitmen tinggi menjaga HAM sesuai piagam PBB.

“Sudah saatnya Jakarta mengambil inisiatif dengan percaya diri bahwa pengalaman Indonesia yang multikultural perlu diperkenalkan secara masif agar masyarakat Internasional tahu bahwa nilai-nilai universal Islam menjadi pondasi penting dalam menjaga kesatuan,” katanya.

Seperti diketahui, sebelumnya beredar sebuah video di media sosial yang menunjukan seorang pria non-Muslim membakar kitab Alquran di Norwegia. Dalam video itu, tampak seorang pemuda Muslim melompati pagar dan menendang orang yang melakukan pembakaran Alquran.

Insiden itu pun mengundang kecaman, termasuk dari Pakistan. Bahkan, Pakistan memuji pria yang bertindak sebagai pahlawan karena menyelamatkan Alquran dari orang yang membakarnya.

Baca Juga: VIDEO: Habib Umar bin Hafidz Peduli Kebakaran di Kalimantan

Baca Juga: Habib Umar bin Hafidz Peduli Kebakaran di Kalimantan

Sumber: Khazanah Republika.co.id

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Jelang Haul Sekumpul ke 15, Pesawat Tujuan Banjarmasin Dijejali Tamu Haul
apahabar.com

Habar

Berikut Fatwa Muhammadiyah Jika Wabah Corona Terjadi Selama Ramadan
apahabar.com

Habar

Raja Salman: Makah, Madinah dan Riyadh Lockdown!
apahabar.com

Habar

Salat Jumat di Masjid Jakarta Ditiadakan Dua Pekan
apahabar.com

Habar

Konfercab NU HST, Kepengurusan Baru Harus Membawa Kemaslahatan
apahabar.com

Habar

Masjidil Haram Dibersihkan 4 Kali Sehari di Musim Haji
apahabar.com

Habar

Arab Saudi Pasang Kamera Termal, Siap Pantau Jemaah Umrah
apahabar.com

Habar

Lebih Afdal Zakat Fitrah dengan Beras atau Uang? Simak Penjelasan MUI Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com